Categories BudayaHindu

WEDAKARNA MINTA WARGA NUSA PENIDA, TIDAK MENGULANGI KESALAHAN BALI DALAM PEMBANGUNAN 

MARHAENIS –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Peresmian Posko GPM Nusa Penida dan bertemu anggota Garda AWK di Nusa Penida.

RESMIKAN POSKO GPM, RIBUAN WARGA NUSA PENIDA TEMUI “AWK”

Pesona dan kharisma dari sosok pemimpin muda Bali yakni Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III terbukti di Pulau Nusa Penida Klungkung. Kehadiran Senator DPD RI termuda asal Bali ini selama 3 hari di Nusa Penida memberikan semangat khususnya pada generasi muda Klungkung. Dari hasil pantauan selama 3 hari, antusiasme warga masyarakat Nusa untuk bertemu dengan sosok AWK sangat tinggi, khususnya dari berbagai kalangan, ini dibuktikan saat AWK berkeliling keseluruh penjuru  Pulau Nusa.  Dan momentum ini dimanfaatkan benar oleh Senator AWK untuk memberikan semangat agar Nusa Penida  tidak lagi tertinggal dibandingkan yang lain, namun tetap dengan kedaulatan ekonomi yang  tinggi. Demikian ungkap Senator AWK saat hadir memenuhi undangan Gerakan Pemuda Marhaen ( GPM ) dan Garda AWK di Desa Matumadeg dan Desa Pejukutan Nusa Penida. “Kabupaten Klungkung adalah salah satu kabupaten yang PAD nya terkecil di Bali. Bagaimana membangun Klungkung dan Nusa Penida jika uang tidak ada ? Apalagi secara garis politik pemerintahan yang sekarang tidak sejalur dengan Provinsi dan Pusat, pasti akan ada kendala ya.  Tapi itu tidak jadi soal jika semua pemimpin bersikap negarawan dan itu fungsi anggota DPD untuk menjembatani kepentingan daerah dipusat. Nanti kita bersinergi, khususnya agar Nusa Penida tidak tertinggal. Kami akan bersinergi dengan Bupati, Camat, Perbekel,Lurah dan semua stakeholder di Klungkung. Kita lupakan sekat partai, sekat warna dan sekat politik, yang penting bagaimana Klungkung bisa setara dan maju. Itu cita cita Satyagraha kami untuk Nusa Penida. “ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan pesatnya pembangunan pariwisata di Nusa Penida, Senator AWK memiliki kekhawatiran, karena sesungguhnya Nusa Penida belum siap secara infrastruktur untuk membuka keran pariwisata secara terbuka. “Selama 3 hari saya di Nusa Penida, sempat mengalami namanya pemadaman listrik, saya perhatikan ada titik kemacetan karena ruas jalan yang kecil dan sempit, kepemilikan tanah sudah banyak dikuasai oleh orang luar Nusa Penida, juga masalah air bersih. Jadi sekiranya pemerintah di Klungkung agar mengerem investasi yang ada. Belum lagi semakin banyaknya orang luar Nusa yang datang ke Nusa Penida karena faktor pembangunan ini. Memang secara jangka pendek kelihatannya menguntungkan, tapi mari kita berpikir jangka panjang, jangan jangan Nusa Penida akan mengulangi kesalahan Pulau Bali dalam urusan pembangunan. Saya mohon sekali, jangan ulangi kesalahan orang orang di Bali yang terlalu jor joran membuka keran pariwisata, dan akibatnya kini banyak orang asli Bali jadi buruh ditanahanya sendiri. Nusa Penida ini didesain untuk menjadi pusat spiritual, menjadi pusat kesucian Bali, ada Pura Dalem Ped disana. Disini perlu proteksi agar pembangunan tidak over capacity. Sebagai anggota DPD RI yang mewakili warga Nusa Penida, saya akan bantu mengawasi kebijakan pemerintah Klungkung. Ini sudah diperkuat dengan fungsi pengawasan terkait dengan kebijakan daerah di UU MD3 tahun 2018. Kita akan siinergi demi Nusa Penida berdaulat. “ungkap Senator Arya Wedakarna. Dalam kesempatan itu, dihadapan I Made Jawan (Ketua PAC GPM Nusa Penida), I Gede Suarna Sunanjaya, I Wayan Widastra, I Ketut Edy Widi Arta ( Koordinator GPM Nusa Penida ) dan I Wayan Sudiadnyana  ( Koordinator Garda Nusa Penida ) Senator Wedakarna mengucapkan terimakasih, atas dedikasi yang diberikan oleh anak anak muda di Nusa Penida yang sudah mulai terbuka memberikan dukungan politik terhadap sosok pemimpin dan wakilnya. “Generasi muda Nusa Penida harus ingat pesan Paduka Bung Karno, bahwa kalian harus berdaulat dalam bidang politik dan harus melek politik agar tidak dibohongi oleh pemimpin kalian. Juga harus wujudkan berdikari ekonomi, agar umat Hindu di Nusa menjadi warga kaya yang memiliki kemampuan financial baik dan terakhir berkepribadian budaya, agar budaya Bali yang dijiwai agama Hindu bisa bertahan. Ngiring jaga Nusa Penida “
ungkap Shri Arya Wedakarna. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *