Categories Hindu

DUKUNG PERDAMAIAN, WEDAKARNA TEMUI WARGA BALI DI LUNYUK SUMBAWA PASCA KONFLIK PERUSAKAN PURA

SATYAGRAHA –  Senator Arya Wedakarna ( Duta Besar Perdamaian UPF – PBB ) Bersama Bupati Sumbawa dan saat hadir ditengah masyarakat transmigran Bali di Lunyuk Sumbawa NTB

PENGHARGAAN SENATOR KE BUPATI, KAPOLRES DAN DANDIM SUMBAWA

“Ksatria Wanen ( Berani )” begitulah respon masyarakat Hindu keturunan Bali di Lunyuk Sumbawa NTB saat tahu secara mendadak Senator DPD RI utusan Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III hadir langsung dilokasi Pura Dalem yang menjadi saksi bisu dari aksi massa saat terjadi perusakan pada 22 Desember 2018 silam. Didampingi oleh Wayan Sukawan ( Direktur The Hindu Center Of NTB ), aparat dari TNI Polri serta Parisadha Hindu Dharma Indonesia ( PHDI ) setempat, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) menempuh perjalanan lebih dari 6 jam pergi pulang dari Sumbawa Lunyuk hanya untuk memastikan keadaan desa perkampungan Bali di Lunyuk dalam keadaam aman dan terkendali. Kehadiran Shri Arya Wedakarna disambut antusias warga Bali setempat, yang mana rencana kehadiran Senator yang awalnya direncanakan hanya bersifat terbatas, tapi kenyataannya disambut ratusan warga Bali di Pura Dalem. Dikesempatan itu, Senator Wedakarna menyampaikan bahwa tujuan dirinya hadir di Lunyuk adalah untuk membuktikan jika dirinya selalu ada untuk menemani warga Bali diseluruh Indonesia jika terkena musibah, selain untuk memberikan dukungan moral dan membantu pura yang rusak. “Tiang sebagai wakil umat Hindu Indonesia dan juga wakil rakyat Bali bersimpati atas kejadian perusakan pura oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab. Mari kita dukung aparat keamanan, khususnya kepolisian untuk menangani kasus ini. Dari laporan pihak yang menyebarkan berita SARA sudah diamankan, begitu juga pelaku perusakan pura juga sudah diproses saksi. Mari kita kawal bersama sama,dan yang terpenting saat ini bagaimana untuk bangkit kembali agar masyarakat Hindu dengan komunits lokal bisa hidup berdampingan dengan damai. Pura yang rusak bisa kita perbaiki, tapi jika rasa persatuan kita sebagai bangsa rusak, maka kita semua yang rugi. Dan fungsi saya datang adalah untuk menunjukkan bahwa negara hadir disini. “ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan penanganan konflik yang bisa dengan cepat dipadamkan, Senator Wedakarna mengucapkan terimakasih kepada seluruh unsur yang telah bekerja keras membantu agar konflik yang awalnya disebabkan karena kenakalan remaja ini semakin meluas ke isu SARA. “Saya sampaikan terimakasih kepada Bapak HM Husni Djibril, B.Sc ( Bupati Sumbawa ), Drs. H. Mahmud Abdullah ( Wabup Sumbawa ), AKBP Tunggul Sinatrio,SIK, MH ( Kapolres Sumbawa ), Letkol Inf Samsul  Huda,SE, M.Sc ( Dandim Sumbawa ), Bapak Syukri Rahmat  ( Ketua MUI Sumbawa ), I Nyoman Terima S.Pd ( Ketua PHDI ), Tokoh Hindu, Tokoh Islam serta Tokoh Adat di Sumbawa yang sudah bekerja keras dalam mengentaskan masalah ini dalam waktu kurang dar 3x 24 jam. Pola penanganannya juga bagus, saya senang. Ini akan saya bawa ke Jakarta kita sampaikan ke Panglima TNI dan Kapolri bahwa ada prajurit yang hebat hebat di Sumbawa yang bisa menyelesaikan masalah dengan cepat. Khususnya memecah konsentrasi ribuan massa yang berpotensi rusuh. Semoga daerah daerah  transmigrasi Bali diseluruh Indonesia bisa meniru hal ini. Apalagi kita sempat khawatir bahwa di Sumbawa ini sudah beberapa kali terjadi konfik dan kerusuhan yang melibatkan warga Bali. Kita jaga benar agar tetap aman. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga berperan sebagai Duta Besar Perdamaian UPF –  PBB ini. Dalam kesempatan itu, Senator Wedakarna juga menyampaikan pesan agar semeton Bali fokus agar bisa menjadi komunitas yang sukses ditanah rantau, dan menjunjung tinggi dimana bumi dipijak disana langit dijunjung. “Warga Bali Hindu di Lunyuk ini hampir 4000 jiwa, dan sebagian besar sukses menjadi petani. Kampung kampung Hindu nya maju, tata rumahnya rapi, sawah mereka banyak, dan ini parameter kesuksesan semeton. Apalagi di Lunyuk ini banyak sekali terdapat Pura Pura yang besar seperti di Bali. Ini hebat dan tiang bangga. Nanti tiang akan bicara ke Presiden, Gubernur, Bupati agar memberi bantuan nggih. Sekarang dukung perdamaian, kita move on, dan sisanya serahkan pada hukum Karma Phala. Ini Satyagraha “pungkas Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *