Categories HinduSatyagraha

SHRI ARYA WEDAKARNA MINTA MASYARAKAT BALI DUKUNG KINERJA KPUD DAN BAWASLU

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Bupati Bangli, KPU Provinsi, KPU Kabupaten, Bawaslu dan Lintas Parpol di Pura Kehen Bangli

HADIRI PERSEMBAHYANGAN BERSAMA KPUD DI PURA KEHEN BANGLI 

Sesungguhnya, tanggung jawab untuk menghasilkan Pemilu yang berkualitas dan berintegritas tidak saja ada ditangan KPU dan Bawaslu, tapi peran masyarakat Indonesia juga sangat penting dalam berpartisipasi dalam hajatan politik pesta demokrasi. Indonesia harus berkomitmen untuk mengadakan Pemilu 2019 untuk memilih Presiden / Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten / Kota, sesuai dengan koridor UU dan aturan baku, sehingga Indonesia akan dikenal oleh sejarah dunia sebagai pusat demokrasi terbesar. Demikian diungkap oleh Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III ditemui usai menghadiri upacara persembahyangan di Pura Kehen Bangli yang diadakan oleh KPUD Bangli. Acara dihadiri oleh Bupati Bangli, Komisioner KPUD Provinsi, Ketua KPUD Bangli, Bawaslu, Caleg dan Partai Politik di Bangli. Komitmen untuk menjaga Pemilu yang aman dan  tertib pun disampaikan oleh Arya Wedakarna. “Sebagai calon peserta Pemilu 2019, saya memuji upaya yang dilakukan oleh KPUD Bangli untuk mengadakan pesembahyangan di Pura Kehen Bangli. Dalam sejarah, Pura Kehen ini memiliki kekuatan dalam hal dunia pemerintahan, apalagi sekarang bertepatan dengan Pujawali.. Ini kegiatan positif, dan menengakkan komitmen dihadapan niskala agar Pemilu 2019 bisa berjalan damai. Sebagai umat Hindu, kita percaya bahwa tanpa peran niskala maka tidak akan adan jalannya program dengan lancar. Ini mengingatkan kita bahwa, ada sesuatu yang lebih penting daripada hanya sekedar konstelasi politik dan perebutan kursi, yakni menjaga kedamaian Indonesia khususnya Bali. Itu yang utama. “ungkap Dr. Arya Wedakarta yang kini merupakan anggota DPD RI aktif. Iapun meminta kepada masyarakat Bali khususnya untuk membantu kinerja KPU dan Bawaslu, mengingat selama ini Bali selalu menjadi teladan akan pelaksanaan pesta demokrasi yang tertib dan damai. “Semakin kesini, peraturan KPU terkait dengan teknis Pemilu saya perhatikan semakin baik. Ketegasan akan sikap terhadap peserta Pemilu juga baik. Misalkan, saya mendukung peraturan  tentang calon DPD RI yang tidak terlibat dengan Partai Politik, juga terkait dengan pengaturan masa kampanye yang ketat, serta komitmen No Hoax, No SARA dan No Money Politics. Yang saya suka juga pengaturan tentang pemasangan Baliho dan Spanduk yang semakin rapi. Ini bagus agar Pemilu tidak menghasilkan sampah plastik, dan juga tata kota bisa terjaga. Saya sudah ikut Pemilu sejak 2004, 2009 dan 2014, dan Pemilu 2019 ini aturan aturan semakin rapi. Dan masyarakat harus mendukung, Begitu juga dengan peran Bawaslu, Bawasda dan Panwas diseluruh jenjang, kita berharap bisa menjalankan tugas dengan sebaik baikknya. “ungkap Arya Wedakarna. Terkait dengan tanggapan bahwa kampanye Pemilu 2019 dirasa bisa biasa saja, ditanggapi positif oleh Arya Wedakarna. “Pemilu serentak ini adalah hal yang baik dan positif. Jangan sampai energi Indonesia habis untuk mengurus Pemilu. Kita doakan agar Pemilu serentak Pilpres dan Legislatif ini berlangsung aman dan damai. Pemilu akan Cuma alat demokrasi, bukan tujuan demokrasi. Kalau  demokrasi Indonesia tentu bertujuan agar Berdaulat Bidang Politik, Berkepribadian Ekonomi dan Berkepribadian Kebudayaan ( Tri Sakti ) dan tentu kesejahteraan masyarakat. Saya justru senang dengan Pemilu yang cenderung adem, tanpa gegap gempita, tidak ada spanduk yang jor joran serta semangat mengedepankan kesantunan politik. Jadi masyarakat  harus menganggap bahwa Pemilu adalah hal yang biasa biasa saja, bukan sesuatu yang luar biasa. Ini juga saya harapkan diantara para Partai Politik, para Caleg agar tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan, karena kebersatuan Indonesia adalah diatas segala galanya. Dan cara KPUD di Bali mengadakan acara dengan nuansa Spiritual seperti di Bangli ini saya dukung, makanya saya hadir, karena jati diri kita sebagai orang Bali harus ditonjolkan.Selamat Bekerja untuk kawan kawan di KPUD dan Bawaslu serta Panwas. “ungkap Arya Wedakarna yang meraih nomer urut peserta 42 dikertas suara Pemilu DPD RI tahun 2019. ( Humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *