Categories NasionalSatyagraha

FAKULTAS TEKNIK UNIV. MAHENDRADATTA SIAP MENDUKUNG SERTIFIKASI PERTANIAN ORGANIK

Foto Penandatanganan MoU Antara Dekan Fakultas Teknik Universitas Mahendradatta Dengan MRI

Road To 60th Diamond Years Jubileum Mahendradatta University 2023

Sebagai Perguruan Tinggi Tertua di Bali yang selalu aktif mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan kaum Marhaen, Universitas Mahendradatta melalui Fakultas Teknik dengan tegas menyatakan dukungan sikap terhadap keberlanjutan program Simantri (Sistem Pertanian Terintegrasi) yang selama ini telah banyak terbukti membuka lapangan kerja baru bagi kaum Marhaen. Komitmen ini diimplementasikan dalam bentuk dukungan sertifikasi terhadap 190 tenaga penyuluh simantri yang ada di Bali. Selain itu Fakultas Teknik Universitas Mahendradatta juga bekerjasama dengan Mandhara Research Institute (MRI) yang merupakan lembaga sertifikasi teknologi pertanian (LSP), mendorong sertifikasi terhadap 7 (tujuh) item produk organik diantaranya Produk Cokelat Cau di Tabanan, dan Produk Jagung Popcorn di Seraya. Bertempat di Museum Subak Masceti Gianyar, Fakultas Teknik telah mengadakan penandatanganan MOU dengan MRI yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat terhadap tenaga penyuluh Simantri yang telah lulus uji kompetensi dari LSP INOFFICE Bogor. Dalam kesempatan yang sama juga diadakan seminar yang dihadiri oleh Senator DPD RI Provinsi Bali Dr.Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III,SE,(M.Tru)M.Si. Beliau dengan tegas menyatakan “Siapapun Gubernur Bali Kedepannya, Program Simantri ini Harus tetap Dipertahankan. Kalau masalah nama Simantri mau diganti, misalkan dengan Pro marhaen, atau yang lain, silahkan saja itu kan hak pemerintahan, asalkan programnya tetap aman secara anggaran. Saya akan kawal”. Ungkap Senator Provinsi Bali Gusti Ngurah Wedakarna. Selain Senator DPD RI, hadir juga Dr. Kartini ahli pertanian Universitas Udayana, yang  menyampaikan materi tentang permasalahan lingkungan dan pertanian di Bali serta inovasi teknologi dalam pertanian organik. Dr. Kartini mengungkapkan pertanian organik bukan sebuah kewajiban, akan tetapi pilihan inovasi untuk dapat melestarikan lingkungan. Beliau mencontohkan pendangkalan danau batur dan pencemaran air danau sebagai akibat penggunanaan pestisida berlebih, sehingga ekosistem danau batur menjadi terganggu. Daerah hilir di Bali semakin kekurangan air akibat pengolahan pertanian dan pemfaatan air di hulu tidak diolah dengan baik. Narasumber lain adalah Bagus Sudibya yang merupakan Pengusaha sekaligus pemilik Bagus Agro. Beliau menyoroti pelaku usaha di Bali yang membangun fasilitas wisata akan tetapi tidak mau merawat lingkungan sekitarnya. Daya tarik Bali bukanlah besi beton yang berdiri kokoh, akan tetapi alam dan budaya nya yang menawan, ungkap Bagus Sudibya. Dalam paparannya bagus sudibya juga menekankan kepada pelaku usaha di Bali agar tidak merusak lingkungan dan menghabiskan tanaman untuk dibangun beton. Bagus Sudibya juga menyarankan pengusaha hendaknya melakukan penanaman pohon kembali sebagai pengganti lahan yang sudah mereka pergunakan untuk fasilitas wisata. Seminar ini diharapkan mampu memberikan tambahan wawasan kepada peserta yang telah menerima sertifikat pendamping simantri untuk dapat bekerja maksimal dalam pemberdayaan masyarakat. Kedepannya Fakultas Teknik mengharapkan kerjasama ini dapat terus berlanjut sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Peningkatan seminar inovasi pertanian, pengembangan inovasi teknologi dalam bidang pertanian, semakin meningkatnya jumlah industri agro yang berkualitas di Bali, produk-produk olahan pertanian masyarakat Bali bisa menembus pasar nasional maupun internasional sehingga kedepannya masyarakat Bali bisa mandiri secara ekonomi.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *