Categories BudayaNasionalSatyagraha

WEDAKARNA DUKUNG TERBITNYA PERDA KAKAO AGAR PRODUK JEMBRANA JADI SALAH SATU TERBAIK DIDUNIA

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Petani Kokoa Di Melaya dan Para Guru Wali PAUD Cemara Kasih di Negara.

SENATOR RI HADIRI “MARKET DAY” PAUD CEMARA KASIH DI NEGARA

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Buleleng, Senator DPD RI Termuda asal Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III mengadakan kunjungan kerja di Koperasi Kertasemaya Samaniya di Melaya Jembrana. Kunjungan Arya Wedakarna ( AWK ) ini untuk menindaklanjuti dua pertemuan sebelumnya dengan petani kakao yakni pertemuan di Denpasar saat peluncuran Sertifikat Organik Coklat Cau dan juga pertemuan terbatas di Istana Mancawarna Tampaksiring. Disambut oleh Agung Widiastiti ( Yayasan Kalimanjari) dan I Ketut Wiadyana ( Ketua KSS ), Senator AWK mendapatkan penjelasan langsung dari Koperasi terkait betapa besarnya potensi kakao di Jembrana, khususnya dalam hal kualitas kakao di Jembrana yang dianggap sebagai salah satu terbaik didunia, namun sayangnya kapasitas produksi Kakao di Jembrana masih kurang bisa memenuhi pangsa ekspor, baik disebabkan karena belum semua petani coklat bergabung dengan Koperasi atau karena belum adanya mesin berteknologi tinggi dalam pengolahan coklat. “Koperasi ini sudah membukukan keuntungan Ro 4 Milyar pertahun, itupun kurang dari 50 % kelompok petani cokla yang bergabung. Koperasi ini dibangun diera Bapak Bupati Winasa, dan bersyukur bisa berjalan dengan baik saat ini. Secara politik kebijakan, Jembrana perlu memiliki Perda Kakao yang mengatur lalu lintas distribusi kakao di Jembrana. Jika sudah satu pintu, harga bisa dikontrol dan petani coklat tidak dirugikan. Semoga DPRD Jembrana dan Pemkab bisa melahirkan Perda Kakao yang akan menjadi pioner di Indonesia ini. Saya juga minta KKS dan Yayasan Kalimanjari untuk segera menggelar FGD dan hasilkan Naskah Akademik untuk Perda Kakao. Semua bersinergi. Dan urusan dengan pusat, dengan Menteri Dalam Negeri RI, maka DPD RI siap akan mengawal sampai sukses, termasuk merekomendasikan agar ada bantuan dari Kementrian Perindustrian dan Pertanian. Semua perlu data yang jelas. “ungkap Gusti Wedakarna. Pihak DPD RI pun merasa surprise karena kakao Jembrana ini sudah menjalani ekspor hingga eropa dan hongkong, dan buyer internasional mengaku jika coklat Jembrana adalah salah satu terbaik didunia. “KSS ini sudah memiliki 3 sertifikat standar internasional. Dan kedepan pemerintah harus bantu mesin pengolahan agar produksi hulu ke hilir bisa tuntas di Melaya. Harga mesin agak mahal sekitar Rp 3 Milyar, tapi kita bisa mintakan bantuan ke pusat. Silahkan saja buay proposal, nanti DPD akan bicara dengan dirjen kementrian. Petani Coklat di Jembrana juga harus diedukasi bahwa menjual biji coklat mentah ( raw material ) itu menyebabkan harga jual rendah. Tapi jika biji coklat di-fermentasi, lalu keproses nibs , pasta, butter hingga powder maka harga akan naik berlipat lipat. Ya itu dia, Koperasi perlu mesin yang canggih. Semoga bisa dibantu oleh pemerintah pusat. “ungkap Gusti Wedakarna. Selain mengunjungi Petani Kakao di Melaya, AWK juga mengunjungi PAU Cemara Kasih di Kota Negara yang mengadakan “market day” yang dihadiri ratusan siswa dan orang tua dari seluruh Negara. Dalam acara yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati Jembrana ini, Senator AWK memberikan dukungan pada institusi pendidikan yang concern terhadap nilai nilai lingkungan hidup. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *