Categories BudayaSatyagraha

SHRI ARYA WEDAKARNA MINTA SEGERA BANGUN “SANGGAR KEMALIK” DI PURA PENATARAN RINJANIN

UPASAKSI –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Serahkan Bantuan Perbaikan Wihara Ke Umat Buddha dan Perbaikan Pura Ke Umat Hindu di Lombok

SERAHKAN PRASASTI BALE BELEQ DI KAMPUNG BUDDHA LOMBOK UTARA   

Untuk memberikan semangat kepada masyarakat Hindu Buddha di Lombok akibat Gempa yang terjadi beberapa waktu lalu, akhirnya Senator DPD RI Dr Shri I Gusti  Ngurah Arya Wedakarna MWS III turun ke sejumlah titik gempa yang terparah di Lombok, diantaranya meninjau korban gempa di Desa Pemenang Lombok Utara dan juga sebagian wilayah pura di Mataram, NTB sambil membawa  bantuan yang digali dari berbagai acara penggalangan dana masyarakat Bali. Dengan menggandeng sejumlah lembaga yakni The Hindu Center Of Indonesia, Badan Dana Punia Hindu Nasional ( BDPHN ) dan BEM Universitas Mahendradatta  ( d/h Marhaen ) Denpasar, terkumpul dana sekitar Rp 61.900.000, pihak panitia penggalian dana diwakili oleh Nyoman Shindu Gautama,SH ( THCI ), Kadek Adi Swastika ( BDPHN ), Mertayasa ( BEM Unmar )  menyerahkan bantuan kepada Pengempon Pura Penataran Agung Rinjani dan Wihara Buddha  Lombok Utara. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh ratusan masyarakat di Dusun Jeliman Ireng Desa Pemenang Timur Kab.Lombok Utara Prov NTB, Senator Wedakarna disambut oleh tokoh adat dan sesepuh umat Buddha di Lombok, termasuk kehadiran Suliarna,Sag, MPD ( Pembimas Budha  Kementrian Agama Provinsi NTB ), Wayan Sukawan ( Direktur The Hindu Center NTB ), Metawadi,S.Ag ( Sanggar Seni Bodhi Dharma ), dan puluhan  tokoh Hindu dan Buddha lainnya. Dalam kesempatan di Desa Pemenang Timur, Senator Wedakarna menyerahkan Prasasti Bale Beleq yang merupakan simbol leluhur umat Buddha di Desa Pemenang Lombok Utara sembari memberikan semangat kepada umat Buddha setempat. “Dari laporan umat kepada saya, umat Buddha di Lombok Utarara adalah mayoritas kedua jumlahnya dan umat Buddha disini diyakini sebagai bagian dari suku sasak asli. Ini aset bangsa yang luar biasa. Selama ini citra umat Buddha di Indonesia banyak yang dianggap keturunan Tionghoa, tapi ternyata ada suku asli Nusantara yang bertahan beragama Buddha. Semoga semangat umat Buddha dalam menjalankan agama tetap tinggi, walau banyak wihara Buddha yang hancur dalam gempa bumi Agustus silam. Saya dorong pemerintah pusat dan juga pemerintah didaerah memberikan perhatian setara untuk umat Buddha disini.”ungkap Gusti Wedakarna. Hal senada juga diungkapkan oleh Senator Arya Wedakarna saat bertemu pengempon Pura Penataran Agung Rinjani dan tokoh Hindu NTB di Wantilan Pura Gunung Sari Mataram. Dalam kesempatan usai menjadi upasaksi dalam penyerahan Bantuan Dana Punia kepada Pura Penataran Rinjani, Shri Arya Wedakarna menyampaikan sejumlah nasihatnya yakni 1) Agar pengempon Pura membangun “Sangkar Kemalik” yang bertempat di Madyaning Mandala Pura Penataran Agung Rinjani, mengingat penghormatan terhadap leluhur di Lombok adalah kewajiban termasuk hormat pada suku bayan. Wedakarna meyakini musibah demi musibah yang melanda Pura Rinjani bisa jadi karena syarat / dresta lokal tidak dipatuhi 2) Wedakarna juga meminta agar 14 pelinggih yang hancur di area Pura Penataran agar arsitekturnya disesuaikan dengan arstitektur lokal dan tidak menggunakan konsep ke Bali – Balian. Penghargaan terhadap budaya lokal adalah bagian dari sikap Pancasilais. Bisa jadi kejadian hancurnya Pura Rinjani karena “Ida Sesuhunan” tidak berkenan untuk melinggih dipelinggih yang lama. 3) Hancurnya Pelinggih Ratu Subandar, diharapkan menjadi momentum untuk melinggih Dewi Anjani ( Penguasa Gunung Rinjani ). Wedakarna meminta agar ditempatkan Ista Dewata yang berstana ditanah Lombok sebagai prioritas. “Dana Punia ini agar dipakai untuk membangun Sanggar Kemalik disana. Nanti Desember saya akan hadir untuk memeriksa kembali kondisi Pura Penataran Rinjani. Mohon pertanggungjawabkan dana umat dengan sebaik baiknya. Semoga ini membantu umat Hindu yang ada di Lombok. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Presiden The Hindu Center Of Indonesia ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *