Categories BudayaHinduSatyagraha

TIRU JOKOWI GRATISKAN SURAMADU, WEDAKARNA MINTA GUBERNUR BALI GRATISKAN BIAYA TINGGI BERKESENIAN DI ART CENTER

SATYAGRAHA  – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Ibu Suastini Putri Koster ( Istri Gubernur Bali ) menyapa dan membeli lukisan I Gusti Arya ( Seniman Disabilitas ) di Art Center dan AWK bersama seniman  dipameran seni di Kuta Badung

SENATOR RI HADIRI DUA PAMERAN ARC BALI DAN VIDYADIVA 

Perhatian Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terhadap budaya dan seni baik seni klasik dan kontemporer menjadikan sosok Senator Arya Wedakarna ( AWK ) sebagai wakil rakyat paling kerap diundang dalam acara acara seni di Bali. Kedekatan dan pergaulan dengan banyak sanggar seni di Bali termasuk para seniman, menjadikan lembaga DPD RI sebagai lembaga negara yang banyak menyerap aspirasi dari seniman Bali. Dan harapan agar pemerintahan satu jalur baik dipusat dan didaerah dalam hal Tri Sakti yang berkepribadian dalam bidang budaya agar pro terhadap seniman, agar semakin menempatkan seniman sebagai subjek dari pembangunan. Demikian diungkap Senator AWK saat hadir di Art Center saat pembukaan Pameran Lukisan Perempuan Vidyadiva yang salah satunya didukung oleh Bhakti Pertiwi Jati ( BPJ ). “Tiang melihat pameran pelukis perempuan ini sebagai wujud pemikiran kaum revolisioner kaum seniman Bali. Selama ini banyak seniman pemula yang terkendala masalah  teknis dalam berkarya. Sebut saja, dalam beberapa pameran mereka harus iuran gotong royong untuk menyewa gedung, belum lagi harus mencetak katalog, mengorganisasi acara seremoni dan hal teknis lainnya. Salah satu yang paling sering dikeluhkan seniman, adalah biaya sewa gedung pameran, dan panggung di Art Center Denpasar yang mencapai jutaan rupiah perhati. Ini tidak sehat dan saya minta Gubenur Bali untuk tidak meniru kebijakan pemimpin Bali sebelumnya. Ini harus direvolusi dan harapan seniman agar biaya sewa gedung di Art Center bisa digratiskan. Jangan sampai seniman pemula bingung mencari tempat beracara karena tidak ada biaya. Bisa dicontoh Presiden Jokowi, yang menggratiskan biaya  tol Suramadu, karena pemasukan daerah dibanding dengan manfaat secara kreatifitas tidak sebanding. Pemprov Bali dengan APBD diatas Rp 5 Trilyun seharusnya tidak usah mencari untung lewat hal hal begini. Semoga bisa digratiskan atau minimal tidak semahal sekarang, Gubernur harus percaya diri seperti Bung Karno yang pro terhadap seniman. “ungkap Arya Wedakarna. Hal yang sama ia sampaikan juga saat menjadi tamu kehormatan dari acara Pameran Seni dan Kompetisi Seni “Arc Bali” di Kuta Badung yang diadakan oleh Gurat Institute dan Richstone Art Design, yang mana Senator AWK mengapresiasi kegiatan perdana yang diadakan oleh pengusaha seniman yang peduli dengan Bali. “Saya puji Discovery Shopping Mall ini memberikan tempat gratis untuk berpameran dengan posisi strategis. Seharusnya pusat perbelanjaan di Bali ini melakukan kebaikan seperti ini. Jangan melulu Cuma urusan bisnis, luangkan space untuk para seniman kita. Dan kepada Bapak Ketut Putra Yasa asal Kuta, beliau adalah sahabat saya sejak 20 tahun lalu. Kini sudah menjadi seniman dan pengusaha hebat. Semoga kebaikannya akan membuka jalan untuk rejeki rejeki yang lain. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. Iapun berharap baik pemerintah dan juga pihak swasta agar lebih pro terhadap seni budaya sesuai dengan cita cita Bung Karno. “Coba lihat zaman Bung Karno, walau keadaan bangsa sedang susah, tapi perhatian terhadap seniman luar biasa. Seniman lukis, seniman patung, seniman tari, seniman sastra dan lainnya mengalami kejayaan karena Bung Karno adalah pecinta seni. Dizaman itu maestro tumbuh berkembang dengan baik, karena diangkat, difasilitasi, digratiskan tempat berkarya bahkan Istana Presiden dijadikan galeri seni, termasuk seniman dikenalkan dengan orang orang hebatnya dunia, sehingga maestro bangsa diakui oleh internasional. Sekarang sulit mencari pemimpin seperti Bung Karno, dan mereka tidak sadar jika tanpa seni dan budaya, maka bangsa ini termasuk Bali tidak ada apa apanya. Semoga seniman – seniman Bali yang sedang berjuang ini bisa diayomi. Tugas DPD RI adalah menjembatani. This is Satyagraha “ungkap Shri Arya Wedakarna. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *