Categories Nasional

TANGKAL RADIKALISME, WEDAKARNA TETAP KONSISTEN DENGAN IDE  “WAJIB MILITER” BAGI PEMUDA INDONESIA

MANUNGGAL – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Istana Negara Jakarta

SENATOR RI SAMBUT BAIK PERAN TNI DI UU ANTI TERORISME

Ide agar negara mewajibkan pemudanya untuk itu pelatihan wajib militer (wamil) kembali mencuat. Kali ini digelorakan oleh Senator DPD RI asal Bali yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat diskusi terbatas terkait dengan peran TNI di Hari Jadi TNI ke 73 yang jatuh pada 5 Oktober 2018 ini. Pandangan kedepan agar gerakan radikalisme di Indonesia ini bisa mati dan musnah, disampaikan oleh Senator Bali yang getol memperjuangkan visi Sukarnoisme diranah politik Indonesia, termasuk agar pemuda Indonesia  agar wajib dikenakan Wamil alias Wajib Militer. “Walau saya termasuk bagian dari gerakan 1998 reformasi di Jakarta, tapi semakin lama saya semakin memiliki pikiran terbuka bahwa satu – satunya elemen dibangsa ini yang bisa menjaga Pancasila dan NKRI secara teguh hanya TNI. Kenapa ? Karena TNI adalah pengayom dari seluruh agama, suku dan perbedaan Indonesia. Terlepas dulu TNI punya sejarah kelam terkait di Orde Baru atau dengan kejadian Trisakti dan Semanggi sebelum era reformasi, tapi dengan kepentingan yang lebih besar, saya harap rakyat Indonesia khususnya pemuda agar mendukung peran TNI. Tanpa TNI Indonesia akan bubrah dan kita harus terus menggelorakan manunggalnya TNI dan Rakyat. Syukurlah Tuhan memberikan restu lahirnya UU Ormas dan UU Anti  Terorisme yang memberikan lebih banyak peran terhadap TNI dalam memberangus paham radikalisme. “ungkap Wedakarna. Iapun menyampaikan bahwa cita cita besar agar Indonesia memiliki sistem Wajib Militer bagi kaum mudanya, adalah perjuangan tanpa henti dan terus meminta rekan seperjuangan dari politisi merah putih di Senayan untuk tetap menyuarakan kepentingan ini. “Selama ini kegiatan Wamil ini sudah ada program yang dimodifikasi dengan kegiatan singkat tentang wawasan kebangsaan. Sebagai langkah awal ini baik, tapi saya kurang puas. Saya inginnya ada Wajib Militer seperti di Korea Selatan atau Singapura. Ini penting sekali bagi anak muda bangsa, agar mereka cinta tanah air serta bisa mengurangi angka pro radikalisme dikalangan pemuda milineal. Kedepan harus ada produk UU yang memayungi, bukan hanya sekedar program singkat di Kementrian. Ini harapan saya, ada Wamil selama berbulan bulan, pemuda pemuda kita dilatih dibarak, diajar disiplin, dan mereka harus siap jiwa dan raga jika negara dalam keadaan perang. Itu  baru patriot sejati “ungkap Wedakarna yang juga Presiden The Sukarno Center. Lalu apa yang melatar belakangani keinginan Senator Wedakarna mendukung Wamil ? “Coba anda lihat kondisi kondisi anak muda Indonesia sekarang ? Mereka sangat minim nasionalisme, bahkan Pancasila dan UUD 1945 ga paham, mudah terpapar radikalisme lewat medsos, terlalu santai dan manja,belum lagi karakter hedonis dan tidak tahu tatakrama. Ini hanya bisa diselesaikan lewat Wamil. Usia 17 tahun keatas, wajib tanpa kecuali anak Indonesia masuk barak militer. Lihat saja generasi muda di Korsel, semuanya hebat, mereka pintar teknologi, hebat diekonomi tapi sangat cinta tanah air. Untuk urusan ini, saya ada terdepan menyuarakan diparlemen, walau banyak tantangan, tapi ide wamil tidak boleh padam. Lainnya,  Termasuk peningkatan anggaran alutsista TNI dan taraf kesejahteraan TNI kita minta terus dinaikkan dan diperbesar di APBN. Jujur tanpa TNI, Indonesia akan bubar. “ungkap Arya Wedakarna yang pernah mendapatkan pendidikan wawasan militer internasional saat pendidikan di Amerika Serikat melalui program  IVLP dari Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *