Categories BudayaNasional

DR WEDAKARNA PRIHATIN ADA WARGA KARANGASEM TIDAK BISA LANJUT SMA LANTARAN AKSES JALAN RUSAK

MARHAENIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Masyarakat Di Jasri Dan Abang Karangasem

TEMUI WARGA GULINTEN DAN RESMIKAN POSKO GPM JASRI

Senator DPD RI termuda dari Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III hadir di Kabupaten Karangasem, atas undangan masyarakat untuk melihat langsung hasil pembangunan dan juga menyerap aspirasi masyarakat diwaktu reses DPD RI. Hal ini terekam saat Senator Arya Wedakarna ( AWK ) hadir di Br. Dinas Gulinten, Kec. Abang dan juga di Posko Gerakan Pemuda Marhaen ( GPM ) Br Kutuh Desa Jasri Karangasem. Didampingi oleh Ketua Sang Ketut Sarka ( Ketua GPM Prov Bali ) dan I Putu Yasa ( Ketua GPM Karangasem ), Senator AWK menerima aspirasi langsun, khususnya di Br Gulinten terkait dengan infrastruktur dan pendidikan anak bangsa, salah satunya tingginya angka putus sekolah anak – anak dikawasan Gulinten yang tidak bisa melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi yakni dari SMP dan SMA. “Saya terus terang kaget di Provinsi Bali yang katanya daerah destinasi wisata kaya, tapi ada desa terisolasir dari akses jalan yang layak, sehingga akibat terbatas akses ini, sebagian anak – anak muda di Desa tidak bisa mengenyam pendidikan SMA. Tadi saya dengar ada anak sekolah sampai berjalan kaki 2 jam hampir 3 jam untuk tiap hari ke sekolah, bahkan saat ujian mereka berangkat jam 4 pagi. Sekolah terdekat pun bagi mereka terasa jauh karena akses jalan yang tidak ada. Saya akan minta Dinas Pendidiakan dan DInas PUPR untuk bisa membantu menyelesaikan masalah ini. This is Bali ya, bukan daerah pinggir Indonesia yang memang miskin infrastruktur. Hal seperti ini yang harusnya mendapatkan perhatian utama dari pemerintah. “ungkap Gusti Wedakarna dihadapan ratrusan masyarakat Gulinten saat bertatap muka. Lainnya, AWK juga memberikan nasihat kepada umat Hindu di Karangasem bahwa mulai saat ini, kebiasaan menyelenggarakan upacara agama secara berlebihan harus dikurangi mengingat beban umat Hindu semakin besar dari waktu ke waktu, dan AWK meminta agar SDM Hindu lebih diutamakan. “Tadi bapak Klian curhat pada tiang, bahwa masyarakat disini walai banyak tidak mampu, tapi kalau upacara kepus pungsed saja harus potong babi nggih ? Belum lagi peturunan adat cukup tinggi. Maka dari itu tiang minta segera rubah tradisi yang sampai memberatkan umat. Percuma berupacara Manusa Yadnya besar besar, tapi kenyataannya secara sekala banyak anakmuda disini yang tidak mengenyam pendidikan SMA. Dalam agama Hindu, ilmu pengetahuan adalah mutlak, dan pengetahuan Jnana adalah satu satunya cara dizaman Kaliyuga untuk bisa menyebrangi lautan material. Jika tiang bicara penyederhanaan upacara maka bukan berarti bebantenan dihilangkan, tapi upacara nike diefisienkan. Lebih baik uang dipakai untuk pendidikan anak anak kita dan peningkatan gizi. Semoga secara perlahan tradisi ngabehin alias pemborosan bisa dirubah sedikit demi sedikit. “ungkap Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. Lebih lanjut, Senator AWK menyampaikan apresiasinya atas usaha dari anak anak muda di Jasri Karangasem untuk mendirikan Posko AWK dalam rangka Pemenangan Pemilu 2019,khususnya bagaimana anak muda Karangasem diharapkan untuk selalu melek politik. “Tiang diundang tuan rumah I Gede Arjana di Banjar Kutuh Desa Jasri Kec. Karangasem Kab. Karangasem untuk hadir diacara GPM ini dan senang kembali napak tilas sejarah. Dahulunya dizaman pergerakan PNI dan Bung Karno kawasan Jasri dan Karangasem ini banyak tokoh tokoh hebat dari PNI yang berkontribusi menjaga merah putih. Dan jika sekarang, tanpa diminta tapi anak anak muda Karangasem gandrung lagi tehadap simbol simbol Bung Karno, saya anggap itu kehendak sejarah. Semoga GPM mampu menjadi anak anak muda yang cinta tanah air dan bangsa dalam kerjanya. Trimakasih atas segala usahanya untuk mendukung perjuangan kami di Pemilu 2019, yang penting Pemilu 2019 aman, dan stabil, karena itu yang diperlukan oleh Bali saat ini yakni stablilitas. “ungkap Gusti Wedakarna. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *