Categories BudayaHindu

WEDAKARNA PERTEGAS BAHWA CALON PEMIMPIN MUDA HARUS MEMILIKI KECERDASAN AKADEMIK 

PEPRANIAN – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Panitia Seminar di Universitas Hindu Indonesia dan Univesitas Udayana

SENATOR RI BERI SEMANGAT MAHASISWA DI UNUD DAN UNHI

Senat Fakultas Pendidikan Agama dan Seni Universitas Hindu Indonesia ( Unhi ) kembali menggelar Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar ( LKMM-TD ) dengan menghadirkan pejabat negara, Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Dalam acara yang dimoderatori oleh Ida Bagus Purwa Sidemen,S.Ag, M.Si, mengambil tema : Eksistensi Kepemimpinan Pemuda Hindu Di Era Politik Modern.Selain dihadiri oleh Senat Mahasiswa dan BEM, acara juga dihadiri oleh Wakil Dekan, para Dosen dan peserta LKMM-TD. Pujian atas inisiatif dari mahasiswa UNHI untuk kegiatan ini, disampaikan oleh Senator Arya Wedakarna ( AWK ), yang menyatakan bahwa kultur bergaul dengan orang orang besar harus dibiasakan sejak mahasiswa menjadi aktivis, karena berani mendengar, berdebat dan juga membagi pemikiran adalah ciri – ciri dari calon pemimpin bangsa. “Saya senang UNHI me ngangkat tema ini, justru sebenarnya tema ini diangkat harusnya oleh Sekolah Ilmu Politik atau Fakultas Politik, tapi jika mahasiswa Unhi mengangkat tema seperti ini, artinya ada jiwa jiwa revolusioner dalam diri Senat Mahasiswa Unhi. Ingat pesan Bung Karno, bahwa jika ingin menjadi orang besar, maka engkau harus bergaul dengan orang besar. Dan jika ingin menjadi orang hebat, maka anak muda Indonesia harus masuk dalam institusi yang hebat. Dan semoga alumni UNHI menjadi anak anak muda yang hebat bagi Bali dan bangsa. “ungkap Senator Wedakarna. Hal senada juga ia sampaikan saat menjadi pembicara di Universitas Udayana beberapa waktu lalu di Kampus Bukit Jimbaran, bahwa kedepan hanya anak anak muda yang sudah melalui kawah candradimuka organisasi yang akan mudah menemukan jalan menjadi pemimpin bangsa, mengingat kepemimpinan itu bisa dilatih sejak muda dari wadah organisasi.
“Unud didirikan Bung Karno pada tahun 1962. Dan kewajiban dari almamater Unud untuk tetap menjaga roh NKRI yang ada dalam diri Universitas Udayana ini. Dan peran organisasi adalah sangat krusial, organisasi bisa membentuk karakter seseorang sehingga siap menjadi calon pemimpin. Semoga semakin banyak pemimpin muda lahir dari nama besar Unud. “ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga meminta agar generasi muda Bali tidak hanya puas berpendidikan hingga S1, tapi bisa berpendidikan hingga jenjang yang lebih  tinggi. “Agama Hindu sudah mengajarkan filosophy kepemimpinan lewat Nitisastra, Itihasa Ramayana dan Mahabarata. Hindu adalah agama dengan kitab suci politik terlengkap dan mari kita jadikan pedoman membangun bangsa. Dalam Mahabarata Resi Drona sebagai guru  pada Pandawa dan Kurawa selalu  menegaskan satu hal, bahwa untuk menjadi pemimpin Hastinapura, maka para Ksatria Dinasti Kuru harus pintar , cerdas dan berpendidikan tinggi serta melalui proses pendidikan ilmu perang. Rsi Drona tegas bahwa jika ada ksatria yang tidak mampu mengikuti aturan, maka jawabannya hanya mundur, keluar dan meminggirkan diri dari medan perang. Dan itu sangat relevan dengan kondisi saat ini. Maka dari itu, saya setuju jika ada mahasiswa ingin jadi pemimpin politik di Bali dan Indonesia, kuncinya ayo sekolah sampai Sarjana minimal S1, tidak boleh hanya tamatan SMA/SMK saja. Kenapa ? Karena menjadi pemimpin, kalian akan menyusun Draft Legislasi, pemimpin mendiskusikan RAPBN /APBN yang  jumlahnya Trilyunan Rupiah, pemimpin akan mengeluarkan produk hukum kebijakan untuk rakyat banyak dan pemimpin harus pintar menghadapi tekanan asing alias jago debat. Semua perlu kecerdasan dan  itu ada dalam kampus.  Tiru saja Bung Karno, sampai bersusah payah sekolah jadi Insiyur di ITB Bandung dan beliau meraih 26 gelar Doktor Honoris Causa. Begitu juga Presiden Jokowi yang lulusan Insiyur di UGM Yogya. Kita tegas saja, pemimpin bangsa harus pinar secara akademik, dan beruntunglah kalian yang bisa mengenyam pendidikan S1. Ini tentu karena pemikiran orang tua anda revolusioner bisa sekolah anak hingga ke Perguruan Tinggi. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendadatta ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *