Categories Internasional

BENTENGI BALI, WEDAKARNA LUNCURKAN “BALI INITIATIVE FOR ECONOMIC GLOBAL PARTNERSHIP”

TUAN RUMAH – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Presiden RI Joko Widodo, Christine Lagarde ( Managing Director IMF ) dan Jim Yong Kim ( President World Bank ) di Nusa Dua

PUJI ANALOGI PIDATO JOKOWI “GAMES OF THRONE” DI IMF WORLD BANK MEETING

Dari ribuan delegasi internasional yang memadati ruang pertemuan pembukaan IMF World Bank di Nusa Dua, tidak ada yang menyangka dengan isi pidato dari Presiden RI Joko Widodo. Sambutan orang nomer satu di Indonesia ini mengambil analogi film fiksi “Games Of Throne” yang menjadi tren generasi milenial. Tidak tanggung – tanggung, usai Presiden Jokowi berpidato, sampai sampai petinggi IMF dan World Bank menunjukkan pujiannya pada sikap Indonesia. Salah satu putra Bali yang jadi saksi mata dari momen bersejarah itu, adalah Senator DPD RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Kebanggaan meledak ledak akan merah putih dirasakan oleh Senator termuda ini usai menyaksikan Pidato Presiden Joko Widodo. “Bagi seorang nasionalis Sukarnois seperti saya, menyaksikan pidato Presiden Jokowi seperti mendengar pidato pidato Bung Karno dimasa lalu. Ini salah satu pidato Presiden RI terbaik yang pernah saya dengar, dan analogi “Games Of Throne” menjadi viral dan menjadi pembicaraan disetiap sudut pertemuan. Review positif dari ekonom  189 negara memberikan feedback positif. Melalui pidato Jokowi, masyarakat yang awam terhadap IMF dan World Bank pun akan mudah mengerti akan tantangan ekonomi dunia saat ini. Ilustrasi pidato tentang  The Great House’s, The Great Families, Winter is Coming dan Mother Of Dragon sangat pas dibenak kaum milinial. Beliau mengkritik dominasi negara superpower, tapi tidak ada yang tersinggung, no hard feeling at all. Amerika Serikat, Eropa dan China pun tersenyum mendengar pidato itu.  After President Sukarno, he is the best president ever in filoshophy ! Great “ungkap Gusti Arya Wedakarna. Wedakarna pun menyampaikan sejumlah hasil dialognya dengan delegasi delegasi internasional, mereka terheran heran bagaimana mungkin Indonesia bisa mengadakan acara besar secara berurutan dalam jangka waktu berdekatan  ditambah lagi ada ditengah bencana Palu dan  Lombok. “Mereka heran bagaimana Indonesia bisa menyelenggarakan Asian Games termegah, Para Asian Games terbaik, dan juga IMF World Bank Annual Meeting dan ditengah bencana alam Lombok dan Palu. Mereka mempertanyakan energi dari mana yang bisa membuat Indonesia begitu ahli dalam membuat perhelatan dunia. Ini tentu memberikan penyemangat bagi kita, bahwa Indonesia adalah negara besar, negara yang punya potensi menjadi super power dan saya yakin dengan kekuatan negara ini. Dan kita bersyukur Indonesia dipimpin oleh Presiden Jokowi yang revolusioner. Sangat membanggakan.”ungkap Arya Wedakarna yang juga President The Sukarno Center Tampaksiring ini. Iapun mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat yang telah memberikan perhatian kepada Bali khususnya dalam persiapan infrastruktur dalam rangka menyambut 32.000 delegasi di IMF WB Annual Meeting ini. “Pertemuan ini telah menciptakan perputaran uang hingga Rp 5, 7 Triliun, tingkat ekonomi Bali naik dari 5,9 % hingga 6,5 % ditahun 2018, ada 200.000 tenaga kerja diberbagai sektor yang terdampak langsung, belum lagi selesainya Patung Garuda Wisnu Kencana    ( GWK ) yang begitu spektakuler, bantuan penataan TPA Suwung, penambahan lahan parkir pesawat di Airport ngurah rai dan juga underpas by pass Ngurah Rai. Terimakasih. “ungkap Gusti Wedakarna. Selanjutnya, serangkaian dengan IMF World Bank Annual Meeting, Senator Arya Wedakarna meluncurkan platform Bali Initiative For Economic Global Partnership. ( BIFEGP )  “Saya akui tidak semua program IMF dan Wolrd Bank sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia, tapi tugas sebagai generasi muda modern, harus pintar bergaul ditataran internasional. Bali bisa bertahan hanya lewat jalur diplomasi. Bali Initiative For Global Economic Partnership yang saya pimpin ini akan menindaklanjuti kepentingan Bali dan Indonesia dipanggung dunia khusus dibidang kaderisasi calon ekonom dunia.  Didalamnya akan banyak ekonom muda Bali, para sarjana, master dan doktor yang hebat hebat yang akan disiapkan untuk mengisi ruang diplomasi internasional. Tidak boleh lagi ada orang Bali menjadi penonton didaerah sendiri. Satu satunya jalan adalah Jnana. This is Satyagraha“ungkap Gusti Wedakarna yang juga Warga Kehormatan Amerika Serikat ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *