Categories Satyagraha

SENATOR WEDAKARNA DUKUNG SANKSI PIDANA BAGI OKNUM PENJARAH KAYU DI HUTAN JEMBRANA

MARHAENIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MW Suyasa III
( Anggota DPD RI Utusan Bali ) dan Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi W Suyasa  ( Anggota DPRD Prov Bali ) di Mendoyo, Jembrana.

KUNJUNGI PENYARINGAN TEGALCANGKRING PASCA BANJIR BANDANG

Senator DPD RI asal Jembrana Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, hadir di Desa Penyaringan dan Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo Jembrana dalam rangka memeriksa korban banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Disambut oleh pejabat pemerintahan desa di Penyaringan dan Tegalcangkring, tampak hadir pula Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi WS, SE,MM ( Anggota DPRD Prov  Bali dari Fraksi PDI Perjuangan ). Dalam kunjungan tersebut, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) mendapatkan penjelasan dari pemerintah kecamatan dan desa terkait dengan kronologis kejadian Banjir Bandang yang  terjadi, hingga menyebabkan kerusakan pada jembratan serta dampak terhadap masyarakat yang ada disekitar sungai. Dan terkait hal itu, Senator AWK juga mempertanyakan kondisi hutan khususnya dikawasan mengingat dalam banjir bandang tersebut cukup banyak material berupa kayu dan juga batang pohon  ukuran raksasa yang ikut hanyut dan merusak sejumlah infrastruktur yang ada. “Saya mendapat penjelasan bahwa 10 tahun lalu sempat terjadi bencana seperti ini, dan semoga bukan siklus 10 tahunan ya. Dan jelas dari sudut pandang logika bahwa banjir bandang ini tentu disebabkan karena tanah tidak bisa menyerap air dan kenapa tidak bisa menyerap air, karena tumbuh tumbuhan termasuk pepohonan diatasnya sudah tidak ada mati. Artinya ada penggundulan hutan yang teroganisir dengan rapi. Kalau sudah seperti ini siapa yang salah ? Itu yang harus kita cari tahu. Dan jika ada yang berani mencoba coba menebang hutan kita tanpa izin, sudah ada sanksi pidana menurut UU, dan semua oknum yang terlibat bisa dimasalahkan, termasuk pejabat pemerintahan setempat. Tinggal telusuri saja dan saya akan mendukung jika pelaku penebangan hutan diproses pengadilan. Ini sudah membahayakan lingkungan. “ungkap AWK. Namun terlepas dari itu semua, AWK mengapresiasi kinerja aparat dilapangan yang dengan sigap memberikan bantuan khususnya pasca bencana termasuk kinerja relawan. “Terlepas dari bencana yang ada, saya mengapresiasi dari gotong royong masyarakat yang bahu membahu dari proses penyelamatan dan evakuasi warga hingga penanganan wilayah pasca bencana. Ini bukti kegotongtoyongan adalah kunci dari society dalam penanganan bencana. Kita bersyukur tidak ada korban jiwa, dan semoga kedepan baik baik saja.”ungkap AWK. Lebih lanjut Senator AWK meminta kepada Perbekel dan Lurah agar segera menginventarisasi dan mengajuan anggaran untuk perbaikan infrastruktur termasuk memberikan perhatian pada korban bencana. “Saya tahu anggaran Kab Jembrana terbatas, dan kita akan bantu mengawal. Silahkan ajukan apa yang bisa dibantu pemerintah pusat dalam hal ini kementrian terkait, begitu juga apa yang bisa pemerintah provinsi Bali, apalagi disini telah hadir Ibu Dr. Diah Srikandi yang juga anggota Komisi III DPRD Bali bidang infrastruktur. Silahkan saja berkomunikasi dengan pemerintah satu jalur, dan nanti urusan dipusat urusan saya selaku DPD. Tembuskan permohonan ke DPD RI termasuk membangun jembatan baru, senderan sungai yang kropos dan jika perlu ada rumah warga  yang direlokasi. Hampir sama dengan penanganan bencana banjir bandang di Songan, Kintamani. Disini diperlukan camat, kepala Desa dan lurah  yang agresif dan cepat menginventarisir. Tiang selaku anggota DPD RI akan membantu mengawal dan semoga pemerintah pusat Presiden Jokowi bisa memprioritaskan Penyaringan Tegalcangkring. Tiang tunggu pengajuan. “ungkap Gusti Wedakarna yang merupakan cucu dari tokoh besar di Jembrana yakni I Goesti Ngoerah Ketoet Soeyasa ini. Selama di Penyaringan dan Tegalcangkring AWK meninjau sejumlah pemukiman terdampak, korban bencana, dan pos darurat bencana. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *