Categories Nasional

PNI MARHAENISME DORONG REVISI UU TERORISME DAN DUKUNG PEMBUBARAN HTI

NASIONALIS – Pembina The Sukarno Center, Sukmawati Sukarno
( Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme ) bersama Presiden Ke-5 RI, Megawati Sukarno Putri ( Ketum DPP PDIP Perjuangan ) bersama Puan Maharani ( Menko Bidang Pembangunan Manusia &Kebudayaan RI) Di Lemhanas RI

DEMI BANGSA, SUKMAWATI DAN MEGAWATI BERSANDING DI LEMHANAS

Ada yang istimewa saat peresmian Patung Bung Karno di Lemhanas RI yang merupakan lembaga strategis negara dalam pertahanan dan ketahanan Nasional, yakni berkumpulnya anak dan cucu Bung Karno yang selama ini jarang terekspose publik, yakni Sukmawati Sukarno ( Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme ), Megawati Sukarno Putri ( Ketua Umum DPP PDIP dan Presiden Ke-5 RI ), Guruh Sukarno Putra ( Fraksi PDIP di DPR RI ) dan Puan Maharani ( Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI ). Mereka dipertemukan dalam acara yang sakral yakni peresmian Patung Proklamator RI sekaligus Presiden RI Pertama Bung Karno yang diadakan di Lemhanas RI. Dan apresiasi terkait acara tersebut, disampaikan oleh Sukmawati Sukarno yang juga Pendiri dan Pembina The Sukarno Center. “Saya sampaikan terimakasih pada Lemhanas yang telah mengadakan patung Bung Karno. Ini tandanya Lemhanas sudah sepaham dengan visi kaum nasionalis PNI. Bung Karno bukan sekedar sosok politik, tapi sosok pemersatu bangsa. Disaat bangsa ini dilanda perpecahan dimana – mana, kini mereka menoleh pada ajaran Bung Karno. Tetaplah Lemhanas menjadi soko guru bagi perjuangan Pancasila. Saya harap kedepan siapapun peserta pelatihan Lemhanas agar wajib mereka punya buku dan membaca buku Bung Karno yakni Dibawah Bendera Revolusi ( DBR ), Buku Biography Bung Karno dan Sarinah. Ini akan mempercepat Revolusi Karakter sebagaimana cita – cita Bung Karno.”ungkap Sukmawati. Melalui kesempatan itu, terkait dengan Teror Bom yang dilakukan ISIS di Kampung Melayu, pihak PNI Marhaenisme mendorong Presiden Joko Widodo agar segera menerbitkan Perpu. “Saya sampai bosan menyimak wacana ketegasan semua pihak terutama kalangan DPR RI yang baru bergerak hanya ketika ada aksi bom. Kemarin ada Bom Sarinah, semua bicara Revisi UU Terorisme, tapi begitu adem, semua lupa lagi. Sekarang ada Bom dengan korban rakyat marhaen baru wacana itu bergerak lagi. Jadi jangan dijadikan permainan. Saya minta Presiden RI langsung saja keluarkan Perpu. Wajar saja di DPR akan menghambat karena di DPR ada banyak fraksi. Jadi Jokowi harus tegas seperti Bung Karno. Gebuk dan Gebuk ! termasuk jika ada orang dekat dipemerintahan yang kurang setia. Sangat berbahaya memelihara musuh dalam selimut. Saya dukung resufle kabinet termasuk mengkader anak bangsa untuk bisa jadi wapres di 2019. Harus dari sekarang.”ungkap Sukmawati. Terkait dengan sikap pembubaran Hizbut Tahrir ( HTI ), Sukmawati menilai bahwa pemerintah harus tegas. “Negara jangan takut dengan ancaman tuntutan hukum dari sekelompok orang  kalau negara membubarkan HTI. PNI Marhaenisme akan bersama – sama pemerintah mendukung hal ini.Saya juga sudah mendesak PDIP sebagai the rulling partai agar mendukung resmi terkait HTI. Jangan lupa jumlah kaum Muslim Nasionalis di Indonesia ini lebih besar dari aliran yang cenderung radikal. Jangan takut dan justru denganmembubarkan HTI, secara politik presiden akan mendapatkan dukungan penuh. Jangan ulangi kegagalan presiden  sebelumnya yang dicatat dalam sejarah sebagai figur yang kurang tegas dalam menghadapi ormas sontoloyo.Saya minta Jokowi Percaya Diri.”ungkap Sukmawati yang kini tetap mengawal kasus pelecehan Pancasila dan BungKarno yang dilakukan oleh Habib Shihab di Malpoda Jabar. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *