Categories BudayaHindu

DEMI HINDU, WEDAKARNA MINTA GENERASI MUDA JEMBRANA DUKUNG PROGRAM KB BALI 4 ANAK

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Warga Adat Lemukih Buleleng dan Warga Adat Baler Bale Agung Negara

THE HINDU CENTER SERAHKAN PRASASTI DESA LEMUKIH DI BULELENG

Sosok pemimpin muda Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III benar benar menjadi idola kaum muda milenial, hal ini terekam dalam kegiatan di Kabupaten Jembrana dan Buleleng. Setiap kata – kata yang dilontarkan Senator Termuda asal Bali ini selalu menjadi perhatian khususnya dari kaum muda, dan disetiap pidato dari pria yang akrab disapa AWK ini selalu menjadi inspirasi dari masyarakat Bali. Demikian yang terekam saat AWK menyambangi Kabupaten Jembrana dan Buleleng disaat yang hampir bersamaan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPD RI utusan Bali. Di Buleleng, Senator AWK menyaksikan penyerahan Prasasti Lempeng Tembaga kepada Penglingsir Desa Adat Lemukih yakni Jero Gede Widarta ( Bendesa Adat Lemukih ) sembari berpesan bahwa eksistensi purana disetiap desa adat adalah mutlak. “Desa Adat dan Pura tanpa Purana bagaiman negara tanpa UU, maka dari itu saya puji jika ada Desa Adat, dan juga pengempon pura apapun di Bali yang memiliki sejarah yang terdokumentasi. Apalagi hari ini, The Hindu Center Of Indonesia menyerahkan Prasasti Lempeng tentang sejarah Lemukih. Lembengan ini akan bertahan 1000 tahun. Semoga bermanfaat dan jadi dicontoh oleh desa desa lain. “ungkap Gusti Wedakarna. Dan dalam kunjungan ke Jembrana, Senator AWK menyambangi masyarakat Baler Agung Negara yang dipimpin oleh Jero Nengah Subagia ( Bendesa Adat ), dan bertatap muka dengan warga dari berbagai kalangan, termasuk generasi milenia. “Sebagai putra Jembrana, sesungguhnya saya prihatin dengan kondisi Jembrana saat ini khususnya bagaimana memperhatikan semakin kalah saingnya SDM warga adat di Jembrana dengan yang lain. Di Jembrana, kita hanya masih menguasai sektor pertanian peternakan. Tapi sektor pelabuhan, sektor perikanan, sektor perdagangan dipusat Kota dan juga dikota kota Kecamatan sudah mulai tergusur. Entah ini salah siapa, tapi harus kita perbaiki bersama – sama. Mari kita rebut kembali apa yang sudah hilang dan semuanya bisa direbut hanya lewat jalur Jnana atau Pendidikan. Jika umat Hindu Jembrana sudah memiliki Jnana, maka akan mudah melahirkan pemimpin politik yang tidak emosi, mudah menciptakan petani visioner, mudah mengkader wirausaha muda. Ini harapan saya kedepan untuk Jembrana. Kuncinya ada di Pendidikan Tinggi, sesuai perintah kitab suci Bhagawad Gita ( Pancamo Weda ). “ungkap Gusti Wedakarna. Maka dari itu, iapun meminta kepada warga Jembrana, agar mulai mengkampanye KB Bali 4 Anak sebagai solusi untuk Hindu yang berdaulat. “Saya minta agar anak anak muda Bali kini memiliki cita cita melahirkan 4 anak agar Hindu bertahan. Selama ini kita dibohongi oleh orde baru, pengendalian penduduk di Bali oleh pemerintah hanya menyasar kepada umat Hindu, tapi longgar pada kelompok lain. Orang Bali dipaksa punya anak dua, sedangkan kebutuhan menjaga Desa, Dadia, Tri Khayangan dan budaya Bali memerlukan manusia yang banya. Sekarang lihat saja desa desa di Jembrana sepi dengan anak mudanya. Jadi mulai gerakkan KB 4 Anak mulai sekarang, dan percayalah dalam agama Hindu tidak ada yang namanya “takdir”, tapi yang ada adalah “kamawesana”, bahwa setiap bayi yang lahir adalah leluhur yang bereinkarnasi. Bagaimana mungkin roh leluhur bereinkarnasi jika jalannya ditutup. Jadi umat Hindu yang minoritas di Indonesia ini tidak usah pakai KB Nasional 2 anak, akan merugikan Hindu secara politik. Ini himbauan saya, dan kalau bisa tiru Desa Baluk di Jembrana yang punya simbol Patung KB 4 anak yang luar biasa. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun berjanji bahwa program Satyagraha yang ia rancang untuk Bali Berdaulat akan membantu mempercepat kejayaan Bali. “Satyagraha itu ajaran politik Hindu, sikap Hindu Dharma sebagai agama kaum pemimpin. Dalam Hindu ada kitab suci politik yakni Mahabarata, Ramayana, kita memiliki Nitisastra. Jadi orang Bali kini harus melek politik Dharma. Kita rebut apa yang sudah hilang, pasti bisa sebagaimana dilakukan oleh leluhur kita dimasa lalu. Jembrana adalah benteng pertama Hindu diBali.”pungkas Gusti Wedakarna yang merupakan cucu dari tokoh besar Tegeh Kori di Jembrana yakni I Goesti Ngoerah Ketoet Soeyasa. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *