Categories Internasional

THE SUKARNO CENTER RAYAKAN HARI JADI KE-10 DI GUANGZHOU, MINCO , ZHUHAI DAN SHENCHEN

HARI JADI -Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Wakil di acara 21st Century Maritime Silk Road Forum On Literature Development di Guangzhou

PEMERINTAH TIONGKOK UNDANG KHUSUS SUKMAWATI DAN WEDAKARNA 

Rasa hormat Pemerintah Repubik Tiongkok kepada perjuangan Bapak Bangsa Indonesia, Dr. Ir. Sukarno dibuktikan dengan diundang khususnya lembaga internasional yakni The Sukarno Center kenegeri  Tiongkok pada 11-18 November 2018 silam. Delegasi yang dipimpin oleh Sukmawati Sukarno Putri ( Dewan Pembina TSC ), juga diikuti oleh Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( President The Sukarno Center ) dan Putera Perwira Utama ( Cucu Bung Karno ) serta tim protokol TSC. Adapun tujuan kunjungan tersebut untuk mempererat hubungan kebangsaan khususnya kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok, dan pemerintah Peoples Republic Of China ( PRT ) melalui Kedutaan Besar RRT di Jakarta, meminta kesediaan The Sukarno Center untuk ikut mengikuti sejumlah acara besar di 4 kota didaratan China, yakni Guangzhou, Minco ( Hakka ), Zhulai dan Shenchen.  Dalam kesempatan itu, Sukmawati Sukarno juga didaulat untuk menyampaikan pidato kehormatan yakni pada acara 21st Century Maritime Silk Road Forum On Literature Development. Dalam kesempatan tersebut, Sukmawati Sukarno menyatakan bahwa hubungan sejarah Indonesia dan China sudah jauh terpatri sejak zaman kerajaan Buddha Sriwijaya dan dikonkritkan dalam perjuangan pasca kemerdekaan. “Bung Karno bersahabat baik dengan Tuan Mao ( Pemimpin China ) dizaman kemerdekaan. Persahabatan ini membawa banyak hasil positif untuk Asia, salah satunya perjuangan Indonesia berhasil mendorong China sebagai anggota Tetap DK PBB yang saat itu didominasi oleh Barat. Republik Tiongkok juga ikut membantu Indonesia saat membanguan Gedung Olahraga ( Gelora ) Bung Karno Senayan. Belum lagi pengaruh agama, budaya dan juga tradisi China, sangat berpengaruh menjadikan Indonesia sebagai negara yang Bhinneka Tunggal Ika. Dan saya sebagai putri Bung Karno, berkepentingan agar Indonesia menjadikan hubungan persahabatan bilateral dengan RRT menjadi prioritas. “ungkap Sukmawati Sukarno. Hal senada juga diungkap oleh President The Sukarno Center, Dr Arya Wedakarna yang menganggap bahwa keberadaan Tiongkok saat ini penting untuk mengimbangi dominasi negara negara superpower khususnya untuk menegakkan kedaultan Asia. “Selama di Tiongkok, The Sukarno Center menyaksikan bagaimana China menjelma menjadi negara yang sangat pesat kemajuannya. Kami bertemu dengan pejabat dilevel kota besar, begitu juga berkeliling ke kota kota kecil dan pedesaan, dan yang menjadi kejutan bahwa seluruh pembangunan disini sangat merata. Infrastruktur yang amat sangat maju, dan konsep pembangunan yang high-tech membuat Tiongkok wajar disebuat sebagai negara maju yang akan menggantikan posisi negara negara superpower dimasa depan. Secara geopolitik, peran Tiongkok bisa menjadi penyeimbang dominasi barat. Kita bisa tergantung dengan China dibanding dengan negara Barat yang mungkin belum sesuai visinya dengan negara negara ASIA. Berada saat ini di China seperti berada dimasa depan. Tiongkok telah melaksanakan amanat Bung Karno yakni Pembangunan yang Progresif Revolusioner. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga anggoat DPD / MPR RI ini. Selama di Tiongkok, petinggi The Sukarno Center juga merayakan Hari Jadi The Sukarno Center Tampaksiring yang ke-10 dan berbagi kebahagiaan dengan seluruh masyarakat. “Saat diresmikan pada 10 November 2008 di Museum Blacon Ubud Gianyar, The Sukarno Center masih sangat sederhana. Tapi diusia satu dasawarsa ini, TSC menjelma menjadi lembaga internasional yang bisa memiliki sejumlah museum, pusat kajian dn juga lembaga berwibawa dimata dunia. Semua demi Bung Karno dan Pancasila. Dan Bali sangat beruntung, justru The Sukarno Center ini didirikan di Pulau Dewata.Mohon doa restu agar The Sukarno Center bisa front liner untuk melestarikan ajaran Bung Karno. “ungkap Dr. Arya Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *