Categories BudayaHindu

SHRI WEDAKARNA JADI “UPASAKSI AGUNG” PEMELASPASAN PELINGGIH SDN 13 PEMOGAN DENPASAR

MARHAENIS –  Senator Arya Wedakarna bersama Wakil Bupati Bangli di di Susut Bangli dan saat hadir diacara pemelaspasan pelinggih di Denpasar

SENATOR IKUT RESMIKAN YAYASAN AMARA BHAWANA SASTRA BANGLI

Senator DPD RI, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III kembali hadir ditengah tengah masyarakat khususnya terkait dengan kegiatan sosial keagamaan. Demikian terekam saat Senator Arya Wedakarna ( AWK ) didaulat untuk meresmikan Yayasan Amara Bhawana Sastra di Susut Bangli. Bersama dengan Sang Nyoman Sedana rtha (Wakil Bupati Bangli), Tuti Kusuma Wardhani ( Anggota DPR RI Komisi XI ), Komang Charles ( Wakil Ketua DPRD Bangli ), Camat Susut dan sejumlah pejabat TNI Polri dan tokoh Desa Adat, peresmian Yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan seni mendapatkan apresiasi dari AWK. Ditemui usai peresmian, Senator AWK menyampaikan bahwa sejak dahulu dirinya berharap Kabupaten Bangli menjadi simbol ketahanan budaya Bali yang dijiwai oleh nilai nilai agama Hindu dan salah satunya melalui program pendidikan ( Jnana ). “Dibanding Kabupaten lain, Bangli selalu menjadi tempat terutama dibenak saya jika berbicara mengenai ketahanan Hindu. Di Kabupaten ini banyak sejarah Bali Dwipa bisa digali, dan secara kultur kependudukan Bangli masih dikuasi oleh mayoritas krama adat Hindu. Ini yang menjadi penyemangat bahwa ide dan gerakan yayasan untuk melestarikan budaya Bali melalui jalur pendidikan khususnya seni merupakan sesuatu yang harus diperhatikan pemerintah. Saya senang dengan anak anak muda kreatif yang akhirnya mampu bergerak independen walau ada keterbatasan dimana mana. Terimakasih kepada I Wayan Juni Artha Yasa, Spd  sebagai penggagas atas kerja kerasnya.  “ungkap Wedakarna. Hal senada ia sampaikan juga saat hadir diacara Karya Pemelaspasan Pelinggih Padmasana dan Pengijeng karang di SD Negeri 13 Pedungan Denpasar, yang mana Senator AWK disambut oleh warga sekolah, komite, pejabat desa serta perwakilan Pemkot Denpasar. Dalam kesempatan tersebut Dra IGA Rai Mastutik,Mpd (  Kepala Sekolah SD 13 Pedungan )  menyampaikan kronologi dari pendirian pelinggih, yakni hasil dari gotong royong siswa, orang tua siswa, komite, para guru dan para donatur sehingga kini SD 13 memiliki pelinggih yang layak. Terhadap hal ini, Senator AWK menyampaikan bahwa dirinya kaget dengan pembangunan Pelinggih yang cukup megah untuk ukuran SD, dan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak. “Terus terang tiang sering datang kunjungan ke SD SD di Bali, tapi mungkin baru kali ini tiang bisa menyaksikan Pelinggih yang megah dengan gaya Majapahit pula. Mungkin ini yang termegah nggih. Tapi pesan tiang, bangun sesuatu sesuai dengan kemampuan. Asal tulus ikhlas pasti akan memargi lancar. “ungkap Senator AWK. Iapun mengingatkan semua pihak, bahwa pelinggih adalah simbol dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan sudah seharusnya pelinggih disediakan bagi guru guru, dan siswa yang Bergama Hindu.”Denpasar memiliki jejak rekam kurang baik saat ada kejadian penolakan pembangunan pelinggih di SD disalah satu wilayah kemarin. Semoga hal itu tidak terjadi  lagi dan kebannggan akan agama Hindu harus dimunculkan dari guru gurunya terlebih dahulu, baru kemudia bisa menular ke siswa. Kalau gurunya berani memperjuangkan agama Hindu, berani bicara dan berani menunjukkan jati dirinya, astungkara akan menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya. Saya ingin diera tiang niki, semua anak muda Hindu berani bicara, berani berdebat dan berani beragumentasi. Jika Bali ingin eksis, maka Bali perlu banyak tokoh sekaliber Pahlawan Nasional, Mr Gusti Ketut Pudja yang berani menolak Piagam Jakarta pada 1945. “pungkas AWK yang juga penasihat GARDA JOKOWI ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *