Categories HinduSatyagraha

WEDAKARNA SAKSIKAN PENYERAHAN KITAB WEDA KEPADA PESERTA MENIKAH MASSAL DI KINTAMANI

MARHAENIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Acara GPM Bangli

PERESMIAN POSKO GERAKAN PEMUDA MARHAEN DI KAB. BANGLI

Sosok pemimpin muda Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III benar benar menjadi idola kaum muda milenial, hal ini terekam dalam kegiatan di Kabupaten Bangli saat acara peresmian Posko Gerakan Pemuda Marhaen ( GPM ) yang dihadiri oleh anak muda Bangli. Dan momen ini dimanfaatkan oleh Arya Wedakarna untuk terus mempengaruhi anak muda Bali untuk semakin paham dan mengerti tentang ideologi Pancasila khususnya ajaran ajaran Tri Sakti Marhaenisme. “Indonesia ini terancam sebagai negara gagal, akibat pengaruh ideologi sontoloyo yang semakin agresif merongrong Pancasila, dan agar kalian tahu, bahwa tujuan utama sebelum menghancurkan Indonesia, para radikalis itu harus menghancurkan Bali dulu, karena Bali adalah penghalang berdirinya negara agama. Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, dianggap berbahaya bagi cita cita mereka, apalagi selama ini Bali dikenal sebagai pendukung garda terdepan Pancasila dan aspek historis Bung Karno yang beribukan seorang wanita Hindu Bali yakni Ida Ayu Nyoman Rai Srimben seorang keturunan Brahmana Pasek Bale Agung. Ini yang menyebabkan orang Bali khususnya kaum muda harus bahu membahu membela Bali dan mulailah dari kaderisasi diorganisasi. Dan GPM adalah organisasi yang baik. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. Terkait dengan Pemilu 2019, Arya Wedakarna yang juga merupakan sosok incumbent menyatakan bahwa generasi muda Bali diharapkakn tidak GOLPUT dalam pemilu mendatang mengingat jika anak muda Bali Golput maka yang akan menguasai parlemen adalah orang orang yang tidak mengerti tentang Bali. “Coba anda tanyakan dengan para calon legislatif itu, apakah mereka paham dengan pengider ider bhuwana Bali , apakah mereka paham akan dresta adat Bali dan juga nilai nilai budaya berbasis Hindu. ? Jika mereka tidak paham, ya tidak usah ditanggapi kan ? Keran demokrasi memang membuka peluang agar siapapun anak bangsa bisa menjadi pemimpin, dan disana tantangannya, bagaimana kita bisa memilih pemimpin bukan hanya atas dasar pasemetonan, atas dasar kesamaan ciri atau kepentingan pragmatis berupa uang, tapi pilihlah wakil rakyat yang memang siap bekerja 24 jam. Siap bekerja itu ya harus muda, jejak rekamnya bagus, kalau ada mantan pejabat yang nyalon coba periksa apakah saat menjabat pekerjaan baik atau tidak, dan yang paling penting adalah apakah mereka siap merespon setiap keluhan masyarakat. Disini saya memerlukan pemimpin pemimpin muda dari Bali untuk bisa berjuang bersama baik di Bali dan Pusat. Ngiring semeton Bali bersatu mangkin dan GPM harus menjadi penggeraknya. “ungkap Gusti Wedakarna, Iapun berpandangan bahwa rakyat Bangli tidak usah berkecil jika dianggap tertinggal dalam hal pembangunan, mengingat bisa jadi itu adalah bagian dari proteksi leluhur terhadap Bangli. “Semeton Bangli, jangan pernah punya cita cita ingin merubah Bangli seperti Gianyar, Denpasar atau Badung misalkan. Tidak semua pembangunan yang dianggap glamour dengan pariwisata itu baik, banyak didaerah tourism justru konflik sosial dan masalahnya tinggi. Bangli adalah benteng terakhir agama Hindu di Bali, di Kabupaten ini banyak pura pura Khayangan Jagat yang perlu dipelihara. Tapi pembangunan Bangli diluar sektor wisata tentu harus dikembangkan, dan wajar pemerintah kerja keras wujudkan itu. Jadi Bangli harus punya jati diri. “ungkap Gusti Wedakarna. Dalam kunjungan ke Bangli, selain meresmikan Posko AWK42 di Br Sembung Bebalang Bangli dan temu rasa di Desa Penijoan Tembuku Arya Wedakarna ( AWK ) juga menyaksikan peresmian Posko 42 di Br Paselatan Suter Kintamani yang sekaligus bertemu dengan sejumlah pasangan tua muda peserta menikah massal secara Hindu dan menyaksikan penyerahan Kitab Suci Weda Bhagawad Gita oleh The Hindu Center Of Indonesia ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *