Categories Satyagraha

DR. ARYA WEDAKARNA DUKUNG PENDIRIAN SEKOLAH UNTUK CALON BARISTA

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Saat Menghadiri Event Coffee dan Competition Karye Art di The Stones Kuta 

SENATOR RI HADIRI EVENT COFFEE DAN COMPETITION LATTE ART DI THE STONES ENTERTAINMENT KUTA 

Dahulu kopi di identikan dengan para orang tua atau orang yang sudah berumur, tempatnya juga identik dengan warung sederhana dan rata-rata di gemari oleh masyarakat menengah ke bawah untuk hanya menikmati kopi hitam sederhana, namun untuk menikmati kopi dengan rasa dan tempat yang bagus masyarakat harus merogeh kocek lebih dalam dan keberadaannya yang masih terggolong jarang. Namun semakin hari semakin marak dan seolah seperti jamur yang tumbuh subur di musim penghujan semakin banyak café yang menyediakan kopi dengan harga terjangkau yang akhirnya banyak di gandrungi oleh kaum muda. Tak hanya sebagai konsumen, generasi muda saat ini juga banyak yang terjun sebagai pengusaha di bidang kopi dengan membuka café-café modern yang instagramabble untuk kaum milineal, sehingga para pecinta kopi tidak hanya dapat menikmati kopi tetapi mendapatkan suasana tempat yang bagus dan nyaman. Tampilan dalam penyajian kopi juga semakin kreatif, di tangan-tangan seorang peracik kopi atau biasa disebut Barista, kopi tidak hanya dinikmati begitu saja tapi juga mempunyai tampilan yang unik yang disebut dengan Lattee Art.  Seni menghias di atas secangkir espresso dengan bahan dasar minuman cappuccino dan cafe latte yang membuat kita enggan untuk meminum kopi tersebut karena tampilannya yang unik dan bagus. Untuk menambah kemampuan kreatifitas dan sebagai ajang silakrame sesama barista Bali Lattee Art juga di kompetisikan, seperti saat ini Dr. Arya Wedakarna menghadiri Competition Lattee Art Coffee di The Stones Entertainment Kuta yang diselenggarakan oleh komunitas Barista yaitu Bastard Bali. Alexander Prasetyo selaku Ketua Panitia menyampaikan terimkasihnya kepada DPD RI khususnya bapak Arya Wedakarna karena sudah mensupport kegiatan ini baik secara kelembagaan maupun secara pribadi, kedepan pejabat seperti ini lah yang dibutuhkan oleh para generasi muda yang mau mengayomi, mendengarkan dan mendukung kreatifitas anak muda khususnya yang menekuni seni meracik kopi”, sebut Alex (Ketua panitia acara). Menanggapi hal tersebut Dr. Arya Wedakarna menyampaikan apresiasinya terhadap generasi muda Bali yang sudah berani menyelenggarakan kegiatan positif dengan support yang minim dan dana yang dihimpun secara kokektif dengan semangat idealisme seorang pecinta kopi akhirnya acara ini dapat terselenggara dengan baik. Beberapa waktu lalu 3 anak muda dari panitia memberanikan diri menghadap saya dikantor, mereka menyampaikan bahwa ingin mengadakan kompetisi Lattee Art, walaupun sudah beberapa kali di selenggarakan tetapi selama ini nyaris tidak ada dapat dukungan dari pihak manapun termasuk pemerintah. Mendengar hal tersebut saya menjadi tergerak, kenapa kegiatan positif dan kreatif yang di gagas oleh anak-anak muda ini kurang mendapat perhatian padahal mereka adalah anak-anak muda yang potensial dan kreatif sayang sekali apabila tidak dirangkul. Makanya kemudian saya sampaikan waktu itu, ya sudah, jalankan saja percaya diri saja, saya dari Lembaga Negara DPD RI mendukung kegiatan tersebut dan mendorong agar nantinya kompetisi semacam ini dapat menjadi ajang tahunan yang astungkare dapat di anggarkan oleh pemerintah provinsi Bali dan di tingkatkan levelnya menjadi skala nasional maupun internasional yang dapat menarik wisatawan datang ke Bali”, jelas Dr. Arya Wedakarna.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *