Categories BudayaHindu

WEDAKARNA KAGET, 716 PENYULUH BASA BALI BELUM DAPAT MEJA KURSI DI KANTOR DESA

ASPIRASI  – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Ratusan Penyuluh Bahasa Bali di Tabanan dan Karangasem

SENATOR RI MINTA PERBEKEL ALOKASIKAN OPERASIONAL PENYULUH

Siapa sangka, ditengah tingginya APBD Provinsi Bali yang mencapai angka ratusanmilyar Triliunan, tapi nasib para penyuluh Bahasa Bali masih harus kekuranganfasilitas dalam mengabdi, salah satunya sampai saat ini para penyuluh Basa Balitidak memiliki tempat duduk dan kursi di Kantor Kepala Desa atau kelurahanmasing masing.Hal ini tentu menyulitkan para Penyuluh Basa Bali untukmenjalankan operasional sehari hari, mengingat Kantor Perbekel atau Lurahmenjadi homebase penempatan para penyuluh. Hal ini disampaikan oleh I MadeMuliarta,SPd ( Koordinator Penyuluh Basa Bali Tabanan ) dan Putu Pande Suargita( Koordinator PBB Karangasem ) dihadapan Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah AryaWedakarna MWS III. “Kami meminta bantuan kepada Ajik Wedakarna, karena sampaisekarang sebagian besar 716 Penyuluh belum memiliki meja dan kursi di KantorDesa. Jadi bisa dibayangkan, kami kesulitan membuat laporan, kadang hanya dudukdisofa atau ruang tunggu kantor Desa, dan sibuk membawa berkas berkas kerumah.Selain itu, 716 Penyuluh ternyata belum memiliki seragam termasuk tandapengenal. Jadi ketika kami turun kelapangan, kami agak sulit menjelasan siapakami. Termasuk kendala distribusi minyak sereh sebagai sarana konservasi lontardidesa desa yang sangat kurang. Mohon agar Senator Wedakarna bisa membantumenyampaikan pada Gubenur Bali. “ungkap Putu Pande yang mewakili ratusan penyuluh.Terhadap hal ini, Gusti Wedakarna mengaku kaget dan heran,  bahkan tidak menyangka jika hal hal teknis daninfrastruktur dimaksud masih menjadi kendala. “Saya senang bahwa penyuluh BasaBali sudah mendapatkan upah setara UMK dan itu masih lebih baik daripada nasibguru honor dan tenaga kontrak yang jauh dibawah UMK. Walau begitu, fasilitasseperti pengadaan meja dan kursi bagi penyuluh tentu sangat penting untukoperasional. Saya akan minta Gubernur Bali untuk bisa memenuhi harapan saudarasaudara, termasuk pengadaan meja kursi. Ibaratnya, urusan begini seharusnyatidak usah sampai masuk ke Senator RI karena urusan kecil, tapi ini akanmenjadi masalah besar ketika pejabat didaerah tidak mampu mengurusi hal halyang sederhana ini. Saya minta 2019 agar penuhi hak terkait meja kursi,seragam, ID Card dan minyak lontar. Kami kirimkan rekomendasi resmi keGubernuran.”ungkap Wedakarna. Selain itu, Wedakarna juga mendukung pelaksanaanBulan Basa Bali agar tetap dilaksanakan sesuai Jadwal yakni Februari 2019 danterkait itu, penyuluh bisa meminta alokasi anggaran dana ke Desa Adat melaluipembagian dana desa adat yang diberika pemerintah rutin setiap tahun.“Prinsipnya, penyuluh berhak meminta anggaran dana di Desa, salah satunya bisamanfaatkan dana Rp 25 juta dari tambahan dana desa adat, dan bisa juga dibantudari dana operasional Desa. DPD dan DPR RI kan sudah berjuang agar transferdana pusat APBN langsung ke Desa yang sesuai amanat UU sejumlah Rp 1,4 Milyarbisa dimanfaatkan. Apalagi ini urusan pelestarian Basa Bali sudah ada PergubBali  Nomer : 80 Tahun 2018. Kalau sampaiada Bendesa Adat dan Perbekel tidak mengalokasikan, ya namanya kebangetan ya.Termasuk urusan belum adanya meja dan kursi dikantor desa dan lurah. Masak halbegini sampai harus sampai ditelinga ke Senator RI. Inilah ketimpangan teknisyang terjadi saat ini dan harus diperbaiki kedepan. Tapi curhat para penyuluhini saya hargai, karena mereka sudah memanfaatkan saluran saluran yang ada sesuai dengan UU MD3, saya inginlembaga negara DPD tidak berjarak dengan masyarakat. Kita bantu“ungkap GustiWedakarna. Hal lainnya, Senator Wedakarna juga mendukung harapan dari parapenyuluh agar dimasa depan mereka yang saat ini berstatus tenaga kontrak bisadiangkat menjadi ASN. “Harus optimis ya, saya kasi contoh dulu saat ratusanBidan dari Bali berjuang menjadi ASN, kita dari DPD RI mendampingi dan berirekomendasi. Dan 2018 ini sudah menjadi PNS tanpa test. Tunggu momentum saja,dan jika keadaan keuangan negara memungkinkan, pasti akan dipertimbangkan. Yangpenting laksanakan swadharma sebagai penyuluh dengan sebaik baiknya, karenaPenyuluh Basa Bali adalah ujung  tombakbudaya Bali dan agama Hindu. Ini perjuangan Satyagraha. “ungkap Senator Wedakarnayang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *