Categories BudayaHindu

WEDAKARNA PERHATIKAN MASALAH PENAHANAN WARGA TERKAIT BURUNG JALAK DAN VIRAL VIDEO PEMUKULAN SISWA

MEDIASI  – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama  Plh Ketua PN Bangli dan Pimpinan Sekolah Komite SMP Negeri 1 Kediri Tabanan

SENATOR MONITOR SEJUMLAH KASUS SOSIAL DI MEDIA SOSIAL PUBLIK 

Tidak saja menyelesaikan masalah masalah besar terkait Bali dan Indonesia, tapi Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III juga dikenal publik sebagai wakil rakyat yang kerap turun tangan yang mungkin sebenarnya bisa diselesaikan ditingkatan daerah, tapi itu terus terekam dalam agenda kunjungan kerja Senator Arya Wedakarna ( AWK ) ke dua kabupaten yakni ke Bangli dan ke Tabanan. Kunjungan kerja ke Bangli dimulai saat Senator Wedakarna menyambangi Kantor Pengadilan Negeri di Bangli. Diterima oleh Agus Cakra Nugraha ( Plh Ketua PN Bangli ), Wedakarna meminta penjelasan seimbang terkait dengan kasus hukum seorang warga yakni Ketut Regen asal Desa Jehem Kaja Bangli terkait dengan kasus yang diduga pemeliharaan burung jalak Bali yang dilindungi UU. Hal ini perlu diluruskan karena seakan akan kasus merugikan sepihak krama Bali dan public menyalahkan kinerja aparat hukum. “Seorang wakil rakyat tidak boleh mendengar masalah hanya dari satu sisi semata, tapi harus dari dua arah. Maka dari itu saya datang ke PN Bangli, dan kini masalahnya sudah jelas. Kini syukurlah sebelum saya datang kesini, Bapak Ketut Regen sudah tidak ditahan lagi alias ditangguhkan dan semoga proses berikutnya mendapatkan keadilan sosial yang baik. Tanpa bermaksud intervensi hukum, tapi DPD menjalankan social control nya, karena dampak sosial akan lebih berbahaya jika ada langkah hukum atau keputusan hukum yang salah. Terimakasih PN Bangli dan aparat yang sudah kooperatif. ”Ungkap Gusti Wedakarna. Dan wawasan hukum juga disampaikan oleh Senator Wedakarna saat berkunjung ke SMP Negeri 1 Kediri Tabanan, terkait dengan kasus viral pemukulan siswa oleh oknum pelatih LKBB. Dalam kunjungan yang diterima oleh Sagung Raka Suartini, S.Pd., M.Pd. ( Kepala Sekolah ), A.A. Ngurah Panji ( Ketua Komite ), dan Ni Ketut Ariwati, S.Pd., M.Pd. ( Pengawas Diskdik Tabanan ), Senator Wedakarna bertemu dengan sejumlah pelaku yang viral dimedsos, termasuk meminta klarifikasi dan kronologis terkait dengan permasalahan yang ada. “Saya kira yang melakukan pelatih yang melakukan pemukulan pasti salah karena apapun alasannya karena sudah masuk pasal penganiayaan, kekerasan fisik tidak diijinkan dinegara hukum, begitu siswi yang melakukan perekaman video tanpa izin juga salah karena melanggar dan bisa dijerat pasal ITE, begitu juga siswa siswi yang berkomplot untuk menyebarkan video hingga sampai ke medsos sangat mungkin dijerat oleh UU ITE. Terlepas dari hal itu diatas, ini menandakan karakter anak muda Bali harus diperbaiki. Ini yang selalu didengungkan oleh Bung Karno sebagai Revolusi Mental. Kini yang repot jelas sekolah dan juga nama baik sekolah dipertaruhkan. Kedepan tidak boleh terjadi lagi kasus seperti ini, apalagi tadi semua sudah minta maaf didepan DPD RI. Kita amankan masalah ini .”Ungkap Wedakarna. Kesimpulan dari pertemuan di Tabanan adalah Wedakarna telah menutup kasus ini dan berharap tidak berlanjut ke proses hukum demi menyelamatkan anak anak muda bangsa, disamping itu Wedakarna meminta kepada Kepala Sekolah untuk melarang murid membawa HP kedalam kelas. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *