Categories Satyagraha

WEDAKARNA DUKUNG RANCANGAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR BULELENG SEBAGAI PRIORITAS

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Gubernur Bali, Anggota DPR RI Fraksi PDIP dan Bupati Buleleng .

SENATOR RI HADIRI PELANTIKAN KETUA OTORITAS JASA KEUANGAN BALI

Pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi Bali ditahun 2018, serta pengaruh perputaran uang di Bali selama kegiatan IMF World Bank beberapa waktu lalu, kini harus dimanfaatkan dengan baik oleh elite politik di Bali, terutama dalam ledakan infrastruktur di Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Bali sebagai provinsi penghasil devisa terbesar di Bali tentu harus mendapatkan manfaat pembangunan semesta berencana nasional, dan diperlukan sosok Gubernur Bali yang tegas dan kuat, anggota DPD RI yang berani berbicara dipusat dan anggota DPR RI yang mampu melakukan loby politik dalam urusan perebutan hak hak Bali. Dan salah satu fokus perjuangan yang diharapkan bisa berhasil ditahun 2019 dan selanjutnya adalah membantu pembangunan Kabupaten Buleleng, sebagai wilayah terluas di Bali. Demikian ungkap Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang ditemui usai menghadiri serah terima jabatan pejabat Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Wil Bali. “Buleleng seharusnya bisa lebih maju daripada saat ini, dan bagi saya sekali kita mendorong pembangunan Buleleng maka akan sangat membantu pembangunan Kabupaten lainnya. Buleleng ini disangga oleh 4 Kabupaten yang memiliki kepentingan yang sama yakni Jembrana, Bangli, Tabanan dan Karangasem. Jadi membangun Buleleng yang  berdaulat adalah mutlak dan semoga semua masterplan pembangunan Buleleng bisa dilaksanakan segera. Apalagi kini pemerintahan Buleleng sudah satu jalur dengan pusat, provinsi dan kabupaten. Ini faktor X yang bisa mempercepat koordinasi.”ungkap Gusti Wedakarna sesaat sebelum acara dapat berbincang dengan Gubenur Bali Dr I Wayan Koster dan I Gusti Agung Rai Wirajaya (Anggota DPR RI) dari Fraksi PDI Perjuangan. Iapun menyatakan bahwa tugas besar pemimpin di Bali untuk dapat  bahu membahu dan bergotong royong agar setiap detail perjuangan infrastruktur Bali dapat disetujui oleh pusat, dan hal itu perlu loby politik. “Saya dukung pembangunan Bandara di Buleleng, pembangunan pusat energi listrik, pembangunan shortcut termasuk jalan tol baru untuk Buleleng. Begitu juga revitalisasi untuk dua danau di Buleleng yakni Danau Buyan dan Danau Tamblingan, ini semua adalah pusat kemakmuran di Buleleng. DPD RI siap mendorong pembangunnan didaerah sesuai wewenang UU dan jelas dalam kepemimpinan saya, Buleleng adalah skala prioritas dalam mewujudkan Bali Berdaulat. Apalagi Buleleng adalah tempat leluhur dari pendiri bangsa, Bung Karno. “ungkap Gusti Wedakarna. Hal senada juga ia ungkapkan saat bertemu dengan Putu Agus Suradnyana (Bupati  Buleleng ) dalam upacara adat di Desa Gesing Kec. Banjar Buleleng, yang dimana Bupati Buleleng menyampaikan progress pembangunan Buleleng saat ini termasuk juga konsep eco  tourism yang sedang dibangun dikawasan desa desa yang selama ini terisolir. “Dari paparan Bupati Buleleng, saya apresiasi kerja beliau terkait dengan revitalisasi Taman Bung Karno di Singaraja dan juga rencana pemberdayaan desa desa untuk pengembangan Quality Tourism. Begitu juga pembukaan akses jalan dari desa ke desa yang selama ini  terisolir dan harus segera ditangani. Belum lagi short cut yang kita harap segera tererealisasi. Tadi saya juga sempat diskusi terkait dengan Airpor Buleleng, penataan objek Air Sanih dan juga terkait pelestarian situs Bung Karno. Kita akan sinergiskan, dan DPD RI sebagai wakil dipusat siap membantu Buleleng. “ungkap Gusti Wedakarna. Secara garis besar, ia mendukung konsepsi “One Island Management” yang digagas oleh  Gubernur Bali, yang secara politik akan lebih memudahkan komunikasi dan koordinasi antar daerah yang menjadikan Bali sebagai satu kesatuan. “One Island Management saya harapkan akan masuk di RUU Bali Dwipa yang diajukan Pemerintah Bali ditahun 2019. Saatnya membuat sejarah, jangan sampai 9 kabupaten / kota di Bali mis-koordinasi dan mis-persepsi seperti saat pemerintahan provinsi sebelumnya. Ngiring berpikir strategis tanpa sekat sekat politik demi kepentingan Bali yang lebih besar. “pungkas Shri Arya Wedakarna yang mantan Rektor Univesitas Mahendradatta Bali. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *