Categories Hindu

WEDAKARNA BERI PANDANGAN KE STAF KHUSUS PRESIDEN RI TERKAIT PEMENANGAN JOKO WIDODO DI PEMILU 2019

MARHAENIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Pimpinan PPUU DPD RI dan Kepala Suku Papua, Lenis Kogoya ( Staf Khusus Presiden RI )

PIMPINAN PPUU DPD RI BERI SINYAL POSITIF TERKAIT RUU PROV BALI

Senator DPD RI termuda dari Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III memang tidak ada lelahnya selalu turun kemasyarakat untuk memperjuangkan Bali. Salah satunya keberanian Senator Arya Wedakarna ( AWK ) untuk menyampaikan ide dan gagasan untuk menggolkan RUU Provinsi Bali sebagai pengganti UU No.64 / 1958 yang kini sedang digodok oleh pihak Pemprov Bali, DPRD Bali dan akan dikawal oleh DPD RI beserta DPR RI. Sebagaimana pidato Senator AWK dihadapan 11 orang Senator RI yang hadir dikantor Walikota Denpasar dalam acara FGD RUU Partisipasi Masyarakat. “Beberapa waktu lalu, kami bersama Gubernur, DPR, DPRD dan Majelis Desa Adat telah mendeklarasikan dukungan untuk RUU Bali dan besar harapan kami, agar proses legislasi diparlemen agar berhasil dengan baik, dan DPD RI sebagai jembatan aspirasi daerah tentu harus mengawal aspirasi dari Bali, dan peran PPUU sangat penting khususnya di Balegnas. Semoga bisa jadi prioritas.  “ungkap Senator AWK dihadapan delegasi DPD RI yang dipimpin oleh Prof. Dr. John Pieris ( Ketua PPUU DPD RI ). Dan usulan dari Senator AWK langsung mendapatkan pandangan positif dan respon baik dari pimpinan PPUU DPD RI. Menurut pandangan AWK bahwa sudah saatnya Bali bisa menentukan nasibnya sendiri dengan kewenangan yang lebih luas namun tetap dalam bingkai NKRI dan semua bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. Hal senada juga diungkap oleh Arya Wedakarna yang menjadi tamu kehormatan dalam acara yang digelar oleh komunitas Doakan Jokowi Menang 1 Kal Lagi ( DJM1KL ) dibawah binaan Lenis Kogoya,S.Th, M.Hum ( Staf Khusus Presiden RI ) yang dimana Arya Wedakarna menyatakan bahwa kedepan kesejahteraan masyarakat Indonesia sangat ditentukan oleh pemimpinnya. “Sebagai anak ideologis Bung Karno, saya berbicara tentang pentingnya memperjuangkan kedaulatan politik, berdikari ekonomi serta kerpibadian budaya ( tri Sakti ) orang Indonesia demi tercapainya cita cita revolusi yang belum selesai. Dan semoga revolusi mental yang didengungkan oleh Presiden Joko Widodo bisa menjadi kenyataan. “ungkap AWK. Iap un memberikan saran kepada Staf Khusus Presiden RI selaku Pembina DJM1KL serta para relawan agar lebih fokus menggarap suara diwilayah provinsi provinsi yang dimana Jokowi “kurang suara”, mengingat Bali sebagai basis pengikut ajaran Bung Karno akan diprediksi solid mendukung Presiden Joko Widodo. “Saya minta kepada seluruh tim pemenangan Joko Widodo apapun organisasinya, bahwa anda semua tidak usah khawatir, mengingat data pada tahun 2014, suara Jokowi sangat signifikan didapat yakni sekitar 72 % dan banyak pihak memperkirakan Jokowi akan menang di Pemilu 2019, bahkan  di Bali bisa menang mutlak. Jadi saran saya agar organisasi pendukung, para relawan dan juga mesin pemenangan ditingkat nasional agar fokuslah pada wilayah dan provinsi yang sekiranya masih ragu ragu mendukung Jokowi. Kalau anda buat acara dukungn ke Jokowi di Bali, ibaratnya menggarami air laut, karena tanpa dikampanyekan saja rakyat Bali sudah banyak yang cinta terhadap Joko  Widodo. Jadi saran saya fokus ke wilayah lainnya karena diluar Bali tantangannya berbeda.”ungkap Gusti Wedakarna yang diundang dalam kapasitas sebagai President The Sukarno Center. Terhadap hal ini, Lenis Kayoga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Arya Wedakarna yang memberikan warna dalam deklarasi Jokowi. “Sahabat saya, Bung Arya Wedakarna sudah berpidato dengan sangat baik saya sendiri sampai tidak tahu harus bicara apa lagi karena materi sudah  banyak disampaikan oleh beliau. Tapi Bali dan Papua punya kesamaan yakni sama – sama memiliki akar budaya yang kuat dan mari kita berjuang bersama.  Dan kita doakan bersama sama agar perjuangan kita berhasil. “ungkap Lenis Kogoya yang juga Kepala Suku Papua sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Adat ( LMA ). ( Humas. )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *