Categories Internasional

DR. ARYA WEDAKARNA JADI SIMBOL DIPLOMASI INTERNASIONAL BALI DI PANGGUNG DUNIA

BILATERAL – Senator DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Menteri Luar Negeri dan Dubes Australia serta Menteri Kesehatan India dan DubesIndia

SENATOR RI SAMBUT KEHADIRAN MENTERI REPUBLIKINDIA  DAN AUSTRALIA

Setelah mewakili Bali dipanggung IMF World Bank dengan bertemu langsung dengan Christine Lagarde ( Direktur IMF ), Jim Yong Kim (Presiden Bank Dunia ) dan Jack Ma ( Founder / CEO Alibaba Company yangmerupakan pengusaha terkaya di China ), kini tanpa henti, sosok Senator Termudadari Bali yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MahendradattaWedasteraputra Suyasa III,SE(MTRU),M.Si terus membawa nama baik Bali dalamperjuangan diplomasi internasional untuk kepentingan kaum marhaen. Kemampuandiplomasi Shri Arya Wedakarna menjadikan dirinya sebagai tokoh publik di Baliyang paling kerap diundang bertatap muka dengan para diplomat internasionalsebagaimana yang terekam dalam pertemuan dua menteri asal negara sahabat denganSenator Wedakarna diantaranya pertemuan Senator AWK dengan HE Shripad YessoNaik (Menteri Kesehatan Republik India) yang didampingi oleh HE Pradeep ( DutaBesar Republik India ). “India dan Indonesia memiliki sejarah panjang dalamperjuangan diplomasi bangsa. India menjadi penting karena negara ini sangatmenghormati Bali, India mengirimkan turis berkualitas, India punya sumberkeuangan besar didunia dan yang paling penting India adalah negara denganpenduduk Hindu terbesar didunia. Jadi kami sangat terbuka terkait apapun denganIndia  termasuk ada keinginan Indiamendirikan Institut Yajur Weda di Indonesia. Saya pribadi juga salut dengankehebatan Perdana Menteri India, Narendra Modi yang sangat kental berjuanguntuk membawa misi budaya Veda, termasuk keberhasilan Yoga menjadi resolusiPBB. “ungkap Gusti Wedakarna yang diganjar gelar “Arjuna” di KarnatakaBangalore India ini.  Hal senada juga iasampaikan dalam kesempatan berbeda saat bertemu HE Marise Paine ( Menteri LuarNegeri Australia ) dan HE Gary Quinlan ( Duta Besar Australia ) diforumberbeda. “Australia tetap penting bagi orang Bali. Negara ini sudah banyakmembantu Bali dalam hal pengembangan destinasi pariwisata. Banyak rakyat Balihidup karena investasi bisnis orang Australia dan kesan baik Australiadihadapan orang Bali, saat Bali mengalami Bom Bali I dan II yang merenggutbanyak nyawa warga Australia. Saya tadi sudah berbicara dengan pihak MenluAustralia agar mereka bisa mengirim senior officer setingat menteri minimaldalam setiap peringatan Bom Bali 12 Oktober setiap tahun. Dukungan diplomatiksangat penting, agar pesan kemanusian dari Tragedi yang dilakukan kaum terorisberkedok agama tertentu ini tetap diingat dunia. Saya juga memberi pandanganbahwa ada “political wave” yang pro radikal, menginginkan Memorial Service 12Oktober ini dikaburkan, dan jelas kami sebagai putra Bali tidak mau ituterjadi. Tragedi Bom Bali harus terus diingat dari zaman ke zaman. Saya adaterdepan agar sejarah ini tidak hilang, pesan Bung Karno yakni JAS MERAH harusdiingat terus. “ungkap Arya Wedakarna. Selain itu, pihaknya selaku anggota DPD  RI juga mendukung pendirian Monumen BaliPeace Park dikawasan legian, yang kini sedang diusahakan oleh komunitas pecintaBali asal Australia. “10 tahun perjuangan Memorial Park di Gubernur sebelumnyabelum juga terealisasi. Kini, kita berharap ada di Gubernur Bali yang baru.Sekarang prioritaskan dulu agar fungsi lahan dimaksud agar tetap hanya bisaterpakai untuk urusan sosial ini, jangan sampai pemerintah baik di Provinsi danBadung malah mengijinkan lahan bekas Bom Bali untuk kegiatan bisnis, itu samasaja mengkhianati roh arwah Bom Bali dan berat itu konsekwensi niskalanya.Lainnya, kita sudah sampaikan ke pemerintah Australia termasuk di Canberrabahwa rakyat Bali masih sangat membutuhkan kerjasama mutual dibidang pariwisata, pendidikan tinggi dan ekonomi. Termasuk saya meminta pemerintah Australia melindungi warga Indonesia khususnya warga Bali yang berjumlah ribuan yang kini ada di Australia. “pungkas Dr Arya Wedakarna yang juga pernah berpendidikan di MLC Australia. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *