Categories BudayaNasional

SHRI ARYA WEDAKARNA SAMBUT POSITIF VISI PEMUDA ISLAM KUTA LAWAN RADIKALISME DI BALI

TOLERANSI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Aktivis Pemuda Islam Barikade Gusdur

SENATOR RI TERIMA SILATURAHMI “BARIKADE GUSDUR” DI KANTOR DPD RI BALI

Peran lembaga negara khususnya DPD RI untuk membantu pemerintah memerangi aksi  aksi gerakan anti Pancasila semakin nyata, mengingat salah seorang anggotanya yakni Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III selama ini dikenal sebagai tokoh Bali di Senayan yang sangat getol memperjuangkan produk legislasi UU Ormas yang digunakan untuk pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI ) serta UU Anti Terorisme pasca penyerangan Markas Brimob dan Gereja di Surabaya. Suara Bali walau minoritas, tapi sangat didengar oleh ibu kota Jakarta, hal ini mengingat Bali pernah menjadi korban kekejian dari gerakan fundamentalis agama di Bom Bali I dan Bom Bali II silam dan kini siapapun warga di Bali dari latar belakang agama dan suku apapun harus mendukung gerakan Anti  Radikalisme yang kini sedang diperjuangkan oleh pemerintahan Joko Widodo. Demikian diungkap oleh Senator Wedakarna saat menerima sejumlah tokoh Pemuda Islam yakni Asi’AD, Wanto, Wasdhawi, Thabrani asal Kuta yang menamakan diri “Barikade Gusdur” di Kantor DPD RI Provinsi Bali. Dalam kesempatan itu, pihak Pemuda Islam selain ingin bersilaturahmi, juga ingin bersinergi dengan tokoh – tokoh Hindu Bali khususnya dalam membangun Bali sebagai mercusuar toleransi di Indonesia. Mereka juga berharap kedepan agar gerakan radikalisme khususnya di Bali bisa diminimalisir serta tetap menjadikan Pancasila sebagai ideologi harga mati bagi generasi muda. Terhadap hal ini Senator Arya Wedakana ( AWK ) mengucapkan apresiasinya, “Saya bangga, anda datang ke DPD RI ini karena saudara yang ingin bersinergi, menawarkan program kebangsaan yang baik dan semua demi menjaga Bali. Apalagi saudara membawa nama baik Gus Dur, dan beliau adalah  tokoh bangsa yang dicintai oleh kami orang Bali karena terkenal membela kaum minoritas. Pesan saya, jaga semua ajaran ajaran Gus Dur dan selalu berpatokan pada ideologi Pancasila, maka NKRI akan aman. Lembaga besar seperti Nahdatul Ulama ( NU ) juga harus terdepan menjaga Indonesia karena saya tahu NU adalah organisasi keagamaan dengan massa terbesar di Republik ini. Jadi kita sama sama berkepentingan untuk menjaga Indonesia demi NKRI.”ungkap Gusti Wedakarna. Ada yang menarik disampaikan dalam dialog Senator Wedakarna dengan Barikade Gus Dur, bahwa Wedakarna meminta agar ada pemuda – pemuda Islam di Bali agar bisa menjadi tokoh muslim yang bisa diterima dikalangan umat Hindu dan lainnya, terutama pemuda Islam dengan gagasan yang pluralisme dan nasionalis. “Saya beri contoh, jika anda Pemuda Islam hanya besar dikalangan umat sendiri tentu itu sudah biasa. Tapi jika ada pemuda Islam bisa besar, diterima, dikenal dan digugu oleh komunitas non-Muslim seperti Hindu, Buddha, Nasrani, maka itu akan luar biasa. Sama juga dengan pemuda Hindu, justru saya ingin pemuda pemuda Hindu agar bisa menjadi tokoh yang diterima dikalangan non-Hindu lainnya. Jadi kita harus menjadikan diri kita besar dan diterima ditempat orang lain. Jika itu tercapai, maka itu sangat sesuai dengan cita cita Bung Karno.”ungkap Shri Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF –  PBB itu. Maka dari itu, ia mendukung kerjasama Barikade Gusdur dengan komponen Hindu Muda di Bali khususnya melawan gerakan radikalisme. “Analoginya sederhana, jika umat minoritas di Indonesia berbicara tentang lawan radikalisme, maka rasanya biasa – biasa saja, tapi jika ada Pemuda Islam Barikade Gus Dur yang memimpin langsung dan berbicara lantang tentang gerakan melawan radikalisme termasuk menghambat gerakan politik garis keras, itu akan terasa luar biasa. Dalam hal ini saya dukung. Silahkan berprogram, dan kita bersinergi. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga merupakan founder Bali International Interfaith Youth Forum dengan putri Gus Dur yakni Innayah Wahid. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *