Categories BudayaHindu

SHRI ARYA WEDAKARNA AKAN JADIKAN “PERDAMAIAN LUNYUK” SEBAGAI MODEL PENYELESAIAN KONFLIK SARA 

SATYAGRAHA –  Duta Besar Perdamaian UPF – PBB, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bertemu Gubernur NTB, Kapolda NTB dan Danrem 163/WB di Kota Mataram Lombok

DUTA BESAR UPF-PBB TEMUI GUBERNUR, DANREM DAN KAPOLDA NTB

Dalam kapasitasnya sebagai Senator DPD RI utusan Bali sekaligus Duta Besar Perdamaian ( Ambassador Of Peace ) UPF – PBB, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, menemui langsung Dr. Zulkiflimansyah ( Gubernur NTB ), Irjen Pol Drs Achmat Juri,M.Hum ( Kapolda NTB ), dan Kol.Czi Achmad Rizal Ramdhani,S.Sos, SH, M.Han ( Danrem 163 / WB ) di Kota Mataram Lombok. Kunjungan ini dilakukan setelah Shri Arya Wedakarna melakukan kunjungan selama dua hari di Kabupaten Sumbawa, terkait konflik sosial yang melibatkan warga Hindu Bali dengan komunitas lokal yang terjadi pada 22 Desember 2018 silam. Selama di Sumbawa sendiri, Wedakarna langsung hadir dilokasi kejadian yakni Pura Dalem Desa Sukamaju Kecamatan Lunyuk Sumbawa dan disambut ratusan warga Hindu termasuk PHDI dan tokoh Hindu dan dilanjutkan dengan pertemuan ditingkat Kabupaten dengan H.Husni Djibril ( Bupati Sumbawa ), H.Mahmud Abdullah ( Wakil Bupati Sumbawa ), AKBP Tunggul Sinatrio ( Kapolres Sumbawa ), Letkol Inf Samsul Huda ( Dandim Sumbawa ), Syukri Rahamat ( Ketua MUI Sumbawa / Sekretaris Majelis Adat Sumbawa ) serta I Wayan Eka Mariarta ( Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa ). Didampingi oleh pengurus The Hindu Center of NTB yakni Wayan Sukawan, IB Benny Surya Adi Pramana, Komang Karisma, Ni Kadek Laksmi Manu Metri, Senator Wedakarna menyampaikan pandangannya baik sebagai pejabat negara dan duta besar perdamaian terkait dengan Kasus Konflik Sosial. “Dalam sejarah konflik horizontal yang melibatkan umat Hindu dan komunitas lain di Indonesia, saya kira penanganan dan pencegahan masalah di Lunyuk ini bisa dikategorikan sebagai pola yang sangat bail. Bayangkan saja, dizaman media sosial yang serba cepat menularkan berita yang  belum tentu benar, tapi pemerintah di NTB termasuk TNI Polri bisa sigap menangani dan meredam hingga konflik tidak meluas. Dalam waktu 3×24 jam semua masalah selesai dan tuntas. Saya memuji peran Danrem, Kapolda dan Gubernur NTB yang sigap. Khususnya kepada Gubernur NTB yang langsung terbang ke Sumbawa dan menempuh perjalanan jauh untuk menemui umat Hindu di Lunyuk dan langsung memberikan bantuan dana untuk perbaikan pura. Kami yang ada di Senayan Jakarta kaget dengan pola yang cepat ini. Saya yakin “Perdamaian Lunyuk” ini sebagai salah satu model yang akan diterapkan diseluruh wilayah di Nusantara, jika seandainya ada konflik antar umat Hindu dengan komunitas lokal. Kami punya sejarah kelam di Lampung, di Sulawesi, di Nusa Tenggara. Bahkan di Sumbawa kerusuhan melibatkan transmigran Hindu pernah  terjadi beberapa kali. Ini kita jaga sekali, karena ada hampir 100 kabupaten di Indonesia ini yang terdapat komunitas Hindu Bali secara signifikan. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun  menjelaskan bahwa tujuan dirinya hadir di NTB adalah untuk memperkuat perdamaian yang telah disepakati sekaligus mengawal proses hukum terkait dengan perusakan Pura Dalem. “Masalah hukum sepenuhnya diserahkan kepada Polri, dan kami ingin memastikan bahwa semua diperlukan dengan adil. Saya paham ada kepentingan yang lebih besar yang harus diutamakan. Dann tadi pandangan pandangan saya sudah disampaikan secara jelas kepada Gubernur, Danrem dan Kapolda. Kami ingin memberikan contoh juga, bahwa di Bali, walau dalam sejarahnya pernah di Bom dua kali pada 2002 dan 2005 tapi orang Hindu Bali sama sekali tidak pernah merusak tempat ibadah orang lain.  Disini karakter kebangsaan diuji, dan orang Bali menyerahkan semua pada hukum karma phala. Saat di Lunyuk saya sudah sampaikan pesan pesan ini kewarga Hindu dan mereka paham, ibaratnya warga Hindu harus segera move on.Pura yang rusak bisa diperbaiki lagi, tapi jika persatuan bangsa hancur maka kerugiannya akan sangat besar. Sekali lagi terimakasih, dan kinerja hebat dari Gubernur, Kapolda dan Danrem ini akan kami laporkan ke Presiden, Panglima dan Kapolri. Ini hebat.” Pungkas Wedakarna yang tercatat dalam sejarah terlibat dalam perdamaian saat konflik umat Hindu di Lampung beberapa tahun lalu. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *