Categories BudayaHindu

AWALI KAMPANYE, WEDAKARNA MEMOHON RESTU SULINGGIH SEBAGAI CALON ANGGOTA DPD DI PEMILU 2019

RESTU – Senator DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Sejumlah Sulinggih Di Samuan Tiga Pejeng Gianyar

8 SULINGGIH PUPUT UPACARA PARISUDHA BUMI DI SAMUAN TIGA

Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III hadir dalam acara Parisudha Bumi yang digelar di Samuan Tiga Pejeng Gianyar untuk mendoakan keselamatan Jagat Nusantara khususnya bencana Gunung Agung, bencana Gempa Lombok dan bencana Tsunami Palu.  Dalam acara yang digelar oleh Veda Poshana Ashram (VPA) ini, dihadiri oleh puluhan sulinggih, yang dimana delapan orang Sulinggih khusus mapuja sesuai dengan arah mata angin yang mengelilingi kunda Agni Hotra. Tampak hadir sejumlah undangan yakni Penglingsir Puri Carang Sari, Ida  Sri Bagawan Agni Yoga Nanda ( Ketua VPA Pusat ), Made Mangku Pastika ( Wolrd Hindu Parishad / WHP ), serta ratusan umat Hindu dari berbagai ashram di Bali. Dalam kesempatan itu, Shri Arya Wedakarna yang juga anggota DPD / MPR RI didaulat untuk memberikan sambutan sekaligus memukul gong tanda ritual dimulai. Apresiasi atas progam dari VPA disampaikan oleh Shri Arya Wedakarna yang menyatakan bahwa Bali sebagai pusat spiritual Hindu, seyogyanya tetap mengedepankan kesucian sekala niskala, dan satu – satunya kaum yang bisa mensucikan jagat hanyalah Brahmana, bukan yang lainnya. “Anak muda Bali harus disadarkan bahwa setinggi apapun kekayaan, jabatan dan juga materi duniawi yang kita miliki tidak akan bisa menandingi kekayaan spiritual yang dimiliki oleh seorang sulinggih. Seorang pendeta Hindu, dengan mantram dan pengetahuan Jnananya bisa mensucikan jagat dalam sekejab, mereka adalah satu satunya kaum yang diakui dalam Veda Vedanta yang bisa menghubungkan bumi dan nirvana. Maka dari itu, masyarakat Bali, khususnya kaum walaka mutlak harus memberikan hormat pada Sulinggih. Hormat yang dimaksud adalah hormat dengan menempatkan semua sulinggih ditempat yang sejajar dan suci. Tiang percaya, jika Bali melupakan peran Sulinggih, maka Bali akan kehilangan taksunya, kehilangan kesuciannya. Dan tugas para Ksatria masa kini (pejabat  pemerintahan) untuk menjaga para kaum Brahmana. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Terkait dengan harapan lembaga Hindu agar kedepan semakin banyak wakil wakil umat Hindu bisa menjadi perwakilan Bali ke pusat, Shri Arya Wedakarna menyatakan bahwa segala ketentuan sudah diatur oleh alam semesta namun tetap secara sekala diperlukan strategi agar tokoh tokoh Hindu menguasai kepemimpinan politik Bali di Jakarta. “Dihari sakral 30 September ini, dihadapan leluhur dan Ida Betara ring Pura Samuan Tiga tempat Empu Kuturan menyatukan Bali dan dihadapan api Agni Hotra yang dipuput delapan sulinggih, tiang ingin memohon doa restu maju kembali sebagai Calon Anggota DPD RI Bali di Pemilu 2019. Tiang sengaja menunggu momen bertemu para Dwi Jati sebelum memulai masa Kampanye DPD RI. Tanpa restu sulinggih, tentu tiang  tidak ada artinya, dan astungkara tanpa direncanakan,beliau beliau Ida Sulinggih melalui VPA mengundang tiang dalam acara ini. Niki pertanda baik dan selaras. Tiang mohon doa restu nggih. “ungkap Shri Arya Wedakarna. yang mendapatkan nomer urut 42 di Pemilu DPD RI 2019 ini. Dalam kesempatan itu, Shri Arya Wedakarna didaulat untuk menyempurnakan upacara Agnihotra dengan membelah kelapa suci dan menuangkan minyak ghee sebagai tanda kesempurnaan upacara ritual.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *