Categories BudayaHinduSatyagraha

WEDAKARNA JELASKAN PEKERJA DI GRIYA DAN ANGGOTA SUBAK BERHAK BPJS KETENAGAKERJAAN

SIDAK  –  Senator DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Panen Di Subak Sembung dan Diskusi dengan umat Hindu Di Krematorium di Peguyangan Denpasar.

SENATOR RI KUNJUNGI SUBAK PEGUYANGAN DAN KREMATORIUM HINDU

Sejumlah tokoh di desa Peguyangan Denpasar, mengundang khusus Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III untuk melakukan kunjungan kerja dengan agenda Subak Sembung yang sudah terkenal ditingkat nasional dan juga pusat Krematorium Hindu bersejarah di Bali. Tampak hadir menerima Senator Arya Wedakarna ( AWK ) yakni AA Ngurah Gede ( Ketua Kelompok Tani Umawani Subak Sembung ), I Nyoman Arya CS ( Mangku Alit ) selaku Pemilik Pasraman Dalam Sari ), Wayan Nada ( Mangku Pemayun Dalem ) dan Nyoman Arya ( Ketua Sekaa Gong ). Dalam pertemuan pertama di Subak Sembung, Senator AWK menyatakan rasa salutnya akan usaha kreatif dari Majelis Subak yang telah mengkonsep lahan pertanian tidak saja sekedar tempat untuk menanam padi dan area persawahan, tapi juga sebagai tempat rekreasi dan agriculture. “Salah satu cara untuk menghindari alih fungsi lahan saat ini adalah dengan cara membuat Subak di Bali mampu menghasilkan kesejahteraan. Lihat saja Subak Sembung Peguyangan ini, bagaimana subak ini bisa membangun jogging track yang menjadi pusat olahraga rekreasi, juga membangun pusat kuliner SUKLA dan juga tempat khusus untuk seremony yang bisa digunakan pihak luar. Salah satu prestasinya bagaimana salah satu kegiatan obor ASIAN GAMES hadir di Subak Sembung sehingga nama subak ini dikenal dinasional. Jika semua subak di Bali bisa dikelola seperti ini, maka alih fungsi lahan akan bisa dihindari. Saya kira semua subak di Bali harus studi banding ketempat ini, ini sangat bagus. Belum lagi hasil pertaniannya cukup baik. Inilah kaum Marhaen modern, tidak sekedar berkutat pada sawah secara tradisional tapi bisa menjadi lebih beradaptasi pada modernisasi khususnya agrotourism. Saya salut pada Subak Sembung, ini hebat. “ungkap Gusti Wedakarna. Usai kunjungan di Subak Sembung, Senator AWK juga hadir di Krematorium Hindu Santha Yana di Jl Jaya Sakti Peguyangan dan bertemu dengan pengurus Sekaa Banten,  Sekaan Gong termasuk pengelola. “Tiang  terharu mendengar cerita dari pendiri Krematorium bahwa tempat ini sangat sering membantu umat Hindu yang kekurangan dana, dan tiang melihat bahwa betapa efisiennya tempat ini, dan seluruh tukang banten, para wanita Hindu diberdayakan. Tetaplah pertahankan tempat ini, bahkan kalau bisa buat cabang dan unit unit lain diseluruh Bali. Krematorium ini adalah solusi bagi umat Hindu yang ingin efisien, termasuk solusi bagi umat yang terkena sanksi oleh hukum adat. Ini sangat memanusiakan manusia. “ungkap Gusti Wedakarna. Dan kesimpulan dari kunjungan di Denpasar ini, Senator AWK meminta agar pihak Subak dan juga pihak Krematorium mendaftarkan petani, pemangku, termasuk tukang banten dengan BPJS Ketenagakerjaan mengingat jaminan sosial ini adalah hak dari umat Hindu. “Nani saya minta BPJS Ketenagakerjaan untuk melakukan sosialisasi di Subak dan juga Griya Griya, agar dbimbing dan diberikan sosialisasi tentang pentingnya BPJS. Banyak sekali keuntungannya salah satunya adanya jaminan sosial dimasa akhir. Secara teknis, bisa saja pimpinan Griya dan Ketua Subak mendaftarkan secara bersama-sama para peserta BPJS tenagakerja, dan memang perlu partisipasi aktif, apalagi jumlah iurannya relative terjangkau. Tapi jumlah tanggungannya bisa jutaan rupiah. Sebagai anggota DPD RI saya wajib mendukung program negara, apalagi BPJS adalah berpayung hukum UU. “ungkap Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *