Categories HinduNasionalSatyagraha

SIDAK UN, KAGET LIHAT LAMBANG NEGARA PANCASILA DITUTUPI KERTAS

SIDAK – Senator RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Meninjau Salah Satu SD di Denpasar usai pelaksanan UN

WEDAKARNA SIAPKAN GERAKAN KANTIN SUKLA DISELURUH BALI

Kaget, begitulah ekspresi peraih suara terbanyak Pemilu DPD RI 2014, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat menemukan fakta bahwa lambang negara Pancasila yang terpasang di kelas dan ruang ujian nasional ( UN ) ditutupi oleh pihak sekolah. Menurut Senator termuda asal Bali ini, seharusnya lambang negara Pancasila tidak menjadi sasaran atas nama takut dicontek oleh siswa. “Sebagai penjaga konstitusi, saya sebagai bagian dari MPR RI punya pandangan seharusnya tidak perlu sampai membalik Lambang Garuda dan Foto Presiden RI. Toh juga tidak mudah dicontek. Tadi saya tanya alasan kepada sejumlah kepala sekolah,apakah ada surat edaran dan aturan hukum yang mewajibkan membalik foto Garuda, dan ternyata tidak ada aturan resmi. Saya minta agar lambang Garuda Pancasila tidak lagi disembunyikan, diturunkan ditutupi kertas koran atau dibalik. Justru saat UN itu letak cita bela negara siswa terhadap Pancasila. Jadi jangan ada lagi De-Pancasilaisasi walau cuma seminggu waktu UN. Nanti saya tegur Kepala Dinas Pendidikan. Ini bisa dianggap pelecehan karena ada diruang publik yakni sekolahan.”ungkap Gusti Wedakarna. Selain meninjau pelaksanaan UN, Gusti Wedakarna juga menyidak sejumlah kantin di sekolah SD dan masih menemukan sejumlah makanan yang dianggap tidak suci dan bersih menurut agama Hindu ( Sukla ). “Saya himbau agar kantin –  kantin sekolah di Bali agar secara tegas menolak ajengan dan makanan yang tidak dikelola dengan suci dan baik menurut agama Hindu. Sukla itu bukan masalah babi non babi, tapi masalah proses yang suci termasuk juga bahan – bahannya. Kita kan bisa periksa mana saja makanan yang memakai zat pewarna, zat kimia berbahaya, dan juga bahan – bahan yang terbuat dari Sapi ( Hewan Suci Hindu ) misalkan yang seharusnya tidak boleh masuk kantin. Juga kita khawatir ada makanan yang dikelola dengan proses yang kotor dan tidak bersih. Saya ingin segera kantin sekolah dirapikan. Percuma anak – anak kita sekolah tinggi  tapi badan mereka akan mudah kena penyakit gara – gara makanan yang tidak baik. Saya akan gandeng instansi terkait untuk mensosialisasikan hal ini  mulai tahun ajaran baru ini. “ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga menilai bahwa kedepan, tingkat wawasan keluarga di Bali harus lebih digalakkan terkait kesucian makanan. “Saya minta pada orang tua di Bali, untuk mengatur gaya hidup dan pola makan anak – anaknya. Beri arahan, jadi teladan dan beri nasihat agar biasakan berbelanja di warung Bali, warung yang ada plangkiran dan makanan yang sudah diperciki tirta Melanting  oleh penjualnya. Saya yakin, kalau orang Hindu berjualan, maka akan sesuai dengan pakem agama dan budaya yang baik. Berbelanja disemeton akan membantu yadnya bagi Bali. Bagi para pengusaha Bali, ada potensi puluhan milyar dari transaksi kantin – kantin yang ada. Semoga ada kesadaran agar generasi suku bangsa Bali kuat dan sehat. “ungkap Gusti Wedakarna. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *