Categories BudayaSatyagraha

MOTIVASI EKONOMI SATYAGRAHA, WEDAKARNA TEMUI RATUSAN SEKAA TERUNA TERUNI DESA BUGBUG

KUNKER – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Bertemu Tokoh Adat Hindu Di Seraya Timur dan Bugbug Karangasem

SENATOR DUKUNG PRODUK “JAGUNG POPCORN” SERAYA MENASIONAL

 Senator Termuda asal Bali dan pemimpin Bali dimasa depan, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali hadir didua wilayah di Karangasem yang memiliki potensi hebat dibidang perdagangan yakni Wilayah Bugbug dan Wilayah Seraya Timur. Selain meluangkan waktu reses untuk menyerap aspirasi sesuai dengan UU MD3 Tahun 2018, Senator Wedakarna hadir untuk melihat langsung hasil pembangunan dibumi lahar Karangasem, dan berupaya mensinergikan program pusat dengan Kabupaten. Dan apresiasi terhadap semangat kaum muda milenial untuk membangun desa, disampaikan oleh Senator Arya Wedakarna ( AWK ) saat hadir di Wantilan Desa Bugbug. Diterima oleh para Klian Adat dan juga tokoh STT, Senator AWK mengakui bahwa dirinya telah hadir sebanyak 4 kali di Desa Bugbug dan komunikasi para tokoh Desa Bugbug sangat baik khususnya dengan DPD RI Utusan Bali. “Tiang pernah hadir di Bugbug dalam acara HUT STT, acara pelepasan siswa SMA Bugbug dan saat ini diberi kesempatan menjelang Pemilu 2019. Komunikasi seperti ini sangat baik sekali dan tiang lihat juga pembangunan Desa Bugbug sudah semakin terukur, salah satunya tiang lihat Bugbug sudah memiliki Wantilan yang kokoh sebagai pusat kegiatan masyarakat disamping keuningkan BUgbug dengan tradisi yang tidak bisa ditemukan ditempat lain. Dengan potensi ribuan krama yang tersebar baik diseluruh Bali dan di Indonesia, Desa Bugbug menjadi teladan bagaimana solidaritas semeton Karangasem dalam segala bidang. Pasemetonan Bugbug ini sampai terkenal hingga Jakarta, terkenal karena kesolidan dan juga karena nama baiknya. Semoga anak muda Bugbug bisa terus menjaga nama baik ini “ungkap Gusti Wedakarna. Hal senada juga ia sampaikan saat bertemu dengan warga Seraya Timur yang sebagian besar adalah petani, dalam sebuah acara yang diorganisasi oleh Gerakan Pemuda Marhaen ( GPM ) Karangasem, yakni tentang potensi Desa Seraya khususnya dengan hasil pertanian berupa Jagung yang bisa diolah menjadi makanan modern yakni “popcorn”, disamping potensi kayu dan juga kerajinan. Ditemani oleh Sang Ketut Sarka ( Ketua GPM Bali ), I Putu Yasa ( Koord GPM Karangasem ) dan I Gede Sardika ( Penyelenggara ) AWK memberikan semangat kepada krama Seraya yang hadir dalam acara silakrama.“Bagi tiang Seraya ini sudah menjadi ikon baik untuk perdagangan berupa kerajinan kayu dan juga hasil pertanian berupa Jagung. Tidak banyak yang tahu bahwa Jagung Seraya adalah yang terbaik di Bali dan ketika jagung ini diolah menjadi makanan moden seperti Popcorn, maka akan menjadi wujud ekonomi kreatif yang bisa dipasarkan hingga nasional dan mancanegara. Ini menjadikan saya sangat bangga dengan Seraya, bahwa ada petani petani muda yang berkreasi dengan baik demi meningkat potensi desa dan jangan pernah merasa tertinggal dari kabupaten lainnya, karena sesungguhnya Karangasem memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh daerah lain.”ungkap AWK. Kedepan ia berharap, bahwa pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar bisa membantu pembangunan Karangasem secara maksimal, hal ini sebagai wujud dari pelaksanaan Tri Sakti Marhaenisme yakni Berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang budaya. “Saya harap pemerintah pusat dan provinsi tidak lagi mempermasalahkan warna politik di Karangasem. Misalnya masih ada ada anggapan bahwa Kabupaten di Bali yang tidak satu jalur pada Pemilihan Gubernur 2018 lalu nanti akan seret dana alokasinya. Saya yakin itu tidak akan terjadi, karena kita banyak punya pemimpin yang negarawan. Yang penting, tokoh pemerintah di Karangasem kan sudah satu jalur dengan Joko Widodo,baik dari urusan kepartaian dan juga warna politik. Walau saat Pilgub 2018 kemarin, Karangasem memenangkan calon lain, tapi saya berharap agar pemerintah di Bali tidak pilih kasih. Justru harus meniru sikap Presiden Jokowi yang justru tidak dendam politik. . Beliau Jokowi malah lebih banyak membangun daerah daerah yang dulu saat Pemilu 2014 beliau kurang suara alias kurang suara. Dan secara kelembagaan dan fungsi menurut UUD dan UU, DPD RI utusan Bali siap menjadi penghubung Karangasem dengan Pemerintah Pusat dan termasuk program Kementrian Kabinet dalam urusan politik kebijakan dan politik anggaran. Kita orang Bali sudah kecil, minoritas maka kunci suksesnya hanya bersatupadu. “pungkas Arya Wedakarna yang pada tahun 2016 silam sukses mendorong lahirnya Badan Pengelola Kawasan Pura Besakih dengan kerjasama yang baik dengan Bupati Karangasem, Mas Sumantri. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *