Categories BudayaSatyagraha

DR. WEDAKARNA APRESIASI PENGOBATAN MASSAL PESRAMAN AGUG YAYASAN MANDALA SUCI

KUNKER – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Dr. Ir Gede Ngurah Wididana ( Pak Oles ) dan bersama Mayjen TNI Purn Wisnu Bawa Tenaya ( Ketua Umum PHDI Pusat ), Rektor IHDN dan Wabup Tabanan di Kampus S3 IHDN Denpasar

SENATOR HADIRI FGD KONVERSI DAN REKONVENSI HINDU DI IHDN

Penyelenggaraan acara diskusi publik sekaligus FGD di Kampus Pasca Sarjana Program Doktoral IHDN dengan tema : Konversi dan Rekonversi Hindu mendapatkan apresiasi dari Senator DPD RI Utusan Prov Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Tampak hadir dalam acara Ketua Umum PHDI Pusat, Rektor IHDN, Peneliti Konversi Hindu Kristen serta sejumlah tokoh Hindu dan para intelektual Hindu dari berbagai kampus. Dalam kesempatan itu, ditemui usai menyaksikan Seminar, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) menyampaikan dukungannya atas kajian akademik terkait dengan fenomena maraknya umat Hindu pindah agama, baik karena alasan pendidikan, kemiskinan atau ruwetnya upacara umat Hindu, mengingat hal – hal yang berbau SARA sudah seharusnya dibicarakan secara mendalam, bukan sebaliknya dihindari. “Salah satu kekuatan kampus, adalah bahwa kampus adalah satu satunya tempat yang tepat untuk mengkaji berbagai fenomena sosial yang terjadi masyarakat, termasuk maraknya usaha dari sekelompok orang yang ingin memindahkan kepercayaan orang Bali yang awalnya beragama Hindu menjadi agama lain. Dengan adanya nuansa akademik, jadi setiap penelitian, pandangan dan pendapat bisa dipertanggungjawabkan dan IHDN sebagai institusi kebangaan Hindu Indonesia, harus menjadi yang terdepan untuk menyuarakan kebenaran dharma melalui produk ilmiah. Dan dialog hari ini sangat mencerahkan, karena isu yang diangkat cukup berat yakni isu Konversi Hindu yang sudah menjadi kekhawatiran umat Hindu dilapangan. “ungkap Gusti Wedakarna. Namun ia menambahkan bahwa ditengah maraknya informasi berbasis digital, akan sangat sulit bagi oknum kaum misionaris untuk dengan mudah merubah kepercayaan umat lain, apalagi dikalangan generasi milenial yang sudah semakin melek politik. “Saya punya pandangan, bahwa aksi konversi ini pasti tetap ada dan menjadi tantangan umat beragama dalam menyelesaikan hal hal seperti ini dan kita akui, komunitas Hindu Indonesia, termasuk Hindu diluar Bali menjadi sasaran strategis untuk dibujuk rayu agar pindah agama. Tapi kini dengan banyaknya tersedia konten media sosial berbasis Hindu, maka masyarakat dengan mudah mencari pengetahuan tentang Weda misalkan, begitu juga materi debat agama yang bisa mencerahkan. Yang pasti gerakan konversi pasti ada, tapi secara teknis akan sangat sulit. Ya ini tugas lembaga Hindu agar selalu turun memberikan pencerahan. Termasuk upaya mengembalikan umat Hindu yang sudah pernah pindah agama untuk kembali ke Hindu ( Rekonversi ), ternyata dari angka yang disampaikan, cukup banyak juga umat kita yang kembali ke Hindu ya. “ungkap Dr. Arya Wedakarna. Lainnya, Senator AWK mengapresiasi kegiatan pengobatan Masal yang diadakan oleh Pesraman Agung Yayasan Mandala Suci bertempat di Waribang Denpasar. Kehadiran Wedakarna disambut oleh Dr Ir Gede Ngurah Wididana, M.Agr ( Pak Oles ) dan Jero Bhawati Ir Nengah Atmaja ( Ketua Yayasan Mandala Suci ). Dihadapan ratusan undangan, Senator AWK didaulat untuk menyampaikan sambutan kehormatan, khususnya ucapan selamat kepada Dr Gede Ngurah alias Pak Oles yang telah mencapai gelar Doktor. “Sinergi kegiatan Pak Oles dan Yayasan Mandala Suci ini sangat baik, karena pengetahuan dan teknik yang dilakukan adalah berdasarkan ajaran Vedic. Umat Hindu harus banyak diperkenalkan dengan kultur kehidupan yang suci, dan itu hanya bisa didapat jika gaya hidup masyarakat kita benar benar berpikir positif terhadap apapun. Pengobatan secara niskala dengan metode meditasi dan yoga, bisa mengembalikan aura kesucian seseorang, dan teknik ini tercantum dalam budaya Hindu. Sekali lagi selamat atas kegiatan ini, dan semoga suatu saat tiang bisa hadir di Pesraman Agung ring Penebel. Hal – hal seperti ini harus dibantu oleh pemerintah. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *