Categories BudayaHinduSatyagraha

SHRI GUSTI WEDAKARNA BERI KERIS KE SEJUMLAH ANAK BALI YANG DIBERI NAMA “WEDAKARNA”

ISTANA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Memberi Cihna Dalem Kepada Sejumlah Masyarakat di Istana Mancawarna Tampaksiring

HARI INI TINGGALAN DALEM NGADEG RATU RING ISTANA MANCAWARNA

Hari ini Senin, 31 Desember 2018 ( Kliwon, Sasih Kapitu, Wuku Kuningan, Isaka Warsa 1940 ) Istana Mancawarna Tampaksiring menggelar upacara Raja Yadnya dalam rangka memperingati tahun kesembilan melinggihnya Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III sebagai Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX.  Persiapan pun telah dilaksanakan, termasuk rencana menedunkan “Tari Bedoyo Segoro Kidul” yang akan ditarikan dihadapan penglingsir dan tamu kehormatan di Istana Mancawarna Tampaksiring. Tari Bedoyo Segoro Kidul adalah tari sakral untuk menghormati Ibu Kanjeng Ratu Dewi Pantai Selatan dan tari ini digagas oleh Shri Arya Wedakarna sejak tahun 2016 dan hanya dipentaskan 3 kali dalam setahun yakni pada 23 Agustus ( Sugeng Wiyosa ), 11 November ( Hari Kelahiran Majapahit ), dan 31 Desember (Ngadeg Ratu). Demikian diungkap oleh Jevon Sarmav ( Karumga Istana Mancawarna ) disela sela persiapan upacara. “Sesuai dengan pesan Shri Gusti bahwa upacara peringatan Ngadeg Ratu diadakan secara sederhana, mengingat kondisi bangsa yang masih dilanda bencana. Walau begitu, tentu tidak akan mengurangi makna kesakralan, karena intinya upacara ini ditujukan kepada leluhur Majapahit. “ungkap Sarmav. Adapun secara umum, upacara Raja Yadnya ini telah dilakukan sejumlah rangkaian upacara, diantaranya matur piuning kehadapan leluhur disejumlah titik tertinggi spiritual di Indonesia yakni Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat, Parang Tritis Yogyakarta serta Trowulan Jawa Timur yang dilaksanakan oleh para Adipati Majapahit diseluruh tanah Jawa. Selain itu, bertempat di Istana Mancawarna Tampaksiring, dilaksanakan sejumlah acara yakni Raja Yadnya yang dipuput oleh Ida Pedanda Istri Gede Anom Karang  ( Griya Tampakgangsul Denpasar ), Upacara Agnihotra oleh ashram serta jamuan makan dan penyerahan penghargaan kepada sejumlah  figur Hindu dari seluruh Indonesia.  Uniknya, setiap tahun Istana Mancawarna Tampaksiring selalu memberikan penghargaan berupa Cihna Keris Pengijeng kepada sejumlah putra putra Bali yang memiliki nama “ Wedakarna “. “Dalam catatan Istana, sampai sekarang sudah lebih dari sepuluh bayi yang dinamakan Wedakarna oleh orang tua mereka. Ini fenomena yang sangat baik, karena konsep Manunggaling Kawula Gusti akhirnya berjalan secara alamiah.Ini wujud bahwa masyarakat Bali tidak melihat sosok Shri Gusti sebagai pejabat, tapi lebih dari itu yakni sebagai simbol dan pengayom Bali Dwipa. Semoga lebih banyak lahir Wedakarna Wedakarna lain di tanah Bali. “ungkap  Sarmav. Ditempat terpisah, Shri Arya Wedakarna menyampaikan bahwa kegiatan Raja Yadnya ini murni ia persembahkan kepada leluhur untuk kemuliaan nilai nilai Majapahit. “Setiap 31 Desember tiang selalu ingat akan jasa Sri Brahmaraja Wilatikta dari Puri Surya Majapahit Trowulan Jawa Timur yang telah memberikan amanat mengemban amanat leluhur Sabdo Palon. Raja itu memimpin sekala dan niskala, dan juga mengabdikan diri secara penuh pada tanah pertiwi. Disamping itu, tiang ingin memberikan upacara Yadnya kepada leluhur kami Raja Badung Pertama yakni I Gusti Tegeh Kori. Beliau sebagai keturunan dari Brahmana Majapahit Sri Aji Kresna Kepakisan memiliki jasa bagi sejarah Bali. Wajar jika ada warih bangga dengan kepahlawanan leluhurnya, ini wujud dari Tri Sakti Bung Karno, berkepribadian dibidang kebudayaan.  Mohon doa restu, mangde karya berjalan lancar. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga pendiri Patung Dewi Danu tertinggi sebagai simbol Ibu di Danau Batur Kintamani ini. Selain itu, upacara Raja Yadnya menjadi istimewa karena akan dirangkaikan dengan rencana Pemelaspasan Merajan Puri Ageng Tegeh Kori ring Badung, Peresmian Istana Kaputren ring Denpasar dan juga rencana Pawiwahan Agung Shri Gusti Arya Wedakarna yang akan dilaksanakan pada 2019. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *