Categories BudayaNasional

DR WEDAKARNA MINTA PENGURUS GMNI KONSISTEN BELA “TRISAKTI MARHAENISME”

NASIONALIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS IIIS Menjadi Keynote Speaker Di Acara GMNI Jakarta Barat bersama Polri, DPR RI dan DPP GMNI di Kompleks Parlemen Senayan.

SENATOR  AJAK AKTIVIS MUDA JAKARTA BERACARA DI GEDUNG DPD RI

Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III tidak saja mengayomi anak anak muda di Bali dalam urusan kaderisasi, tapi juga mengayomi generasi muda di Ibu Kota Jakarta. Ini  terbukti disaat masa reses pun, Senator Wedakarna masih harus tinggal lebih lama di Jakarta dalam rangka menghadiri acara Diskusi Publik yang diadakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) Jakarta Barat yang difasilitasi oleh DPD RI bertempat di Gedung Nusantara V atau sering disebut tempat sakral untuk acara Sidang Paripurna lembaga DPD RI. Tampak hadir Eva Kusuma Sundari ( Alumni GMNI / Anggota DPR RI Fraksi PDIP ), Kombes Pol Sambodo Purnomo Yoga,SIK,MTCP ( Dir Binmas Polda Metro Jaya ), Robaytullah Kusuma Jaya ( Ketua DPP GMNI ) serta ratusan aktivis organisasi pemuda lintas agama dan kampus. Dalam kesempatan itu, Arya Wedakarna menyatatakan bahwa kedepan anak anak muda Indonesia harus dibiasakan dengan kultur organisasi, karena hanya melalui organisasilah proses kaderisasi bisa dilaksanakan sebelum menjadi pemimpin bangsa. “Para orang tua, harusnya bangga jika memiliki anak yang aktivis organisasi disaat menjadi mahasiswa. Lihat saja, pemimpin bangsa kini adalah mereka yang dulunya adalah aktivis pergerakan, dan kini mereka mendapat karma memimpin bangsa. Yang bisa memimpin bangsa ini hanya “risk taker generation” bukan yang generasi “text book” yang pintar dibelakang meja kuliah. Karena dalam pergerakan organisasi itu ada tantangan, ada latihan keberanian bersikap bersuara, ada pengalaman didiskriminasi dan juga yang penting kemampuan membangun jaringan. Dan kenapa saya dukung GMNI ? Karena GMNI adalah organisasi nasionalis yang digagas oleh pemikiran Bung Karno. Organisasi ini lahir dari rahim kaum nasionalis Indonesia. Dan GMNI ini hebat karena eksis sepanjang usia republik. Maka dari itu saya dukung adik adik mahasiswa yang hebat – hebat untuk beracara di Gedung DPD RI, astungkara kalian semua bisa jadi Wakil Rakyat. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga sebagaii Keynote Speaker. Selain itu, ia berpesan agar GMNI konsisten terus dan terus menggelorakan ajaran – ajaran Bung Karno. “Tadi saya mendengar Mars GMNI, itu hebat, karena ada semangat membela buruh tani, niat membela kaum Marhaen dan mabelapati mendukung Pancasila. Ini harus digelorakan oleh anak anak muda GMNI, apalagi saat ini kaum nasionalis menghadapi gerakan radikalisme sontoloyo yang ingin menggugat Pancasila sebagai satu satunya falsafah hidup bangsa Indonesia. Saya sebagai anggota DPD RI yang dimana fungsi kami sebagaii pengawas UU dan penjaga konstitusi, mengajak semua mahasiswa Indonesia bersama sama membantu negara dalam hal ini memerangi radikalisme. Jika sampai NKRI ini berganti menjadi negara agama, maka banyak provinsi akan menuntut kemerdekaan. Kita harus jaga Pancasila sebagai perekat bangsa dan yang bisa menjaganya adalah kaum nasionalis, kaum merah putih dan anak anak ideologi Sukarno. Hanya kaum kaum nasionalis yang paling konsisten dan paling dalam pengertiannya akan kehidupan berbangsa. Sejarah sudah membuktikan. “ungkap Gusti Wedakarna yang alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia ( KMHDI ) ini. Selain itu, Arya Wedakarna berharap agar anak anak muda mulai memikirkan bagaimana cara merebut kekuasaan disegala bidang, agar berdaulat dalam bidang politik. “Kalau sudah selevel aktivis GMNI ya cita citanya jadi Presiden, jadi Senator, jadi anggota DPR RI agar konstitusi bisa kita amankan. Tanamkan ambisi baik dari sekarang, dan raih gelar pendidikan setinggi tingginya. Nanti kalau sudah Sarjana, Magister, Doktor baru kalian  tampil didepan publik karena sudah ada amunisi. Dulu Bung Karno juga begitu, lulus dari ITB Bandung, jadi Insinyur baru mendirikan PNI 4 Juli 1927 dan jadi Presiden di 1945. Hanya lewat pendidikan tinggi anda bisa jadi pemimpin bangsa, dan kaum nasionalis haruslah orang yang pintar mandraguna. Ini Satyagraha“pungkas Senator AWK yang juga Presiden The Sukarno Center Tampaksiring ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *