Categories BudayaHinduNasional

SHRI ARYA WEDAKARNA MINTA KAUM MUDA HINDU ISI RUANG KEPEMIMPINAN NASIONAL

SINERGI – Senator DPD RI Dr Arya Wedakarna, Dr IGN Sudiana ( Ketua PHDI ), KS Arsana, Wayan Sayoga, dan Sejumlah Peserta Diskusi Hindu Terkait Prajaniti  

SENATOR RI DUKUNG KEBANGKITAN DPD PRAJANITI DI INDONESIA

Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III merasa terhormat diundang dalam diskusi terkait kebangkitan Prajaniti yang diadakan sejumlah tokoh dan komponen umat Hindu di Gedung Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Tampak hadir Prof.Dr. I Gusti Ngurah Sudiana ( Ketua PHDI Bali ), Sayoga ( Forum Advokasi Hindu ), KS Arsana ( DPP Prajaniti Pusat ), dan puluhan tokoh Hindu lintas generasi. Dalam acara tersebut, disebutkan alasan dibalik keinginan untuk merevitalisasi dan membangkitkan kembali organisasi Hindu Prajaniti, baik di Nasional dan kini sedang berproses ditingkat nasional. Terhadap hal ini, sebagai pejabat negara Senator Wedakarna tentu memberikan dukungan penuh, mengingat dalam sejarahnya Prajaniti pernah memberikan warna dalam perjuangan Hindu di Indonesia, dan semangat itulah harus dibangkitkan, khususnya mengisi nilai  nilai kepemimpinan untuk membawa nama Hindu eksis di Nusantara. “DPD RI sebagai perwakilan rakyat dan lembaga negara, tentu mendukung setiap usaha untuk membangkitkan organisasi Pancasilais, dan Prajaniti memiliki nama baik serta telah banyak tokoh bangsa yang lahir dari organisasi ini. Kita beri dukungan penuh, termasuk rencana kegiatan nasional yang akan diadakan di Istana Negara oleh Presiden RI, sebagaimana tadi yang disampaikan oleh pengurus pusat. Ini kebanggaan bagi Hindu Indonesia. Prinsipnya tiang dukung dan meminta generasi muda Hindu potensial bisa masuk dalam kepengurusan. “ungkap Gusti Arya Wedakarna. Terkait dengan situasi bangsa saat ini, khususnya meningkatkan peran generasi muda Hindu dalam kancah kepemimpinan nasional, Senator Wedakarna dengan tegas menyatakan bahwa ekesistensi Hindu harus disuarakan melalui wadah resmi yang memiliki jaringan politik nasional serta dukungan politik dipusat. “Tadi dalam pertemuan sudah saya sampaikan, apapun kepentingan Hindu Indonesia baik dari segi kenaikan anggaran, perjuangan munculnya produk  hukum dan politik kebijakan yang pro terhadap minoritas dan juga menempatkan SDM Hindu Indonesia dipusat pusat kekuasaan, semua harus disuarakan melalui wadah organisasi level A1. Dan saya harap organ organ Hindu dimanapun, walau kita minoritas tapi kita memiliki bargaining posisi yang jelas. Dalam perjalanan direpublik ini, nama besar Hindu selalu lahir tiap zaman dan itu kita perjuangkan. “ungkap Wedakarna yang alumni KMHDI DKI Jakarta ini. Maka dari itu, Hindu Nusantara harus bersatu dan kebersatuan itu harus dimulai dari sikap dan karakter yang positif. “Apapun kepentingan masuk ke sebuah organisasi itu wajar, selama kepentingan itu untuk memperjuangkan Hindu. Satu satunya kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh musuh musuh umat Hindu adalah kebersatuan. Jika kita bersatu, astungkara kita akan menang. Siapakah musuh umat Hindu ? Yakni kebodohan, kemiskinan, ketertinggalan dan awidya, serta saat ini kita menghadapi gerakan radikalisme berkedok teroris, ekonomi, politik, kebudayaan dan juga konversi. Maka dari itu, bersatulah dari sekarang. Dalam perjuangan membela agama Hindu tidak ada tokoh, tidak ada satu nama yang besar tapi semua komponen akan berpartisipasi. Hindu harus belajar dari kecerdasan leluhur kita pasca Sandyakalaning Majapahit 500 Tahun lalu. Leluhur kita di Bali sudah berhasil menjadi lebih hebat dari pada Majapahit dan Sriwijaya dari segi jangka waktu berkuasanya Siwa Buddha. Majapahit hanya bertahan kurang dari 300 tahun, tapi Bali, bertahan sejak abad XV hingga abad XX selama 500 tahun. Kalau tidak ada kercerdasan Jnana para leluhur dan para Raja Raja kita dizaman dahulu,  tidak mungkin Bali bertahan. Jangan khawatir, ada Sabdo Palon Nayogenggong yang mendampingi kita. Ini pesan tiang“ungkap Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *