Categories BudayaHindu

SHRI GUSTI WEDAKARNA BERHARAP PERSATUAN PASEMETONAN SELALU DIPERTAHANKAN

Foto – Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III( Anggota DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali Menghadiri Piodalan di Kawitan Ksatria dan Odalan Dadia Tegeh Kori Ring Jimbaran Nusa Dua Badung

SOSIALISASI KAJANG KAWITAN KSATRIA & HADIRI ODALAN DADIA TEGEH KORI RING JIMBARAN NUSA DUA BADUNG

PASEMETONAN – sebagai Sekjen Pasemetonan Ageng Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANDBTK) Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE, (M.Tru), M.Si selalu aktif untuk mengsosialisasikan Kajang Kawitan Ksatria kepada semeton-semeton Tegeh Kori di seluruh Bali, hal itu ia sampaikan sebagai wujud keseriusannya dalam menjaga kesatuan Semeton-Semeton Tegeh Kori yang tersebar diseluruh Bali, karena beberapa waktu sebelum tahun 2009 Pasemetonan Tegeh Kori sempat berbeda paham dan sudah diselesaikan beberapa tahun lalu, menurut tokoh muda Bali itu, dalam satu perkumpulan itu wajar berbeda pandangan, sesuai dengan versi sejarah masing-masing, tetapi ia sarankan hal tersebut jangan menjadi perdebatan yang berkepanjangan, apalagi terjadi selisih paham yang menyebabkan perpecahan antar pasemetonan, hal itulah yang ia hindari, karena kalau menurut sudut padang tokoh muda Bali itu, secara luas, Pasemetonan di Bali ini harus bersatu, bukan cuma pasemetonan Tegeh Kori saja tetapi seluruh Pasemetonan yang ada di Bali, sebab ia menilai Bali ini sudah minoritas, jadi buat apa terjadi perpecahan dengan semeton sendiri, lebih baik bersatu untuk menciptakan Bali yang hebat. Pada kesempatan yang berbahagia itu Angggota DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali itu Dr. Arya Wedakarna menyampaikan ucapan terima kasih karena sudah mengundang dirinya diacara odalan Pura Dadia Semeton Tegeh Kori ring Jimbaran Badung, ia cukup bangga melihat semeton Tegeh Kori di Jimbaran karena sudah bersatu bergotong royong untuk melaksanakan Upacara Suci, kedepan ia berarap dan memberikan masukan untuk selalu menyederhanakan upacara, karena problem terkait dengan penurunan ekonomi di Bali salah satunya disebabkan oleh Upakara yang terlalu mahal, maka untuk menjaga stabilitas perekonomian di Bali tokoh muda Bali yang selalu gencar memperjuangakan Hindu itu, tak lelah untuk mengelorkan penyederhanaan Upakara, menurutnya lebih baik pengeluarkan untuk upakara sedikit, tetapi tanpa menghilangkan makna dari Upakara, dan masyarakat Bali banyak memiliki tabungan, daripada membuat Upakara yang mewah tapi masyrakat tidak memiliki tabungan yang cukup,’’Saya bangga semeton disini sudah melaksanakan Upakara dengan pengeluaran yang cukup terjangkau, Saya minta agar hal ini selalu dipertahankan, jangan sampai melaksanakan Upakara mewah-mewah tapi membebani semeton kita sendiri,’’Ungkap Sekjen PANDBTK saat hadiri acara Odalan dadia. Di akhir dirinya menyampaikan semangat kepada semeton-semeton Tegeh Kori di Jimbaran untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan, dan apabila ada perselisihan yang sepele jangan dibesarkan-besarkan, dan segera diselesaikan secara kekeluargaan saja, karena ia berharap jangan sampai kesalahan leluhur-leluhur dahulu diulangi lagi

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *