Categories Nasional

DPD RI MINTA PENGADILAN DAN CATATAN SIPIL TIDAK PERSULIT HAK MASYARAKAT UNTUK BERGANTI GELAR

WARIH DALEM – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Raja Tabanan dan Ida Pedanda Keniten di PN Tabanan

SENATOR RI HADIR BERSAMA RAJA TABANAN DI PENGADILAN NEGERI

Disaat reses DPD RI dalam masa sidang Maret 2019 ini, Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III berkenan menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Tabanan terkait dengan pengajuan pergantian nama warih Ida Betara Arya Kenceng yakni dari status “nyineb wangsai” ke status “pregusti”. Dalam sidang tampak hadir Raja Tabanan, Ida Cokorda Anglurah Tabanan serta Ida Pedanda Keniten ( Griya Timpag ) sebagai saksi dipersidangan. Dan kehadiran Senator Gusti Wedakarna untuk menindaklanjuti hasil rapat DPD RI di Kantor Gubernur Bali beberapa waktu lalu bersama Kepala Dinas Catatan Sipil se Bali yang membahas tentang proses teknis jika ada warga Hindu Bali yang berganti gelar.Ditemui usai sidang pengadilan, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) memberikan apresiasi kepada Hakim Luh Sasmita Dewi,SH,MH yang telah memimpin sidang dengan baik. “Saya memperhatikan sidang, yang telah berjalan dengan baik dan lancar. Konteksnya membantu masyarakat, mengayomi dan tentunya menegakkan keadilan. Dan ini sesuai dengan Pancasila ke -5. Memang secara aturan, ini adalah proses yang harus dijalankan, amanat UU. Kadang dilapangan kita temukan ada oknum dipemerintahan yang mempersulit. Ini yang harus diluruskan agar hak warga negara menjadi terayomi. Masalah pergantian nama atau gelar adalah hak warga negara. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun menilai bahwa, di Bali masalah pergantian nama atau gelar lebih disebabkan adanya petunjuk leluhur, dan sepatutnya proses yang diajukan oleh masyarakat mendapatkan pengayoman yang baik. “Dalam pertemuan di Kantor Gubenur waktu itu, dihadapan pejabat Catatan Sipil se Bali saya sudah minta agar jangan sampai ada oknum petugas Capil yang terlalu jauh masuk ke ranah sejarah seseorang. Misalkan ada warga Hindu yang leluhurnya nyineb wangsa sehingga hanya menggunakan nama Gede, Wayan, Putu, Nyoman, Kadek, Ketut dan karena petunjuk leluhurnya mereka harus berganti dengan gelar wangsa Ksatria seperti Pregusti, Predewa, Anak Agung atau Cokorda. Bagi saya selama ada fakta sejarah, dokumen valid dan saksi pendukung dari Puri atau Griya, ya silahkan saja. Ini hak WNI, apalagi jika ada alasan niskala karena kabebrehan terkait kesehatan atau umur, ya negara harus membantu. Tapi dipersidangan tentu harus ada bukti yang benar dan saksi yang paham. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Sekjen Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori Bali. Lalu bagaimana jika ada pihak lain yang mempertanyakan tentang gelar, silsilah dan swadharma seseorang menurut ketentuan hukum. “Jika di Bali ini, ada seseorang yang sudah mewali ke purusa jati dan sudah sah secara hukum berganti gelar, tapi jika ada pihak lain mempertanyakan bahkan memfitnah pribadi atau keluarga, maka itu sudah masuk keranah pidana, termasukpun jika ada aparat pemerintah dalam hal ini, misalnya, oknum petugas di Desa dan Capil yang ingin mencampuri urusan seseorang terlalu jauh maka itu bisa dilaporkan secara Pidana. Ini perlu kami luruskan, karena banyak laporan masuk ke DPD bahwa masih banyak semeton kita yang memiliki gelar baru tapi masih mengalami diskriminasi. Bahkan ada juga oknum oknum yang berasal dari Puri atau Griya yang merasa tidak terima ada masyarakatnya yang memiliki gelar yang sama dengan mereka. Itu yang harus diluruskan, bahwa mari bersatu dibawah payung Hindu Dharma. Masalah nama dan gelar itu adalah hak dan dihadapan Tuhan semua manusia itu sama. “ungkap Gusti Wedakarna. Sebelum meninggalkan PN Tabanan, Shri Arya Wedakarna juga menyampaikan apresiasi atas perkenannya Raja Tabanan dan Ida Pedanda menjadi saksi di Pengadilan. “Saya terharu melihat Raja dan Bhagawanta hadir membantu masyarakatnya. Inilah sesungguhnya figur Raja dan Sulinggih yang kita harapkan, dekat dengan rakyat dan sekalipun beliau beliau para Abhiseka duduk dikursi saksi, tapi beliau beliau berkenan. Hormat tiang selaku pribadi dan sebagai anggota DPD RI pada Puri Agung Tabanan dan juga Griya Timpag. “ungkap Gusti Wedakarna yang penglingsir Puri Tegeh Kori ring Badung ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *