Categories Internasional

WEDAKARNA APRESIASI KEHADIRAN ORANG TERKAYA DI CHINA SAAT IMF-WORLD BANK SUMMIT

SATYAGRAHA – Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Menyambut Kedatangan Jack Ma ( Orang Terkaya di China )

SENATOR DUKUNG PENDIRIAN JACK MA INSTITUTE OF ENTREPRENEUR  

“Jika ingin menjadi orang besar, bergaulah engkau dengan orang besar. Jika ingin menjadi orang hebat maka masuklah dalam komunitas yang hebat.” demikian saat satu pesan dari Founding Father Indonesia, Presiden Dr. Ir. Sukarno  yang coba terus diteladani oleh Senator DPD RI Termuda dari Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Disetiap kesempatan, jauh sebelum menjadi pejabat negara, melalui lembaga The Sukarno Center Tampaksiring, Shri Arya Wedakarna menjadi tokoh Bali yang dikenal banyak memiliki jaringan internasional termasuk pergaulan dengan tokoh dunia. Hal ini ia tunjukkan ketika menyambut kedatangan orang terkaya nomer 2 di Republik Rakyat Tiongkok ( China ) dan salah satu orang terkaya di dunia yakni Jack Ma ( Founder Alibaba Grup ) yang hadir di IMF World Bank Annual Meeting 2018 di Nusa Dua. Kehadiran Jack Ma di Bali, bukan saja diapresiasi oleh pemerintahan Joko Widodo, tapi juga menjadi perhatian delegasi internasional. Pandangan akan pentingnya kehadiran Jack Ma di Indonesia disampaikan oleh Senator Arya Wedakarna ( AWK ). “Jack Ma telah diangkat menjadi Ketua Penasihat E-Commerce untuk Presiden Joko Widodo. Ini bagus sekali. Beliau juga hadir diacara Asian Games di Jakarta sebagai wujud persiapan Asian Games berikutnya di China. Dan sekarang hadir di Bali, dan tentu ini membawa dampak positif bagi Bali. Kehadiran Jack Ma membawa simbol kebangkitan Asia, hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok. Hanya dibawah Presiden Joko Widodo Indonesia bisa begini. Saya sebagai wakil rakyat Bali sangat mengapresiasi. “ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan ide dan gagasan Jack Ma akan mendirikan Kampus Jack Ma Institute Of Entrepreneur di Indonesia, disambut baik oleh Senator Arya Wedakarna. “Saya mendukung ide beliau. Ini akan menjadi kebangkitan Indonesia dibidang e-commerce ekonomi digital dan juga ilmu ekonomi Indonesia. Apapun untuk Jnana Yadnya akan kita dukung. Secara kultural ada kedekatan Indonesia dan China dari sisi historis Siwa Buddha. Ini akan mempermudah diplomasi pendidikan dan kebudayaan. Ini juga mengingatkan peran Bung Karno dalam poros Jakarta – Pekking yang menginspirasi. Ini revitalisasi hubungan Indonesia – Tiongkok.”ungkap Arya Wedakarna. Ditanya tentang masa depan hubungan ekonomi antara Indonesia dan China, Senator Arya Wedakarna menyampaikan bahwa dalam politik bebas aktif, Indonesia bebas bergaul dengan negara apapun, selama untuk kepentingan Indonesia. “Kita harus tiru bagaimana Bung Karno memainkan peran yang baik dalam masa perjuangan. Bung Karno itu bersahabat dengan China, Uni Soviet tapi  juga dekat dengan Amerika Serikat. Prinsipnya adalah “Indonesia First” dan “National Interest”. Tidak ada kata lain selain bagaimana memanfaatkan jaringan dunia untuk kesejahteraan kaum Marhaen. Jangan lupa, saat ini justru negara luar yang perlu dengan Indonesia. Kita punya 263 juta penduduk, negara terbesar di ASEAN, pangsa pasar produknya luar biasa, sumber daya manusia terjangkau, sumber daya alam juga melimpah. Indonesia salah satu negara dengan pengguna Medsos terbesar didunia dan stablititas keamanannya relatif terjaga. Jadi bukan Indonesia perlu asing ya, kita balikk pola pikirnya, jadi asing yang perlu Indonesia. Sifat superior dan percaya diri ini yang harus ditanamkan dan dijaga oleh seluruh komponen bangsa. Jangan menjadi WNI yang inferior dan tidak percaya diri. Apalagi orang Bali, saya minta tanamkan karakter bahwa orang Bali adalah First Class Citizen tidak saja di Indonesia tapi didunia, tentu first class karena karakter baik dan budaya Hindu yang adihulung. Ini kita jaga dan This Is Satyagraha. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali.  ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *