Categories BudayaHinduSatyagraha

TEGUR TIGA WILAYAH, SENATOR WEDAKARNA MINTA LAMPU PENERANG JALAN BY PASS MANTRA SEGERA DIPERBAIKI

SATYAGRAHA – Shri I Gst Ngrh Arya Wedakarna MWS saat meresmikan asosiasi Bus Bali Driver disela sela RDP LPJ di Dishub Bali

GELAR RDP DI KAADISHUB BALI , RESMIKAN BUS BALI DRIVER ( BBD )

Senator DPD RI Utusan Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III sampai sampai harus turun tangan mengadakan pertemuan RDP terkait dengan aspirasi masyarakat Bali khususnya pengguna jalan By Pass Ida Bagus Mantra terkait dengan kondisi jalan yang gelap gulita disejumlah titik. Hal ini terekam dalam pertemuan di Kantor Dishub Prov Bali dan dihadiri langsung oleh sejumlah pihak diantaranya Balai Pemerihara Transportasi Darat ( BPTD ) Wil XII Kementrian Perhubungan RI,  Dishub Kota Denpasar, Kab Gianyar, Kab Klungkung, Organda, PLN dan juga asosiasi sopir Bali Bus Driver ( BBD ). Dalam pertemuan itu, Senator Wedakarna mendapat laporan jika hampir 90 % atau hanya 102 titik lampu penerangan jalan di By Pass Mantra yang menyala dari sekitar 1045 titik lampu. Selain meminta penjelasan dari BPTD, Senator AWK juga meminta klarifikasi langsung dari Dishub Denpasar, Klungkung dan Gianyar, terkait SOP pemeliharaan maksimal yang bisa dilakukan oleh kabupaten / kota. “Kita – kita yang pejabat ini paham bahwa By Pass Mantra itu adalah jalan nasional, dibawah tanggung jawab negara dan ada keterbatasan Kabupaten./ Kota melakukan pemiliharaan. Tapi yang namanya masyarakat dibawah, tidak paham ada jalan nasional, jalan provinsi atau kabupaten. Mereka tahunya lampu mati dan pemerintah tidak becus mengurus. Ini memang kelemahan UU kita, tapi kan selama aturan itu dibuat oleh manusia kan tetap saja eksekusinya bisa disiapkan dengan baik. Misalkan BPTD tadi mengatakan jika anggaran penggantian lampu sampai perbaikan ditahun 2018 tidak mencukupi, lalu kenapa tidak dianggarkan saja 1045 titik lampu ? Ini saya baru bicara tentang By Pass Mantra belum saya bicara tentang By Pass Ngurah Rai, atau pemeliharan lampu di jalan nasional diseluruh Bali. Ini Bali ya, the first class island katanya, tapi infrastruktur lampu saja tidak becus mengurusi. Belum lagi masyarakat mengeluh jika lampu lampu penerang jalan hanya menyala secara lengkap saat acara World Bank IMF kemarin. Ini sudah mengkhianati program Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Saya minta segera ajukan anggaran lengkap kepusat, dan bereskan masalah LPJ ini dengan baik. Nanti saya akan bicara dengan atasan saudara Menteri Perhubungan, ini harus beres 2019 ini. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Iapun meminta pengertian kepada pemerintah, bahwa keselamatan masyarakat nomer satu dan harus dijalankan dengan baik. “Coba anda bayangkan yang melewati jalan By Pass Mantra yang gelap itu adalah anak, saudara, istri, suami dan keluarga kita. Mereka harus melewati jalan gelap dimana truck dan bus besar lewat. Belum lagi jika ada begal dan kriminalitas. Jika sesuatu terjadi dengan rakyat Bali, maka kita semua yang akan berdosa. Ini masalah sepele, seharusnya tidak perlu seorang Senator DPD RI turun menangani hal ini. Saya akan periksa nanti Januari 2019. “ungkap Gusti Wedakarna. Dalam kesempatan itu Senator Wedakarna juga merespon permintaan darti asosiasi BBD yang meminta pengayoman terkait kalah bersaingnya pemilik dan driver bus yang selama ini dikalahkan oleh investor luar Bali termasuk juga sejumlah tindakan wan prestasi yang dilakukan oleh pengusaha Tiongkok di Bali. Salah satunya adalah bagaimana masalah transportasi luar Bali dengan plat bus luar Bali semakin merajalela dengan persaingan harga tidak sehat. Selain itu Senator juga menyetujui agar pengurusan izin angkutan pariwisata dan hal teknis lainnya yang selama ini diambil alih pusat dan harus diurus di Jakarta, agar diberikan kewenangan pada Balai di Provinsi. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *