Categories BudayaNasional

INGATKAN PIAGAM TANTULAR, WEDAKARNA DUKUNG SIKAP GUBERNUR DAN DPRD BALI TOLAK WACANA WISATA HALAL DI BALI

MARHAENIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Tokoh Buddha di Manado Sulawesi Utara dan momen saat Penandatanganan Piagam Tantular pada 2015 bersama Cok Ace ( Ketua PHRI ) saat itu.

SENATOR BERI MOTIVASI UMAT BUDDHA DI MANADO SULAWESI UTARA

Senator DPD RI termuda dari Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III hadir di Kota Manado, Prov Sulawesi Utara atas undangan Kementrian Agama Prov Sulut untuk menjadi narasumber Dialog Kerukunan yang diadakan oleh Pembimas Buddha Sulut. Diacara yang dihadiri oleh komponen umat Buddha baik rohaniawan, pengusaha, lembaga Tripitaka serta majelis umat Buddha di Sulut. Disambut oleh DR. H. Abdul Rasyid, M. Ag ( Kepala Kanwil Kemenag Sulut ) dan Drs. Bambang Sumpeno ( Pembimas Umat Buddha ) serta Walubi Prov Sulut. Dalam pemaparan selama hampir 3 jam dihadapan para tokoh Buddha, Dr Wedakarna mengingatkan bahwa tantangan umat Buddha semakin kompleks saat ini, khususnya dengan mudahnya generasi muda Buddha pindah agama karena ketahanan agama rapuh, dan ia menyarankan agar umat Buddha membuat Yayasan yang bisa mendirikan sekolah Buddha diseluruh Indonesia apalagi sudah ada landasan hukum Permenag. “Satu kehebatan umat Buddha, bahwa ekonomi Indonesia ini banyak dikuasai oleh umat Buddha keturunan Tionghoa. Anda memiliki kekuatan capital, tapi akan lebih hebat lagi jika umat Buddha membuat sekolah SD,SMP,SMA/SMK berbasis Buddha dengan nuansa internasional. Karena jika sekarang anak anak muda Buddha dibiarkan berpendidikan disekolah berbasis agama Non-Buddha, maka potensi si anak akan pindah agama akan besar. Belum lagi, suksesnya KB nasional 2 anak dikalangan umat Buddha turut mempengaruhi eksistensi umat Buddha. Lainnya saya minta, tokoh Buddha Sulut agar menyiapkan anak anak Buddha bersekolah dberkarir diberbagai bidang seperti jadi Hakim, Jaksa, Pengacara, Militer, Polisi, Politisi dan juga Diplomat. Kalau agama agama Buddha mau eksis ya harus didesign dari awal, bisa juga umat Buddha mengajak anak anak Buddha di Lombok Utara misalkan yang kurang mampu, biayai mereka dan ajak bekerja di Manado dan semakin lama pasti umat Buddha menjadi besar. Saya perlu umat Buddha menjadi besar karena kita harus melawan gerakan radikalisme agama. Kita lawan dengan kekuatan capital dan juga kepintaran, logikanya radikalisme itu kan akarnya kumpulan manusia manusia yang bodoh dan sesat. Jadi beruntunglah Hindu dan Buddha diberikan ajaran ajaran agama yang baik dan welas asih. Dan yang terakhir umat Buddha harus bersatu padu secara internal.“ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia. Dan dari Manado, Senator Arya Wedakarna juga menyampaikan sikap politiknya, dengan adanya wacana program Wisata Halal untuk wilayah Bali yang disampaikan oleh salah satu calon wakil presiden beberapa waktu lalu. “Sikap saya sebagai salah satu anggota DPD RI adalah mendukung sikap Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali dan DPRD Bali yang menolak wacana Wisata Halal. Kita berpedoman pada Perda Bali Tahun 2012 tentang Kepariwisataan Bali yang dimana pariwisata Bali tegas adalah pariwisata Budaya berbasis agama Hindu. Jadi tidak usah lagi merubah apa yang sudah ada. Jangan bawa isu SARA dalam dunia kepariwisataan di Bali, semua sudah tersedia walau tanpa dilabelkan. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun mengingatkan bahwa pada tanggal 26 November 2015 bertempat di Gedung Bank Indonensia telah ditandatangani Piagam Tantular oleh sejumlah pihak terkait penyelesaian Isu Pembentukan Desa Syariah / Desa Wisata Syariah di Bali yang dinilai melawan Perda Bali tentang Desa Adat yang berbasis budaya. “Waktu itu, hadir Cok Ace (Ketua PHRI), Bendesa Agung MUDP, DPRD Bali, dan komponen Hindu dan Islam sudah sepakat menyelesaikan masalah itu. Dan jika kini muncul lagi, ya membuka luka lama ya. Syukurlah Gubernur Bali Dr Wayan Koster sudah bersikap tegas. Kita dari lembaga politik DPD RI Bali tentu mendukung sikap pemerintah Bali. Tokoh Hindu Indonesia, All Out untuk amankan Bali “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF PBB ini. (humas).

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *