Categories BudayaHindu

SHRI GUSTI WEDAKARNA MINTA WANGSA BALI TETAP BERSATU DEMI AJEGGANG PANCASILA BERLANDASKAN NILAI-NILAI AGAMA HINDU

Foto – Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Memberikan Dharma Wacana Di Acara Ngenteg Linggih Merajan Pasemetonan Arya Wang Bang Pinatih

HADIR DI ACARA MERAJAN ARYA WANG BANG PINATIH DESA LEBIH BETEN GIANYAR 

BUDAYA- di Bali memang mempunyai keunikan tersendiri, hal itu dapat dilihat dari tata cara umat Hindu di Bali yang tetap setia menjaga nilai-nilai luhur melalui ritual keagamaan yang sangat memiliki makna-makna filosofis, dan sejauh ini di pulau seribu Pura memang menjadi salah satu distenasi wisata yang diburu oleh wisatawan dari berbagai belahan mancanegara, yang dicaripun ternyata bukan cuma keindahan gedung-gedung besar maupun pantai-pantai yang indah, tetapi malah yang sangat menarik adalah distenasi religi dan kebudayaannya, maka dari itu wangsa-wangsa di Bali harus tetap kuat dan tetap bersatu untuk menjaga ideologi Pancasila, gerakan-gerakan radikalisme dan menjaga seluruh nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh leluhur zaman dahulu, melihat hal tersebut Anggota Komite III DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE, (M.Tru), M.Si yang membidangi Bidang Agama dan Budaya saat menghadiri acara Ngenteg Linggih di Merajan Arya Wang Bang Pinatih Desa Lebih Beten Kabupaten Gianyar yang didampaing langsung oleh I Made Arya (Ketua Arya Wang Bang Pinatih) saat memberi Dharma Wacana didepan warih-warih Arya Wang Bang Pinatih menyampaikan bahwa tantangan Bali kedepan sedikit was-was, hal itu ia ungkapkan karena Bali sudah pernah trauma atas kejadian tragedi kemanusiaan dalam catatan sejarah yakni tragedi Bom Bali I dan Bom Bali II beberapa taun yang silam. Pada kesempatan yang  berbahagia itu Shri Gusti Wedakarna menyampaikan pesan kepada wangsa Bali khususnya Arya Wang Bang Pinatih, agar kedepan selalu bersinergi untuk menjaga nilai-nilai ajaran Agama Hindu, menjaga Pancasila, menjaga nilai-nilai kebudayaan serta menjaga keutuhan Bali dari ancaman gerakan-gerakan radikalisme di Bali, karena menurutnya dari beberapa informasi yang pernah disampaikan kepada dirinya, Bali saat ini harus meski hati-hati, hal itu ia sampaikan agar wangsa-wangsa di Bali terus jengah dan jangan lengah,’’Saya sebagai wangsa Arya Krisna Kepakisan Tegeh Kori megajak wangsa-wangsa di Bali untuk jengah, mari bersama-sama menjaga Pancasila dengan mempertahankan eksistensi Hindu Dharma sebagai penyeimbang gerakan-gerakan anti Pancasila atau tepatnya gerakan-gerakan radikalisme, Saya minta tetap jaga Bali, jangan sampai indonesia bubar dan berubah bentuk, khsusnya Bali. NKRI Harga Mati,’’Ungkap Shri Gusti Wedakarna yang juga merupakan Sekjen Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori saat memberikan Dharma Wacana didepan Wangsa-Wangsa Arya Wang Bang Pinatih. Di akhir ia sampaikan kedepan ritual-ritual di Bali juga harus disederhanakan, jangan sampai upakara-upakara menjadi beban, karena saat ini Bali harus bisa menyiasati upakara-upakara yang memakan biaya, ia yang juga sebagai tokoh Muda Bali yang terkenal atas presatasinya kerjasnya selama menjabat di Parlemen itu, meminta kepada orang-orang tua untuk memperhatikan pendidikan anak-anaknya, karena untuk dapat meneruskan perjuangan Bali kedepan tantangannya akan semakin berat, maka ia meminta kualitas SDM di Bali semuanya harus pinter-pinter, kejar prestasi dan pendidikan minimal sampai dapat gelar Sarjana, mana perlu sampai jenjang pendidikan Doktor.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *