Categories BudayaHinduSatyagraha

DEMI KEDAULATAN BALI : SENATOR ARYA WEDAKARNA TETAP KONSISTEN UNTUK PERTAHANKAN KB BALI 4 ANAK CUKUP

FOTO – Anggota DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali (Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III) Bersama Kedua Mempelai Dan Keluarga Saat Hadiri Pawiwahan.

HADIRI ACARA MANUSA YADNYA DI DESA ABUAN BANGLI

SATYAGRAHA – dalam wujud sumbangsih untuk kedaulatan Bali kedepan, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE, (M.Tru), M.Si yang saat ini menjadi Anggota DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali selalu konsisten untuk mengingatkan kepada semeton Bali untuk pentingnya bersama-sama sukseskan gerakan moral yang ia gagas sejak keluarnnya kebijakan KB Nasional, kebijakan tersebut menurutnya harus diproteksi dengan baik, bukan tidak setuju dengan apa yang sudah dikeluarkan oleh kebijakan Nasional, tetapi hanya saja menurutnya kebijakan tersebut tidak sesuai dengan konsepsi Agama Hindu dan Dresta di Bali, sehingga sebagai wakil rakyat Bali di Senayan Jakarta dirinya wajib mengawasi setiap kebijakan yang diberlakukan di daerah pemilihan, sesuai dengan fungsi, tugas dan wewenangnya sebagai Anggota Legislatif. Tidak cuma itu dirinya juga menyampaikan bahwa Bali itu membutuhkan banyak SDM terutama yang berkualitas, karena Bali kedepan masih banyak harus diperjuangkan, dan menurutnya harus ada pemimpin Bali yang berani bersuara untuk kepentingan Bali, mengingat tokoh-tokoh pahlawan Bali yang sudah berjuang mati-matian pada zaman dahulu, maka ia sampaikan generasi muda Bali juga mempunyai visi yang serupa dan harus diselesaikan, itulah yang sering disebut oleh Bung Karno dengan Revolusi yang belum selesai. Pada kesempatan yang berbahagia saat hadiri acara Pawiwahan Komang Mika Adi Suryawan, S.Kep dengan Ni Ketut Dwijayanti Dr. Arya Wedakarna berikan pesan tersebut untuk dijadikan sebagai wujud perjuangan warih Bali kedepan, dan tetap berpegang teguh kepada konsepsi-konsepsi ajaran suci agama Hindu,’’Save KB Bali 4 anak, demi eksisnya krama Bali dimasa depan. Sebab Hindu punya tradisi dan budaya yang beraneka ragam, sehingga perlu krama untuk menjaga itu semua, pilihan itu semua ada di anak muda Hindu, mau Bali punah seperti zaman Majapahit yang hancur karena 500 Tahun akibat politik kawin ? dan pembatasan warih Hindu ? atau kita mau bertahan demi kedaulatan Bali ?,’’Ujar Shri Gusti Wedakarna yang juga merupakan pelingsir di Pasemetonan Ageng Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori itu. Melihat kejadian sejarah itulah dirinya selalu semangat untuk mengelorakan KB Bali tersebut, harapan ia sebagai tokoh muda Bali, Jasmerah dan selalu ingat kesalahan leluhur dahulu, sehingga dimasa kini jangan diulangi lagi, karena untuk membangun Negeri ia katakan agar belajar dari kesalahan leluhur  terdahulu.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *