Categories BudayaHindu

WEDAKARNA MINTA DESA LAIN TIRU SISTEM DAN FASILITAS PEMILAHAN SAMPAH DI DESA PENDEM 

MARHAENIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Pengurus Gerakan Pemuda Marhaen  (GPM ) Jembrana dan Bersama Kelompok Pengelolaan Sampah di Pendem

HADIRI PERESMIAN POSKO “GPM “ DI KABUPATEN JEMBRANA

Senator DPD RI termuda dari Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III  mendapakan kesempatan untuk hadir langsung menyaksikan fasilitas pengelolaan dan pemilahan sampah di Desa Pendem Jembrana. Diterima oleh Ketua Kelompok yakni Kadek Oka Citarsa ( 081805338881)  dan pengurus, Arya Wedakarna (AWK) mendapat penjelasan tentang asal muasal dan ide dari pendirian pabrik pengelolan sampah yakni atas inisiatif dari pemuda di Desa dan juga dukungan dari Pemkab sehingga alhirnya terealisasi pabrik mini di kawasan Desa yang sangat membantu proses kebersihan di Desa. Terhadap hal ini, AWK menyampaikan rasa bangganya pada Desa Pendem yang telah memiliki inisiatif kebersihan sekaligus menghasilan pemasukan ( artha ) bagi kelompok. “Ini yang kami namakan Satyagraha, artinya Gerakan Ekonomi Hindu yang bergerak mandiri ( swadeshi ). Saya takjub melihat bagaimana pabrik mini yang berdiri diatas lahan kurang dari 4 are ini bisa beroperasi dengan baik. Disini tersedia kantor kecil, alat pemilah sampah modern automatic belt hingga kendaraan pengangkut sampah yang efisien. Gedungnya juga semi permanen yang ramah lingkugan . Ini akan menjadi solusi bagi desa desa yang tidak memiliki space tanah besar, dan bisa juga dibangun di banjar banjar yang padat penduduk khususnya diperkotaan. Saya membayangkan setiap desa memiliki fasilitas hebat seperti ini. Sangat murah dan efisien. “ungkap Gusti Wedakarna. Dikesempatan itu, Senator AWK juga diberikan penjelasan tentang bagaimana pabrik mini ini bisa mendapatkan pemasukan yakni dengan beberapa cara yakni pemasukan dari biaya iuran kebersihan sampah dari masing – masing rumah yang jumlahnya mencapai puluhan juta perbulan,  selain itu juga dari hasil penjualan sampah plastic ke pengepul selain mendapatkan pemasukan dari penjuala sampah organic yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk. “Ditempat ini mereka bisa memperkejakan belasan karyawan dan ini bukti bahwa tempat ini memberikan banyak manfaat bagi desa. Saran saya, agar Bendesa Adat dan Perbekel di Bali agar studi banding ditempat ini, dan ini sangat menginspirasi “ungkap AWK. Kedepan AWK menyampaikan bahwa masyarakat harus mendukung program anti sampah plastik yang telah disampaikan oleh pemerintah Provinsi Bali dan seharusnya diikuti dengan aksi nyata agar tidak hanya menjadi slogan biasa. “Selama ini apapun peraturan pemeritah itu baik, tapi kadang aparat dibawahnya tidak paham atau malas mengimplemntasikan peratuan provinsi. Ini yang menjadi tantangan kita semua agar semua keputusan pemerintah kita dukung bersama. Belum lagi masih ada sifat manja dikalangan desa yang seolah – olah semua menunggu bantuan pemerintah, dan ini harus diperbaiki. Perlu revolusi mental. Dan majulah Desa Pendem agar berjaya dan menjadi teladan. “ungkap AWK. Selama di Pendem, selain meninjau pabrik pemilihan sampah, Senator AWK juga meresmikan Posko Gerakan Pemuda Marhaen ( GPM ) Kab. Jembrana yang dipimpin oleh Gusti Komang Suka Arsana dan berharap agar Posko GPM ini menjadi tempat sebagai pendidikan politik dan pelestarian Pancasila dan ajaran ajaran Bung Karno bagi generasi muda Jembran. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *