Categories BudayaHindu

WEDAKARNA TAWUR BERSAMA MENTERI AGAMA DAN NGEMBAK GENI BERSAMA HINDU SUKU MADURA DI GRESIK

NUSANTARA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Menteri Agama RI di Prambanan dan bersama Hindu suku Madura di Gresik Jawa Timur

SENATOR HADIRI RANGKAIAN NYEPI DI YOGYA DAN GRESIK JATIM

Ada yang istimewa di Nyepi 2019 ini, yakni Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III merayakan Nyepi 2019 di dua tempat sekaligus yakni di Prambanan Yogyakarta dan Gresik Jawa Timur. Dalam acara di Prambanan, hadir Menteri Agama RI, Staf Khusus Kepresidenan RI, Dharma Adyaksa PHDI Pusat, Ketua Umum PHDI dan sejumlah tokoh Hindu Nasional dan puluhan ribu umat Hindu yang sebagian besar suku Jawa yang berasal dari sekitar Jogja, Klaten, Jawa Tengah. Selain itu, dalam kunjungan di Prambanan, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) juga mengajak serta Ida Pedanda Istri Sebali Tianyar Arimbawa ( Griya Tegeh Karangasem ), untuk melaksanakan upacara di Sanggar Pamujan Siwa Buddha didekat zona 1 Candi Tri Murti, yang pada tahun 2015 dalam sejarahnya sanggar ini didirikan oleh Senator Wedakarna atas restu dari Gusti Kanjeng Ratu Hemas ( Permaisuri Sri Sultan Hamengkubuwono X ) dan Kementrian BUMN serta Dirjen Kebudayaan Kemendikbud dan Dirjen Agama Hindu Kemenag RI. Apresiasi atas kinerja panitia nasional Nyepi 2019 disampaikan oleh Senator AWK disela – sela upacara. “Saya memuji PHDI Pusat, Panitia Nasional Nyepi 2019 dan juga Panitia Daerah yang sudah mentradisikan upacara Tawur Agung ini secara konsisten terutama saat pemerintahan Presiden Joko Widodo ini. Ini sangat membanggakan, karena upacara besar di Prambanan ini memiliki makna strategis dihadapan DPD RI, salah satunya, menunjukkan kepada dunia bahwa di Indonesia ini umat Hindu bukan hanya ada di Bali, tapi juga ada di Jawa. Saya kira ini merupakan bagian dari kebangkitan Hindu Nusantara sebagaimana diramalkan oleh Sabdo Palon Nayogenggong. Secara spiritual, diperlukan ritual yang terus menerus untuk membuka aura spiritual yang selama 500 tahun terkubur pasca Sandyakalaning Majapahit. Sama seperti di Bali, umat Hindu mengadakan tawur rutin setiap saat, dan itu menyebabkan Bali terus bersinar dengan vibrasi positif. Kita akan bantu di tanah Jawa, karena akar budaya Hindu ada di Jawa. “ungkap AWK yang juga President The Hindu Center Of Indonesia ini. Hal senada juga disampaikan oleh AWK saat hadir atas undangan umat Hindu di Pura Kerta Bumi Gresik Jawa Timur saat Ngembak Geni, yang mana di Gresik ini ada komunitas Hindu yang sebagian berasal dari suku Madura. “Saya baru tahu, jika di Gresik ini ada umat Hindu suku Madura, dan saya perhatikan tadi dari mantra, tarian, ritual sebagian sudah mengadopsi budaya Jawa. Ini hebat dan bagus sekali. Saya senang bisa melihat langsung bagaimana umat Hindu di Jawa Timur ini bangkit. Sekarang sudah tidak jamannya lagi takut terhadap indetitas agama, ngiring kembali ke Hindu Dharma, kembali keajaran leluhur dan jaga kebudayan kita sesuai konsep Tri Sakti Bung Karno. “ungkap AWK. Dalam kesempatan itu AWK juga meminta kepada seluruh umat Hindu di Jawa untuk tidak lagi tergantung dengan Bali, baik menduplikasi apapun ritus, ornamen dan nomenklatur dari Bali. “Walau saya seorang Hindu Bali, tapi saya menolak Balinisasi. Umat Hindu suku Jawa, jangan lagi memakai udeng dan kebaya Bali, tapi pakailah Blangkon dan Kebaya Jawa. Gamelan dan Tari Bali sepatutnya tidak ditarikan lagi, karena leluhur akan lebih bangga jika Panjenengan menarikan tarian adat Jawa, begitu juga kedepan jangan ada lagi pembangunan Pura di Jawa dengan arsitektur Bali agar arsitektur Jawa bisa lestari. Penamaan Sulinggih dan Pemangku harus sesuai dengan adat Jawa, dan yang terpenting, jangan mengcopy bebantenn ala Bali, kedepan semua harus bernuansa lokal. Saya akan terdepan menjaga hal ini dan Bali cukup menjadi lokomotif saja, tapi gerbongnya harus Hindu Nusantara yang berwarna warni. Ini Pancasila.”pungkas Wedakarna yang juga putra dari tokoh Besar Hindu yakni Shri Wedastera Suyasa, salah satu pendiri PHDI Pusat dan World Hindu Federation ini dizaman Bung Karno. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *