Categories BudayaHinduNasional

SHRI GUSTI WEDAKARNA RESTUI MENDIRIKAN SITUS CANDI SABDO PALON & LINGGA YONI PERTAMA KALI DI NUSANTARA SEBAGAI WUJUD PENGHORMATAN KEPADA LELUHUR MAJAPAHIT

Foto – Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Anggota DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali), Bersama Pengurus PPKGN Bali Jro Mangku Wangi (Penasehat), I Made Suweden (Penasehat), I Gusti Ngurah Bagus (Ketua), I Ketut Ngurah Pinatih (Wakil Ketua), Ni Made Suarni (Sekretaris), I Ketut Sumadi (Bendahara), Milla Permata Sunny, SE, MM (Protokol)

YAKINI KEBANGKITAN SIWA-BUDDHA DI NUSANTARA SETELAH TERKUBUR SELAMA 500 TAHUN 

SEJARAH NUSANTARADr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE, (M.Tru), M.Si Anggota DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali dan juga sebagai sosok pemimpin Bali yang tergolong muda itu dalam kesempatan yang berbahagia menerima Paguyuban Penggiat Kediri Garuda Nusantara (PPKGN) di Istana Mancawarna Tampaksiring Gianyar, I Gusti Ngurah Bagus (Ketua PPKGN) mengungkapkan terima kasih karena sudah menerima rombongan mereka dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Pada kesempatan yang berbahagia itupun adapun maksud daripada kehadiran PPKGN kehadapan Shri Gusti Wedakarna adalah untuk meminta doa restu terkait dengan rencana pendirian situs religius di Desa Pemenang Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Maksud baik dan ide yang bagus itupun sangat diapresiasi oleh sosok Pemimpin Bali yang terkenal selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Agama Hindu itu, menurutnya itu sangat baik dan juga merupakan wujud ketulus ikhlasan umat Hindu untuk memberikan penghormatan kepada leluhur Nusantara, tetapi ia memberikan pesan agar sebelum situs religi itu berdiri, hal-hal yang dapat menjadi masalah dikemudian hari saat situs itu sudah berdiri, seperti legal standing serta perizinan, maka ia minta agar PPKGN untuk memperhatikan secara betul-betul dan detail apa yang kiranya dapat menjadi masalah, sambungnya juga ia pesankan sesuai dengan ajaran Tri Sakti Bung Karno yakni Berdikari Di Bidang Ekonomi dan Berkepribadian Di Bidang Politik, maka untuk mendirikan situs religius di Jawa Timur, ia memberikan masukan agar PPKGN dapat bersama-sama untuk bergotong royong mengumpulkan dana sendiri, biarpun memakan waktu yang lama, tetapi nama leluhur tidak dijual melalui proposal-proposal, sebab nama baik leluhur itu harus dijunjung tinggi, bukan untuk direndahkan, apalagi situs itu menyangkut nama tokoh besar dalam sejarah Nusantara,’’Saya berikan penganugrahan nama untuk situs candi yakni situs candi Sabdo Palon, dan Saya sarankan agar bangunan Lingga Yoni nantinya dibentuk dengan ukiran Naga Basuki berkepala seribu agar taksu ning taksunya semakin kuat, dan Saya segera akan tedun ke tanah Jawa untuk menengok umat Hindu disana agar bisa langsung bertatap muka,’’Ungkap Gusti Wedakarna saat terima PPKGN di Istana Mancawarna Tampaksiring. Ia pun sangat senang mendengar masih ada umat Hindu yang komitmen dan percaya sekali dengan ramalan Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai sosok penasehat agung di Nusantara dan sosok penting di kerajaan Majapahit dahulu, tidak cuma itu ia yakin dengan mulai berdirinya situs-situs Hindu di Nusantara adalah salah satu bukti nyata daripada Ramalan Sabdo Palon Noyo Genggong, sehingga sebagai sosok pemimpin Hindu di Bali, Shri Gusti Wedakarna selalu menyampaikan semangatnya untuk menjaga ajaran-ajaran leluhur dan ia berkeyakinan bahwa Siwa – Buddha akan segera bangkit sesuai dengan janji Sabdo Palon Noyo Genggong. (hms)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *