Categories Nasional

WEDAKARNA MINTA PLN BENAHI SEMBRAUT KABEL LISTRIK DI DAERAH KEROBOKAN DAN KUTA

Satyagraha – Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Nyoman “ Koming “ Sudarsana di Kerobokan

KUNJUNGI KORBAN AMPUTASI AKIBAT PASANG BENDERA 17 AGUSTUSAN

Ditengah hiruk pikuknya perayaan 17 Agustus 2018 silam, dan eforia munculnya pahlawan pahlawan baru diluar Bali karena dianggap berjasa memperbaiki tali bendera saat upacara perayaan proklamasi, ada satu sosok yang luput dari perhatian publik Indonesia yakni cerita tentang keteladanan seorang anak muda Bali yang hampir tewas akibat tersengat aliran listrik  saat menaikkan simbol merah putih di Kerobokan Badung. Ia adalah I Nyoman Sudarsana, alias Koming ( usia 24 tahun ), yang kini dianggap sebagai pahlawan merah putih digenerasi milenial di Bali. Dan perhatian anggota DPD RI Utusan Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III patut dipuji sebagai satu satunya pejabat negara di Bali yang langsung menengok keberadaan Koming usai dipulangkan dari RS Sanglah. Dalam kunjungannya Senator Wedakarna disambut oleh keluarga besar dari korban dan termasuk Kepala Lingkungan, serta sejumlah tokoh masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, tampak raut bahagia dari Koming saat disambangi oleh wakil rakyatnya dan dengan apa adanya ia menceritakan kejadian tentang musibah yang ia alami khususnya menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke-73 silam. Kecaman atas semrawutnya manajemen kabel listrik oleh perusahaan listrik langsung disampaikan Senator Wedakarna, terlebih setelah mendengar cerita dari Nyoman tentang sumber bencana yang diyakini berasal dari kabel listrik yang tidak dalam keadaan sempurna. “Nanti saya akan minta PLN menjelaskan hal ini. Dari dulu saya sudah curiga, kabel listrik didaerah Kerobokan dan Kuta Tengah Selatan ini sudah sengkarut dan semrawut. Kok bisa begitu ya ? padahal keuntungan perusahaan listrik itu sangat besar di Bali. Ada yang kurang beres ini. Selain itu jajaran pemerintah di Badung dan Provinsi kenapa tidak ada perhatian untuk Nyoman. Dia ini korban dari kelalaian negara dalam menyediakan fasilitas yang aman dan nyaman. Sampai Oktober ini belum ada perhatian dari pemerintah daerah, padahal kasus ini terjadi di Kabupaten Badung yang katanya kaya raya. Tapi sumbangan yang datang hanya kursi roda. Benar benar memprihatinkan, ini tidak sesuai dengan prinsip ajaran Bung Karno yakni Keadilan Sosial. Ada pemuda Badung sampai diamputasi dan cacat seumur hidup, sudah masuk Koran dan medsos tapi tidak ada yang tergerak.  “ungkap Arya Wedakarna. Maka dari itu, ia juga menyampaikan terimakasih atas pelayanan BPJS Kesehatan dan RS Sanglah yang telah memberikan bantuan maksimal selama Nyoman dirawat. “Kebetulan Nyoman adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan saya minta agar BPJS Ketenagakerjaan bisa membantu santunan dimaksud. Saya akan periksa nanti di BPJS Tenagakerja. Selain itu, jika luka dikaki Nyoman sudah sembuh, nanti bisa minta bantuan untuk dibuatkan kaki palsu. Sehingga Agus bisa bergerak dengan normal. DPD akan mengawasi hal ini, termasuk nantinya agar ada perusahaan / pemerintah bisa memberi pekerjaan pada agus yang disabilitas. Ada UU nya. Tapi kini yang paling penting, Agus harus sembuh dulu dan tidak boleh bersedih lagi. “ungkap Gusti Wedakarna. Lebih lanjut, dengan suasana penuh kekeluargaan, Shri Arya Wedakarna menyampaikan harapan agar Nyoman segera menikah dengan tunangannya yang sudah 4,5 tahun bersama, selain tetap bersemangat sebagai satu – satunya anak laki laki tunggal dikeluarga. Kehadiran Gusti Wedakarna ternyata membuat pihak keluarga terharu. “Belum pernah tiang lihat ada pejabat di Bali yang begitu dekat dengan rakyatnya seperti dilakukan Ratu Gusti Wedakarna. Suksme ageng sampun tedun ke pondok tiange. “ungkap Nyoman Sudarsana mewakili keluarga. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *