Categories BudayaHinduInternasional

BANGGA HINDU BALI TIDAK IMPOR BUDAYA ASING, TAPI JUSTRU MENGEKSPOR KE EROPA

INTERNASIONAL –  Ida Pedanda Gede Wayahan Bun ( Griya Sanur Pejeng ) Usai Menunjukan Kepada Umat Hindu Prasasti Gusti Wedakarna Saat Melaspas Pura Tri Hita Karana di Berlin

PRASASTI GUSTI WEDAKARNA UNTUK PURA HINDU BALI DI JERMAN

Kantor DPD RI Provinsi Bali mendukung penuh inisiatif warga Bali dan warga Jerman untuk menyempurnakan Pura Tri Hita Karana yang dibangun dikota Berlin, Jerman. Hal ini dikemukakan oleh Senator DPD RI asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat bertemu dengan panitia Peresmian Pura Tri Hita Karana Jerman di Istana Mancawarna Tampaksiring. Dalam penyampaiannya, Gusti Wedakarna memuji peran aktif warga Eropa pecinta Bali untuk ikut bahu membahu untuk mewujudkan simbol Bali. “ Ini membuktikan bahwa para generasi Hindu Bali di Jerman sudah paham tentan artinya kualitas leluhur. Mendirikan sebuah pura di Eropa bukan perkara mudah, apalagi puranya adalah pura style Bali dan lengkap dengan upacara serta ornamen Bali. Ini butuh pengorbanan yang luar biasa. Saya atas nama pribadi dan sebagai wakil rakyat Hindu Indonesia di Senayan, saya ingin mengucapkan terimakasih dan selamat atas siapapun yang telah berperan dalam mewujudkan pura ini. Termasuk kepada Duta Besar RI untuk Jerman dan juga Ida Sulinggih Pedanda Gede Wayahan Bun ( Griya Sanur Pejeng ) yang berkenan muput karya langsung di Berlin. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun membandingkan apa yang dicapai oleh umat Hindu Indonesia ini sebagai teladan untuk warga bangsa lainnya yakni bahwa jati diri orang Bali benar – benar kuat. “Saya selalu bangga dengan umat Hindu Bali. Walaupun Bali dikunjungi oleh jutaan wisatawan asing dengan berbagai latar budaya, suku, agama dan bahasa yang berbeda, tapi Bali tetap setia dengan jati dirinya. Orang Bali tidak pernah terkesima dan berusaha mencontoh budaya orang lain, tapi justru orang Hindu Bali mengekspor budaya Bali ke luar negeri. Ini kan hebat, padahal Bali ini minoritas ya, tapi kualitasnya mayoritas. Ini yang membuat orang Bali harus terus menegakkan kepala dengan bangga bahwa kita berbeda.”ungkap Gusti Wedakarna pendiri Balinese German Friendship Association ( BGFA ) ini. Iapun meminta kepada warga bangsa Indonesia agar bisa meniru Bali terutama bagaimana kebiasaan mengimpor budaya asing agar disudahi. “Ingat pesan Bung Karno, jangan kearab – araban, jangan ke India Indiaan, jangan ke China Chinaan , jangan ke Barat Baratan. Apapun agamanya, ya budayanya harus budaya Nusantara. Jangan mengimpor model pakaian dari asing, mengimpor bahasa asing dan juga istilah istilah asing. Jati diri Indonesia harus ditegakkan dan syukurlah orang Bali sudah memberikan contoh yang baik. Pembangunan Pura di Jerman dan Eropa lainnya sudah melibatkan banyak unsur baik pendeta, seniman, tukang pahat dan juga kaum wanita Hindu. Target selanjutnya, kita bisa dirikan pura di Amerika Serikat dan Australia. “ungkap Senator Wedakarna. Dalam kesempatan itu, diserahkan lempengan Prasasti Pura Tri Hitakarana Berlin Jerman kepada Pengempon Pura Jerman yang dipasupati oleh Ida Sulinggih (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *