Categories BudayaHinduNasional

GUSTI WEDAKARNA DUKUNG BPJ SEBAGAI REPRESENTATIF BALI LINDUNGI EKSISTENSI SITUS BERSEJARAH

FOTO – Senator Wedakarna Usai Menerima Pengurus Bakti Pertiwi Jati (BPJ) Bali di Istana Mancawarna Tampaksiring.

TERIMA AUDENSI PENGURUS BAKTI PERTIWI JATI DI ISTANA MANCAWARNA TAMPAKSIRING GIANYAR

CITA-CITA – untuk melindungi situs-situs bersejarah di Bali sudah mulai menemukan titik terang, hal itu di ungkapkan saat Anggota DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE, (M.Tru), M.Si menerima Ketua Organisasi Pencinta Situs yang tergabung dalam Bakti Pertiwi Jati (I Made Bakti Wiyasa) beserta beberapa pengurus di Istana Mancawarna Tampaksiring. Organisasi yang baru diresmikan oleh Gusti Wedakarna di Wantilan BPCB Regional Bali Nusa beberapa waktu lalu kini sudah menunjukan kinerjanya. Sebagai satu-satunya wadah independen Non Pemerintahan Bakti Pertiwi Jati dirasa layak dan terasa ikut membantu upaya pemerintah dalam melindungi sejumlah situs kuno dan atau bersejarah yang merupakan bagian terpenting dari jejak rekam leluhur masyarakat Bali secara umum.
Pada kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah hal turut menjadi pembahasan, melalui Bakti Wiyasa ia menyampaikan bahwa saat ini dirinya bersama pengurus mendapati sejumlah temua dilapangan yang diantaranya mulai dari pembongkaran berkedok revitalisasi hingga sengketa antar kelompok. Menanggapi hal itu, Gusti Wedakarna sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan sejumlah oknum tersebut tentunya tidak sejalan dengan prinsip sebagai warih Bali dan mungkin tidak memahami dampak atas sejumlah pembongkaran bangunan yang dirasa memiliki nilai edukasi kesejarahan itu. Padahal sudah jelas pemerintah melalui Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya telah mengakui dan melindungi keberadaan sejumlah situs yang memiliki nilai sejarah.
Lebih lanjut, Wedakarna juga meminta jika permasalahan seperti itu harus segera diproteksi dan tentu perlu adanya sinergitas berkelanjutan untuk bersama-sama berjalan dikoridor perjuangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ia juga yakin dengan lahirnya organisasi Bakti Pertiwi Jati, tentu permasalahan-permasalahan dilapangan akan tercium jika ada oknum yang bermain dengan cara-cara yang tidak sehat, apalagi hanya bertujuan untuk mendapatkan dana dari Pemerintah semata. “ kedepan melalui Bakti Pertiwi Jati dirinya bersama-sama sinergi untuk memerangi oknum-oknum yang suka merumbak situs kuno di Bali dengan langsung membantu melaporkan kepada pejabat yang berwenang.Saya akan tindaklanjuti jika ada oknum-oknum yang suka merusak situs-situs kuno. Selain itu, ia juga mengingatkan kepada Pemerintah agar lebih berhati-hati dalam proses perbaikan situs kuno yang kita miliki, jangan sampai wacana revitalisasi malah merugikan nilai-nilai kebudayaan dan sejarah leluhur kita Bali,’’Tegas Wedakarna

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *