Categories BudayaHindu

SHRI GUSTI WEDAKARNA PUJI ASET SEJARAH YANG TETAP TERJAGA SESUAI UU CAGAR BUDAYA

Foto – Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Senator RI Utusan Provinsi Bali) Bersama Tokoh Adat dan Masyarakat Adat Usai Menghadiri Acara Ngusaba Desa & Nini 

HADIRI ACARA NGUSABA DESA & NINI DI PURA SEGARA DESA PAKRAMAN KUSAMBA DAWAN KLUNGKUNG

SEJARAH Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE, (MTru), M.Si Anggota DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali memenuhi undangan acara Ngusaba Desa & Nini Desa Pakraman Kusamba Dawan Kabupaten Klungkung, kedatangan Shri Gusti Wedakarna pun disambut baik oleh A.A Gede Raka Swastika (Bendesa Adat Kusamba), I Nengah Sumbanaya (Petajuh), I Made Arsana (Petengan), I Dewa Gede Antara (Penyarikan), I Ketut Subrata (Baga Pawongan), I Ketut Tangin (Baga Pelemahan), A. A Mayun Satwa Dama (Baga Prahyangan) beserta masyarakat Adat yang hadiri di Pura Segara Desa Pakaraman Kusamba. Pada kesempatan yang berbahagia itu ucapan terima kasihpun disampaikan oleh petinggi Desa Pakraman Kusamba karena sudah berkenan hadir diacara Ngusaba Desa & Nini. Pura yang memiliki nilai sejarah itupun dianggap unik oleh Shri Arya Wedakarna, karena berdasarkan informasi yang ia dapat di Pura itu setiap menjelang siang hari ada kumpulan lebah madu yang berkumpul diatas pasir madyaning Pura, maka masayarakat adat menyebutnya dengan Segara madu, hal itu dipercaya karena keunikannya, tidak cuma itu Pura Segara itu juga menyiman sejarah Candi Bentar yang terbuat dari batu karang, bahan itupun dianggap langka karena saat ini tidak boleh lagi membuat berbahankan batu karang, situs bersejarah itupun dibuat pada Tahun 1979 dengan arsitektur yang ada Mudra berbentuk Mahkota Ratu Welhemina, bisa jadi menurut Dr. Gusti Wedakarna gaya itu merupakan gabungan antara ciri kas Klungkung dengan ciri kas Eropa. Dari hitung-hitungan semenjak dibuatnya situs itu, sekitar 11 Tahun situs tersebut genap berumur 50 Tahun, maka sesuai UU Cagar Budaya menurut Dr. Gusti Wedakarna selaku Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, meminta agar situs itu dilindungi, jangan sampai diganti ataupun mengubah bentuk aslinya, karena ia sampaikan, jika bangunan situs itu berumur 50 Tahun sesuai UU No. 10 Tahun 2011 Tentang Cagar Budaya akan mendapatkan status warisan budaya, sehingg sesuai amanat UU situs Candi Bentar dapat didaftarkan menjadi situs warisan budaya,’’Saya bangga umat Hindu sudah sangat cerdas untuk menjaga peninggalan leluhur, kedepan Saya berharap situs ini tetap terjaga tanpa ada perubahan dari bentuk aslinya, pesan Saya juga jangan sembarangan merubah ataupun mengganti situs bersejarah, karena situs bersejarah merupakan aset Negara yang tidak dapat diukur dengan materi,’’Ungkap Shri Gusti Wedakarna. Diakhir dirinya memberikan semangat kepada masyarakat adat Kusamba untuk selalu menjaga kualitas garam, karena sejauh ini kualitas garam yang diproduksi Desa Adat Kusamba dikategorikan garam dengan kualitas  SUKLA, hal itu ia sampaikan dikarenakan sejauh ini masyarakat di Desa Pakraman masih banyak masyarakat yang memproduksi garam dan menjadi Nelayan. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *