Categories BudayaHindu

WEDAKARNA MINTA PEMPROV TETAPKAN UMR MINIMAL DIANGKA RP 3 JUTA DIBALI 

HARI JADI – Senator Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Hadir di Sanur dan Bersama Agus Sarwatama di Kerobokan

SENATOR RI BANGGA KETUA UNIT FSPM DIUNDANG KE SWISS WAKILI BANGSA

Harapan dan cita cita agar jumlah upah minimal ( UMK ) di Provinsi Bali bisa mencapai minimal diangkat Rp 3.000.000 disambut hangat oleh Senator DPD RI Utusan Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Bebannya besar para pekerja di Bali khususnya menjaga adat dan budaya Hindu, menjadikan kenaikan angka UMK sangat masuk akal, Demikian diungkap Senator Wedakarna disela sela hadir dalam hari jadi Forum Serikat Pekerja Mandiri ( FSPM ) ke – 18 yang diselenggarakan di Wantilan Pantai Matahari Terbit, Sanur Denpasar. Tampak hadir Ida Bagus Oka Dirga ( Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab. Badung ), Putu Wiardi ( Ketua FSPM Seminyak )  dan puluhan pengurus FSPM dari sejumlah unit di Bali. Dalam kesempatan itu, Senator Arya Wedakarna (AWK ) memberikan motivasi kepada pengurus dan anggota, bahwa seharusnya pemerintah di Bali baik Provinsi dan Kab/Kota memikirkan kebijakan yang pro kaum Marhaen khususnya dengan memberikan angka realistis dalam menaikkan angka UMK di Bali. “Secara peraturan dan UU, bahwa setiap Provinsi memiliki hak untuk menaikkan UMK dari pekerjanya. Semua ada hitung – hitungannya. Disatu sisi kebijakan tidak merugikan pengusaha dan tentu saja tidak merugikan para pekerja. Disini letak dan peran organisasi seperti FSPM untuk memperjuangkan hak hak pekerja. Dan saya tetap berprinsip bahwa UMK Bali seharusnya sama dengan Ibu Kota DKI Jakarta yakni diatas Rp 3 juta, kenapa ? Karena secara ekonomi Bali berhak mendapatkan perhatian. Apalagi tahun ini pertumbuhan ekonomi Bali naik dari 5,9 % menjadi 6,5 % dan terbaik di Indonesia. Jadi tidak ada alasan pengusaha tidak menaikkan UMK nanti ditahun 2019. Idealnya ya Rp 3 juta. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Ia memberikan alasan bahwa pengusaha di Bali harus memahami bahwa kebutuhan pekerja di Bali untuk menjaga adat istiadat dan agama Hindu yang menjadi daya tarik ekonomi di Bali sangat tinggi dan memelihara budaya Bali bukanlah barang murah. “Banyaknya kaum pendatang di Bali, banyaknya pengusaha Indonesia membuka cabang usaha di Bali dan juga kedatangan belasan juta wisatawan di Bali  itu kan karena budaya dan agama Hindu. Tanpa asap dupa, tanpa kidung Ibu Indonesia, tanpa pura pura yang menjadi DTW dan juga budaya Hindu , maka Bali akan kering seperti wilayah lainnya. Jadi mulailah pemerintah berpikir untuk pro pekerja, bukan pro pengusaha. Saya yakin pengusaha di Bali ini mendapatkan keuntungan yang melimpah ruah, saya yakin benar, tapi sayang pemimpin kita terdahulu sangat dikenal pro investor. Semoga Gubernur Bali sekarang bisa mempertimbangkan usulan kami ini. “ungkap Senator Arya Wedakarna. Dalam kesempatan itupun Senator AWK juga memuji prestasi salah satu ketua unit FSPM yakni Agus Sarwatama ( Putra Asli Sanur ) yang sampai diundang ke negara Swiss untuk mewakili Indonesia untuk bekerja dalam hal hak hak pekerja orang Bali. “Saya kenal Agus Sarwatama saat memediasi masalah beliau dengan manajemen Hotel W Seminyak, dan saya lihat beliau adalah kader potensial anak muda Bali. Saya senang, ada anak muda Bali bermental singa, kebanyakan pekerja di Bali ini kalau sudah nyaman, mereka bertingkah seperti kambing. Semoga perjuangan Agus Sarwatama berhasil dan tetap jaga taksu FSPM agar menjadi organisasi hebat. “pungkas Senator Arya Wedakarna. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *