Categories BudayaHinduSatyagraha

WEDAKARNA PUJI IKON BARU TABANAN “GWS” SAAT HADIRI FESTIVAL BUDAYA DELOD PEKEN

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Bupati Karangasem di Taman Ujung dan Bersama Wakil Bupati Tabanan di Kota  Tabanan

SENATOR MINTA TAMAN UJUNG KARANGASEM JADI DESTINASI KREATIF

Peran generasi muda bangsa untuk menjadi bagian dari gerakan ekonomi kreatif ( Satyagraha ) saat ini cukup signifikan, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya muncul acara berbau festival yang menjamur bahkan ditiap desa. Dukungan dengan munculnya berbagai acara kreatif ditiap kabupaten di Bali disampaikan oleh Senator DPD RI, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III disela sela hadir di Festival Budaya Delod Peken di Kota Tabanan. Apresiasi terhadap inisiatif desa ini diharapkan menjadi teladan bagi desa – desa di Bali. “DPD mendukung jika tiap desa di Bali mengadakan kegiatan festival dengan menampilkan atraksi seni budaya, seni kotemporer dan juga pameran produk ekonomi dan kuliner.Di Bali ada 716 desa dinas dan diharapkan mereka mampu mengadakan festival untuk merangsang potensi desa. Mengadakan desa tidak harus mengandalkan APBD Murni, cukup kreatif saja dari penjualan stand dan juga dari sponsor, sisanya ya gotong royong. Tidak usah sampai mendatangkan artis dari luar Bali, cukup manfaatkan seniman Bali itu sudah berdikari. Pembangunan infrastruktur memang perlu, tapi pembangunan SDM juga penting. Semoga teladan Desa Delod Peken bisa menginspirasi desa desa di Bali. “ungkap Senator Wedakarna sembari memuji peran simbol Garuda Wisnu Serasi ( GWS ) dihadapan I Gede Sanjaya ( Wakil Bupati Tabanan ). Hal yang sama ia sampaikan juga di Bumi Lahar Karangasem, disela sela kunjungan kerja ke ujung timur Bali, ia menyatakan bahwa revitalisasi pembangunan di Karangasem sudah semakin baik  dan mulai tertata dibawah kepemimpinan Bupati Mas Sumantri dan berharap penataan fisik diimbangi dengan peningkatan pola SDM di Karangasem. “Selama beberapa hari berkeliling di Karangasem, tiang sudah melihat hasil pembangunan Karangasem. Misalkan kawasan Besakih yang kini sudah memiliki Badan Pengelola Besakih dan tentu kita dorong agar tahun 2019 saat upacara besar Wali Krama agar kawasan bisa semakin rapi. Kemarin saya hadir di Festival Genjek Terbesar, dan itu juga sudah cukup positif terutama agar Taman Ujung Sukasada ini bisa semakin dikenal. Saya memuji juga penataan Taman Ujung dibawah kepemimpinan Badan Pengelola Taman Ujung yang dipimpin Ida Made Alit, kini Taman Ujung semakin tertata serta MOU antar Puri dan Pemkab sudah menghasilkan pemasukan daerah yang signifikan. Kedepan yang perlu diperjuangkan Pemkab dan DPD adalah bagaimana agar pemerintah pusat menetapkan status yang lebih tinggi untuk situs budaya Taman Ujung ini, disamping perhatian negara pada situs Hindu Bali ini. Kita akan sinergi, dan maka dari itu saya hadir di Karangasem saat ini. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun menyarankan agar objek objek wisata di Bali termasuk dari situs situs leluhur seperti pura khyangan jagat, agar menerapkan sistem Badan Pengelola agar segala sesuatunya lebih tertata. “Dalam agama Hindu,tempat suci seperti Pura harus dijadikan pusat kemakmuran. Tidak ada salahnya pura dibuka untuk kepentingan pariwisata spiritual, karena dalam Catur Purusa Artha, mencapai kekayaan termasuk membuat Desa menjadi Kaya adalah perintah kitab suci Weda. Yang dilarang adalah eksploitasi secara berlebihan, yang over capacity itu yang saya tolak.  Tapi ketika pura dikelola oleh Badan bersama, ya kenapa tidak ? Lihat saja pengelolaan Pura Tanah Lot, Pura Ulun Danu Beratan atau Taman Ujung Karangasem ini, semua menghasilkan Artha yang baik untuk daerah termasuk membantu ekonomi rakyat sekitar. Saran saya, segera bentuk badan badan pengelola permanen disemua objek wisata dan nanti mereka jadi penggerak kegiatan festival, MICE dan juga spiritual tourism. “pungkas Gusti Wedakarna yang saat ini masih tercatat menjadi Doktor Ilmu Pemerintahan termuda di Indonesia ini ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *