Categories BudayaHinduSatyagraha

WEDAKARNA MINTA ORANG KAYA DI BALI TIDAK PELIT TERHADAP “JNANA YADNYA”

SATYAGRAHA –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Donatur Asal Jepang dan Belanda serta Jajaran Yayasan Green Lion dan Siswa TK Green Lion di Balai Budaya Gianyar

SENATOR TURUNKAN REKOMENDASI BANTU TK GREEN LION GIANYAR

Pandangan kritis dan kritik tajam kepada kalangan berpunya di Bali yang dianggap tidak perduli terhadap Yadnya Punia terhadap sesama manusia khususnya menolong orang yang tidak mampu dilontarkan oleh Senator DPD RI, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Ia berpandangan banyak orang kaya di Bali ( the have ) yang justru lebih loyal berpunia terhadap pura dibanding berpunia melayani Sang Hyang Widhi yang ada didalam diri manusia. Hal ini menjadikan komposisi dana punia di Bali menjadi tidak seimbang sehingga ketimpangan semakin hari semakin melebar. “Saya punya banyak kawan, sahabat dan teman yang bisa dianggap kaya raya di Bali. Rata – rata mereka sangat gemar berdana punia tapi sebagian besar masih terfokus pada pembangunan fisik pura dan upacara. Gilirannya berpunia untuk tempat ibadah, maka orang – orang kaya ini akan jor –  joran, ibaratnya mengumpulkan dana sekian milyar untuk merenovasi bisa dengan mudah dicapai. Tapi sebaliknya, mengumpulkan dana punia untuk biaya pendidikan, punia untuk panti asuhan dan juga orang miskin sangat sulit dilaksanakan. Padahal dalam Sastra Weda, Tuhan bersabda bahwa dizaman kaliyuga ini justru Jnana Yadnya dibidang pendidikan adalah punia yang utama. Ini yang harus dipacu terus. Orang – orang kaya ini tidak salah, hanya mereka masih belum  tahu atau tidak ada yang memberi tahu hukum agama Hindu seperti apa. Ya istilahnya kaya lan sugih tapi ten wikan alias  awidya .”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun memberikan contoh bahwa dinegara barat, justru banyak orang kaya yang menjadi Philantropi (Dermawan ) yang menyumbangkan kekayaanya untuk misi melayani manusia. “Saya minta kepada warga Bali yang berpunya, agar mulai merubah pikirannya agar mampu menjadi donatur dan menyumbang kepada komunitas – komunitas Jnana. Ini akan membawa margi  kepada manusia untuk melayani Tuhan yang ada dalam diri manusia. Saya yakin, justru dengan berpunia lewat Jnana maka kekayaan mereka akan berlipat – lipat. Ini sudah dibuktikan oleh para pengusaha barat yang percaya konsep Hindu ini. Mereka gemar mendirikan lembaga pendidikan, memberi bantuan pada sekolah, college, kampus serta peduli dengan komunitas kesehatan seperti gerakan melawan kanker, aids, autis dan lain sebagainya. Ada potensi trilyunan rupiah di Bali dari punia yang kedepan saya harapkan tidak hanya fokus pada pura. Masih banyak semeton Hindu Bali yang dibawah kemiskinan. ”ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan keberadaan TK Green Lion, Senator Wedakarna memberikan dukungan penuh mengingat sekolah TK berbasis Internasional ini memberikan biaya gratis pendidikan untuk seluruh siswanya. “Saya sudah berkunjung di TK yang terletak dikawasan stadion Dipta Gianyar ini. Banyak pengajar dari asing datang dan nilai – nilai Hindu sangat kentara. Yang mengagetkan, semua biaya gratis. Saya minta Pemkab Gianyar dan Dinas Pendidikan membantu sekolah ini. Syukurlah rekomendasi DPD Bali kemarin sudah direspon baik oleh Pemkab Gianyar. Saya dukung agar TK berbasis Hindu ini bisa punya cabang diseluruh Bali. “ungkap Gusti Wedakarna didampingi oleh Ida Bagus Arka ( Ketua Yayasan Green Lion) dan Ida Ayu Surya Dewi, S.Pd ( Kepala Sekolah Green Lion ).

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *